http://sostech.greenvest.co.id/index.php/sostech/issue/feedJurnal Sosial Teknologi2026-10-12T03:12:37+00:00Jurnal Sosial dan Teknologi[email protected]Open Journal Systems<p><strong>Jurnal Sosial dan Teknologi </strong>is a double blind peer-reviewed academic journal and open access to social and technology fields. The journal is published monthly by CV. Green Publisher Indonesia.</p> <p>This journal publishes research articles covering social sciences (Management, Economics, Culture, Law, Geography, and Education) and technology. Published articles are from critical and comprehensive research, studies or scientific studies on important and current issues or reviews of scientific books.</p> <div><strong>Name </strong>: <strong>Jurnal sosial dan teknologi</strong></div> <div><strong>E-ISSN </strong>: <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/1609736743"><strong>2774-5155</strong> </a></div> <div><strong>P-ISSN </strong>: <strong><a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/1609736498">2774-5147 </a></strong></div> <div><strong>DOI : <a href="https://search.crossref.org/?q=2774-5147&from_ui=yes">10.36418</a></strong></div> <div><strong>Period </strong>: Monthly</div> <div><strong>Indexing and Abstracting </strong>: <a href="https://openurl.ebsco.com/results?bquery=2774-5147+&page=1&link_origin=www.ebsco.com"><strong>Ebsco</strong></a><strong>, <a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=M5ADAMAAAAAJ&hl=id&authuser=1">Google Scholar</a></strong>, <a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/21244?issue=Vol.%201%20No.%201%20(2021):%20Jurnal%20Sosial%20dan%20Teknologi%20(SOSTECH)"><strong>Garuda</strong></a><strong>, <a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_mode=content&search_text=10.36418&search_type=kws&search_field=full_search&or_facet_source_title=jour.1407244">Dimensions</a></strong><strong>, <a href="https://search.crossref.org/?q=2774-5147&from_ui=yes">Crossref</a> </strong>and others in progress</div> <div><strong>Publisher </strong>: Green Publisher Indonesia</div> <div><strong>1st Issues of Publication: </strong>2021</div>http://sostech.greenvest.co.id/index.php/sostech/article/view/32998Kedaulatan Digital di Mata Generasi Z: Pengaruh Pemahaman Geopolitik Teknologi Terhadap Persepsi Mahasiswa Tentang Kesiapan Indonesia Menghadapi Persaingan Global2026-09-18T04:21:19+00:00Adventina Situngkir[email protected]Devy Stany Walukow[email protected]<p>Perkembangan teknologi digital telah menjadikan kedaulatan digital sebagai isu strategis dalam menghadapi persaingan global. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemahaman kedaulatan digital dan kesadaran kewarganegaraan digital terhadap persepsi mahasiswa Generasi Z mengenai kesiapan Indonesia menghadapi persaingan global. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap mahasiswa Generasi Z. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, serta regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman kedaulatan digital tidak berpengaruh signifikan terhadap persepsi kesiapan Indonesia, meskipun responden memiliki tingkat pemahaman yang relatif baik. Sebaliknya, kesadaran kewarganegaraan digital berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi tersebut. Secara simultan, kedua variabel berpengaruh signifikan dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 31,6%, sedangkan 68,4% dipengaruhi oleh faktor lain di luar model penelitian. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan pemahaman mengenai kedaulatan digital belum cukup membentuk persepsi positif terhadap kesiapan Indonesia tanpa didukung oleh kesadaran kewarganegaraan digital. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan literasi kedaulatan digital dan penyusunan kebijakan pendidikan untuk memperkuat daya saing nasional di era digital.</p>2026-10-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Adventina Situngkir, Devy Stany Walukowhttp://sostech.greenvest.co.id/index.php/sostech/article/view/32995Evaluasi Jejak Karbon Perkerasan Lentur dan Kaku Berbasis Life Cycle Assessment Fase Cradle-to-site di Desa Wioi2026-09-17T08:51:51+00:00Jecky Umboh[email protected]Beldie Aryona Tombeg[email protected]Dian Puspita Sari[email protected]<p>Pertumbuhan ekonomi dan populasi manusia telah menyebabkan perkembangan infrastruktur jalan yang pesat, yang secara langsung meningkatkan emisi gas rumah kaca. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi total jejak karbon perkerasan lentur dan kaku menggunakan metode penilaian siklus hidup (LCA) dengan kendala sistem dari hulu ke hilir (cradle-to-site). Studi kasus dilakukan pada Proyek Perbaikan Jalan Wawali di Desa Wioi, dari segmen STA 0+400 hingga STA 0+500. Penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan data sekunder berupa RAB dan gambar kerja untuk menghitung volume material dan durasi operasional alat berat. Emisi dihitung berdasarkan faktor emisi dari basis data Inventory of Carbon & Energy (ICE) dan pedoman IPCC/DESNZ. Hasil menunjukkan bahwa total emisi jejak karbon mencapai 11.522,12 kgCO2e. Perkerasan lentur memberikan kontribusi emisi yang lebih besar (7.639,01 kgCO2e) dibandingkan perkerasan kaku (3.883,11 kgCO2e). Berdasarkan tahapan siklus hidup, pengadaan material pada fase produksi merupakan penyumbang emisi terbesar (52%), diikuti oleh fase transportasi (45%) dan konstruksi di lokasi (3%). Temuan ini menunjukkan bahwa perkerasan kaku secara kumulatif lebih ramah lingkungan. Strategi pengurangan karbon yang direkomendasikan meliputi optimalisasi penggunaan material ramah lingkungan seperti Warm Mix Asphalt (WMA) dan peningkatan efisiensi rantai pasokan logistik dari tambang ke lokasi proyek.</p>2026-10-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jecky Umboh, Beldie Aryona Tombeg, Dian Puspita Sarihttp://sostech.greenvest.co.id/index.php/sostech/article/view/32996 Optimasi Dimensi Kolom dan Balok pada Struktur Atas Kantor Kecamatan Mapanget2026-09-17T09:24:45+00:00Fabio Arvando Tangkouw[email protected]Don Radius Gerald Kabo[email protected]Reiner Willsen Tampi[email protected]<p>Elemen struktur beton bertulang yang berdimensi berlebihan pada bangunan tahan gempa seringkali menyebabkan inefisiensi material, peningkatan biaya konstruksi, dan peningkatan massa seismik efektif yang merugikan. Studi ini bertujuan untuk menentukan dimensi penampang balok dan kolom yang optimal pada struktur atas Gedung Kantor Distrik Mapanget dua lantai dan mengevaluasi respons seismik dan efisiensi volume beton yang dihasilkan. Optimasi dilakukan melalui metode desain ulang simultan bertahap, menggunakan pemodelan elemen hingga tiga dimensi penuh di ETABS v20 di bawah kriteria Rangka Tahan Momen Khusus (SMRF). Kriteria penghentian dan validasi diatur oleh batas pergeseran antar lantai per SNI 1726:2019, kapasitas interaksi aksial-lentur kolom (Rasio PMM <= 1,00), rasio Permintaan-ke-Kapasitas lentur balok (Rasio D/C <= 1,00), pencegahan kegagalan geser beton (O/S #45), dan batasan jarak tulangan per SNI 2847:2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penampang melintang optimal akhir terdiri dari Kolom K1 (45 x 65 cm), K2 (45 x 45 cm), K3 (30 x 30 cm), Balok B1 (40 x 70 cm), B2 (40 x 55 cm), dan B3 (30 x 40 cm). Pergeseran maksimum lantai 1 mencapai 81,18 mm (arah X) dan 52,57 mm (arah Y), memenuhi batas yang diizinkan sebesar 89,00 mm. Optimasi tersebut menghasilkan pengurangan volume beton bersih sebesar 10,86 m3 atau efisiensi material keseluruhan sebesar 16,56% (dengan efisiensi kolom mencapai 34,08%), mengurangi berat seismik bangunan sekitar 26,06 ton dan mengurangi gaya inersia lateral tanpa mengorbankan keamanan struktural.</p>2026-10-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Fabio Arvando Tangkouwhttp://sostech.greenvest.co.id/index.php/sostech/article/view/32999Tinjauan Geometrik di Ruas Jalan Manado Outer Ring Road 12026-09-19T03:58:24+00:00Defan Felix Antaria[email protected]Ahmad Yani Abas[email protected]Franky Riccardo Tombokan[email protected]<p>Kondisi geometrik jalan merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keselamatan, kenyamanan, dan kinerja kendaraan pada suatu ruas jalan. Ketidaksesuaian parameter geometrik seperti radius tikungan, kelandaian memanjang, dan superelevasi dapat meningkatkan risiko gangguan keselamatan lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kondisi geometrik eksisting pada ruas Jalan Manado Outer Ring Road 1 berdasarkan kriteria Pedoman Desain Geometrik Jalan Tahun 2021. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif evaluatif dengan memanfaatkan data primer hasil pengukuran lapangan dan data sekunder sebagai pendukung analisis. Pengukuran topografi dilakukan menggunakan GPS Geodetik/Real-Time Kinematic (RTK), kemudian data diolah menggunakan perangkat lunak AutoCAD Civil 3D untuk memperoleh parameter geometrik jalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi geometrik eksisting belum sepenuhnya memenuhi standar yang ditetapkan. Pada aspek alinyemen horizontal, Tikungan 2 memiliki radius 239 m yang berada di bawah batas minimum 250 m. Pada aspek superelevasi, Tikungan 3 jalur kiri memiliki nilai maksimum sebesar 12,42%, melebihi batas 8%. Selain itu, ditemukan beberapa segmen dengan kelandaian memanjang lebih dari 6%, yaitu pada beberapa STA antara 0+525 hingga 4+300. Temuan ini menunjukkan perlunya evaluasi dan penanganan geometrik lebih lanjut untuk meningkatkan aspek keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Penelitian ini dapat menjadi dasar pertimbangan teknis dalam perbaikan desain maupun pengelolaan ruas Jalan Manado Outer Ring Road 1.</p>2026-10-06T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Defan Felix Antaria, Ahmad Yani Abas, Franky Riccardo Tombokanhttp://sostech.greenvest.co.id/index.php/sostech/article/view/33003Evaluasi Kualitas, Akurasi, dan Stabilitas Penilaian Pemrograman Berbantuan Model Bahasa Besar2026-09-29T02:04:43+00:00Naufal Raihan Saputra[email protected]Ahmad Faqod Kurnia[email protected]Jenny Agustina Rahman[email protected]<p>Model bahasa besar (LLM) menawarkan peluang otomatisasi penilaian pemrograman, tetapi kelayakannya memerlukan bukti akurasi nilai, stabilitas, dan kualitas umpan balik. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi ketiga dimensi tersebut menggunakan data empat kelas praktikum pemrograman yang melibatkan 197 mahasiswa dan 4.664 jawaban. Pendekatan Design Science Research digunakan untuk pengembangan dan evaluasi. Akurasi diperiksa melalui 163 pasangan nilai dengan penilaian asisten historis sebagai pembanding menggunakan korelasi, metrik galat, analisis bias, kesepakatan Bland–Altman, dan kesalahan batas. Stabilitas diuji melalui penilaian berulang dan perbandingan konfigurasi, sedangkan kualitas umpan balik dinilai menggunakan ukuran tekstual otomatis dan tiga penilai LLM. Hasil menunjukkan korelasi kuat dengan nilai asisten (r = 0,854), tetapi disertai bias negatif sistematis 8,97 poin, MAE 10,09, dan RMSE 13,39. Kesalahan klasifikasi lulus menjadi gagal mencapai 17,2–18,4% pada ambang yang diperiksa. Penilaian berulang menunjukkan konsistensi tinggi (ICC = 0,9943), tetapi perubahan versi penilai menggeser nilai 2,49 poin dan pengaturan temperature nol meningkatkan variasi 4,7 kali. Umpan balik memperoleh penilaian kebenaran faktual dan kebahasaan lebih tinggi daripada keterlaksanaan saran, yang memiliki rerata 2,633. Temuan ini menunjukkan bahwa konsistensi belum menjamin validitas penilaian. LLM dapat mendukung pemeringkatan dan penyaringan, tetapi penetapan nilai akhir memerlukan kalibrasi, pengendalian versi, serta pengawasan manusia, terutama pada keputusan akademik dekat ambang kelulusan.</p>2026-10-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Naufal Raihan Saputra, Ahmad Faqod Kurnia, Jenny Agustina Rahmanhttp://sostech.greenvest.co.id/index.php/sostech/article/view/32997Beyond Prompting: Community-Mediated Adaptation in Generative AI-Enabled Digital Work Transformation2026-09-18T03:40:45+00:00Widiantoro Sigit Rahardjo[email protected]<p>Generative Artificial Intelligence (GenAI) has expanded access to digital-solution creation by enabling users to develop applications through natural-language interaction. However, successful initiation does not always lead to reliable completion because users still encounter technical, contextual, and integration challenges that require further adaptation. This study aims to examine how community-mediated adaptation shapes GenAI-enabled digital work transformation, particularly when prompt-based solution development experiences breakdowns. A process-oriented netnographic approach was employed to analyze naturally occurring interactions within a private Indonesian WhatsApp community of OKEGAS users. The dataset consisted of 10,444 user-generated messages, which were screened to identify 177 relevant conversation episodes comprising 1,419 messages from 190 pseudonymized sender identifiers. The findings reveal a recurring process involving prompt-mediated solution initiation, breakdown, peer diagnosis, and adaptive work reconfiguration. User responses after breakdown occurred through recovery-oriented and redirection-oriented adaptation, including repair attempts, rollback, tool or model switching, infrastructure changes, simplification, and discontinuance. These trajectories resulted in varied outcomes, ranging from reported stabilization and deployment progress to persistent failure or abandonment. The study contributes to Technology Affordance Theory by introducing community-mediated adaptation as a post-breakdown pathway in which peer involvement expands the user-AI relationship into a user-AI-peer configuration. The findings highlight that GenAI accessibility must be complemented by human judgment, peer knowledge, and technical capabilities to achieve dependable digital work transformation.</p>2026-10-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Widiantoro Sigit Rahardjohttp://sostech.greenvest.co.id/index.php/sostech/article/view/33002Analisis Karakteristik Uji Marshall pada Campuran AC-BC Menggunakan Pasir Kuarsa Limbah PDAM sebagai Substitusi Filler2026-09-28T03:38:45+00:00Marthen Luter Tjatjawi[email protected]Sudarno Sudarno[email protected]Reiner Willsen Tampi[email protected]<p>Pemanfaatan limbah pengolahan air sebagai bahan konstruksi berpotensi menyediakan alternatif filler pada perkerasan beraspal. Penelitian ini bertujuan menilai karakteristik Marshall campuran <em>Asphalt Concrete–Binder Course</em> (AC-BC) dengan pasir kuarsa limbah Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sebagai substitusi filler serta menentukan proporsi terbaik berdasarkan parameter mekanis dan volumetrik. Penelitian menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan agregat dari Quarry Kema, Lansot, Kabupaten Minahasa Utara, dan aspal penetrasi 60/70. Pasir kuarsa dibersihkan, dikeringkan, dan diayak hingga lolos saringan No. 200. Kadar aspal optimum ditentukan menggunakan variasi kadar aspal 5,0–7,0%, kemudian digunakan pada substitusi filler sebesar 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100%, dengan pemadatan 75 tumbukan pada setiap sisi. Hasil menunjukkan kadar aspal optimum sebesar 5,6%. Substitusi 25% menghasilkan stabilitas 1.322,93 kg, flow 3,61 mm, Marshall Quotient 368,31 kg/mm, VIM 3,90%, VMA 14,88%, dan VFB 74,53%. Stabilitas tertinggi ditemukan pada substitusi 50%, sebesar 1.420,22 kg, sedangkan substitusi 75% dan 100% menghasilkan VIM melebihi 5%. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan substitusi tidak selalu menghasilkan keseimbangan karakteristik campuran yang lebih baik. Substitusi 25% memberikan kombinasi parameter paling sesuai dalam kondisi pengujian dan berpotensi menjadi alternatif filler AC-BC. Pengujian durabilitas, ketahanan terhadap kelembapan, deformasi permanen, serta validasi lapangan diperlukan sebelum penerapan lebih luas untuk memastikan kelayakan dalam kondisi pelayanan.</p>2026-10-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Marthen Luter Tjatjawi, Sudarno Sudarno, Reiner Willsen Tampihttp://sostech.greenvest.co.id/index.php/sostech/article/view/33007Evaluasi Kinerja Waktu dan Mutu AC-WC Asbuton pada Paket Preservasi Jalan di Sulawesi Utara2026-10-05T04:37:45+00:00Dede Rafael Jeremia Kondoy[email protected]Don Radius Gerald Kabo[email protected]Ahmad Yani Abas[email protected]<p>Preservasi jalan memerlukan kemajuan pekerjaan sesuai jadwal dan pemenuhan persyaratan mutu perkerasan, tetapi progres yang dilaporkan belum tentu mencerminkan kualitas pekerjaan terpasang. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja waktu dan kesesuaian mutu AC-WC Asbuton yang terdokumentasi pada Paket Preservasi Jalan Worotican–Poopo–Sinisir dan Worotican–Poigar di Sulawesi Utara. Penelitian menggunakan studi kasus evaluatif dengan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui penelaahan dokumen. Data mencakup sepuluh rekaman progres kumulatif mingguan, jadwal awal, jadwal ADD-02, dokumen anggaran, dan rekap pengujian campuran. Kinerja waktu dianalisis menggunakan Planned Value, Earned Value, Schedule Variance, dan Schedule Performance Index, sedangkan hasil pengujian mutu dibandingkan dengan kriteria Job Mix Formula. Pada minggu kesepuluh, realisasi progres mencapai 34,67%, melampaui rencana 32,36% dengan selisih 2,31 poin persentase. Schedule Performance Index sebesar 1,071 dan Schedule Variance positif sebesar Rp845.235.106,94 menunjukkan keunggulan progres terhadap jadwal awal. Sembilan parameter uji coba lapangan yang memiliki batas penerimaan memenuhi kriteria dokumen. Temuan tersebut menunjukkan kesesuaian kelompok campuran yang diuji, tetapi belum membuktikan mutu seluruh hamparan atau percepatan durasi penyelesaian proyek. Perbedaan tanggal pelaporan dan keterbatasan keterlacakan sampel juga membatasi penilaian hubungan sebab akibat. Penelitian menyimpulkan bahwa indikator waktu dan bukti mutu saling melengkapi sehingga pemantauan berikutnya memerlukan integrasi jadwal yang disahkan, verifikasi kuantitas pekerjaan, dan pengujian produksi yang dapat ditelusuri.</p>2026-10-17T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Dede Rafael Jeremia Kondoy, Don Radius Gerald Kabo, Ahmad Yani Abashttp://sostech.greenvest.co.id/index.php/sostech/article/view/33010Evaluasi Simpangan dan Perencanaan Ulang Struktur atas Gedung Laboratorium Pendidikan di Manado2026-10-07T04:05:54+00:00Raquel Feren Ferdinandus[email protected]Mario Marthen Luther Moningka[email protected]Seska Nicolaas[email protected]<p>Penelitian ini mengevaluasi simpangan dan kapasitas elemen pada konfigurasi struktur atas berdasarkan gambar kerja serta menilai alternatif pembesaran elemen dan sensitivitas batas simpangan terhadap faktor redundansi pada gedung pendidikan dua lantai di Manado. Studi kasus kuantitatif menggunakan model portal ruang tiga dimensi dengan kekakuan penampang retak, analisis respons spektrum, dan pemeriksaan penampang mengacu pada SNI 1726:2019, SNI 2847:2019, dan SNI 1727:2020. Model pembanding ETABS digunakan terbatas untuk karakteristik ragam. Periode fundamental model hitungan turun dari 0,866 detik menjadi 0,581 detik setelah kolom diperbesar dari 450 × 450 mm menjadi 600 × 600 mm dan balok induk dari 350 × 500 mm menjadi 350 × 600 mm. Simpangan kritis turun dari 99,2 mm menjadi 42,4 mm atau 57,3%. Dengan batas dasar ρ = 1,0, simpangan alternatif berada di bawah batas, tetapi ketika batas dihitung dengan ρ = 1,3 seluruh rasio simpangan alternatif berada di atas satu. Pemeriksaan konfigurasi awal juga menunjukkan rasio kebutuhan-kapasitas tertentu di atas satu. Pembesaran elemen meningkatkan kekakuan model dan menurunkan simpangan, tetapi belum membuktikan kepatuhan seismik akhir. Verifikasi masih memerlukan data kelas situs, penerapan faktor redundansi yang konsisten dalam pemodelan, pemeriksaan torsi, sambungan balok-kolom, seluruh kombinasi aksial-lentur kritis, dan pembandingan model dengan parameter yang setara.</p>2026-10-20T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Raquel Feren Ferdinandus, Mario Marthen Luther Moningka, Seska Nicolaashttp://sostech.greenvest.co.id/index.php/sostech/article/view/33012Kadar Styrofoam 4% Menjadi Variasi Terpilih pada Campuran AC-WC Berdasarkan Parameter Marshall2026-10-07T06:38:28+00:00Chrisye Prisilia Tinungki[email protected]Mario Marthen Luther Moningka[email protected]Rilya Rumbayan[email protected]<p>nelitian ini menentukan kadar limbah Styrofoam terpilih pada campuran Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) dan mengevaluasi perubahan karakteristik Marshall dibandingkan campuran tanpa Styrofoam sebagai kontrol pada material lokal Sulawesi Utara. Eksperimen laboratorium menggunakan metode kering dengan kadar aspal terpilih 6,50%. Styrofoam ditambahkan sebesar 0%, 2%, 4%, dan 6% terhadap berat aspal; tiga benda uji digunakan untuk setiap variasi. Parameter yang dievaluasi meliputi stabilitas, flow, VIM, VMA, VFB, dan Marshall Quotient berdasarkan Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2. Campuran kontrol menghasilkan stabilitas 1.467,14 kg. Penambahan Styrofoam 2%, 4%, dan 6% menghasilkan stabilitas masing-masing 904,72 kg, 1.313,54 kg, dan 1.834,10 kg. Variasi 2% dan 4% memenuhi seluruh parameter Marshall yang dipersyaratkan, sedangkan variasi 6% tidak memenuhi persyaratan VIM, VFB, dan flow. Kadar 4% dipilih di antara variasi dengan Styrofoam karena memberikan stabilitas lebih tinggi daripada kadar 2% dan tetap memenuhi seluruh persyaratan, tetapi stabilitasnya tidak melampaui campuran kontrol. Pada agregat lokal dan prosedur pencampuran yang diuji, kadar Styrofoam 4% merupakan variasi tambahan yang paling sesuai berdasarkan kombinasi parameter Marshall. Temuan ini terbatas pada kondisi laboratorium dan komposisi material penelitian, sehingga pengujian durabilitas, ketahanan terhadap kelembapan, dan kinerja lapangan diperlukan sebelum penerapan yang lebih luas.</p>2026-10-20T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Chrisye Prisilia Tinungki, Mario Marthen Luther Moningka, Rilya Rumbayanhttp://sostech.greenvest.co.id/index.php/sostech/article/view/33004Evaluasi Kinerja Struktur dan Estimasi Biaya Balok dan Kolom Baja Gedung Sayap Kiri Polda Sulawesi Utara2026-09-29T07:07:03+00:00Patrick Yeheskiel Saleh[email protected]<p>Perencanaan gedung pemerintahan memerlukan sistem struktur yang mempertimbangkan keselamatan dan biaya konstruksi, terutama pada wilayah dengan bahaya gempa. Penelitian ini bertujuan mengkaji balok dan kolom baja serta mengestimasi biaya struktur gedung sayap kiri Polda Sulawesi Utara di Manado. Penelitian menggunakan studi kasus kuantitatif pada gedung perkantoran tiga lantai dengan luas sekitar 1.500 m². Data diperoleh melalui observasi lapangan, dokumentasi proyek, dan studi pustaka. Pemodelan menggunakan ETABS mempertimbangkan beban mati, beban hidup, dan beban gempa. Gaya dalam digunakan sebagai dasar penentuan profil, sedangkan kuantitas pekerjaan dan harga satuan digunakan untuk menghitung biaya. Hasil menunjukkan momen lentur maksimum balok sebesar 260,38 kN·m, gaya aksial tekan kolom sebesar 1.192,83 kN, dan momen lentur kolom sebesar 316,55 kN·m. Profil yang digunakan meliputi kolom IWF 350×350 serta balok IWF 400×200 dan IWF 350×350. Biaya pekerjaan baja mencapai Rp1.982.000.000,00. Rekapitulasi alternatif mencatat biaya struktur baja sebesar Rp2.631.000.000,00 dan beton bertulang sebesar Rp6.131.761.634,00. Perbandingan tersebut mengindikasikan potensi keuntungan ekonomi struktur baja pada proyek ini, tetapi memerlukan verifikasi kesetaraan cakupan pekerjaan. Kecukupan struktur belum dapat dipastikan karena rasio kebutuhan terhadap kapasitas dan simpangan antarlantai belum disajikan. Penelitian menyimpulkan bahwa pengaitan analisis struktur dengan estimasi biaya memberikan dasar pertimbangan proyek, dengan kebutuhan pemeriksaan teknis dan ekonomi lanjutan sebelum penetapan keputusan.</p>2026-10-20T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Patrick Yeheskiel Salehhttp://sostech.greenvest.co.id/index.php/sostech/article/view/33009Penerapan Metode Aisar dalam Pembelajaran Tahsin Al-Qur'an: Studi Kasus pada Kelompok Ibu-Ibu di Mushalla Baiturrahman Grand Permata Jingga Malang2026-10-06T04:33:05+00:00Diana Diana[email protected]Mega Satria Nurul Falah[email protected]<p>Perempuan dewasa yang mempelajari tahsin Al-Qur’an sering menghadapi kesulitan pelafalan, penerapan tajwid, kelancaran, dan kepercayaan diri sehingga membutuhkan pembelajaran sesuai karakteristik peserta. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kemampuan tahsin sebelum dan sesudah pembelajaran menggunakan Metode Aisar serta mengkaji penerapannya di Mushalla Baiturrahman Grand Permata Jingga, Malang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan rancangan studi kasus, dilaksanakan pada April hingga Juli 2026. Subjek penelitian meliputi 14 peserta perempuan yang dipilih secara purposif dan seorang pengajar. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan, wawancara semiterstruktur, angket, dan dokumentasi. Analisis kualitatif mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi teknik, sedangkan angket dianalisis secara deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa kemampuan awal peserta terkendala ketepatan makhraj, panjang bacaan, konsistensi tajwid, dan kelancaran. Setelah pembelajaran, wawancara dan observasi menunjukkan perkembangan positif pada ketepatan bacaan, kelancaran, serta kepercayaan diri. Dari 280 jawaban angket, 99,64% menyatakan persetujuan, dengan persentase skor 92,32% dan rerata 3,69. Pembelajaran berlangsung melalui pemberian contoh, latihan terbimbing, pengulangan, pembacaan individual, dan koreksi langsung. Temuan menunjukkan bahwa latihan sistematis dan pendampingan suportif sesuai dengan kebutuhan pembelajar dewasa. Metode Aisar mendukung perbaikan tahsin dalam konteks penelitian, tetapi hasil angket mencerminkan persepsi manfaat, bukan peningkatan kemampuan yang diukur objektif. Penelitian selanjutnya perlu menggunakan tes lisan sebelum dan sesudah pembelajaran.</p>2026-10-20T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Diana Diana, Mega Satria Nurul Falahhttp://sostech.greenvest.co.id/index.php/sostech/article/view/33013Analisis Gelagar Jembatan Beton Bentang 15 Meter Menggunakan SAP2000 di Pulau Babar2026-10-08T03:25:51+00:00Sidney Casey Rosalia Palapa[email protected]Julius Everhart Tenda[email protected]Noldie E. Kondoj[email protected]<p>Jembatan menunjang konektivitas transportasi wilayah kepulauan sehingga memerlukan pemeriksaan kekuatan dan kelayanan struktur. Penelitian ini mengkaji dokumentasi desain gelagar T beton bertulang pada rencana Jembatan Batu Merah 2 bentang 15 meter di Pulau Babar. Tujuannya adalah menelaah pemodelan struktur, menyajikan gaya dalam dan penulangan, memeriksa konsistensi kapasitas terpilih, serta memperjelas batas kesimpulan lendutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif analitis berupa studi kasus dengan penelaahan dokumen geometri, mutu material, perhitungan pembebanan, tangkapan layar SAP2000, detail penulangan, dan catatan lendutan. Gaya dalam rencana dipertahankan sesuai sumber, sedangkan luas tulangan, kapasitas lentur, dan kapasitas geser dihitung ulang berdasarkan parameter. Hasil pemeriksaan menunjukkan kapasitas lentur tereduksi sebesar 3.791,207 kNm dan kapasitas geser tereduksi sebesar 792,718 kN, dibandingkan tuntutan momen 1.447,1743 kNm dan geser 722,52 kN. Rasio pemanfaatan lentur sebesar 0,382 dan geser sebesar 0,911 menunjukkan bahwa geser lebih dekat terhadap kapasitas. Lendutan individual terbesar akibat beban lajur mencapai 11,40 mm, di bawah batas pembanding 62,50 mm. Namun, ketidakkonsistenan geometri, ketiadaan berkas model, dan kombinasi pengendali yang belum terlacak membatasi interpretasi hasil. Penelitian menyimpulkan bahwa kecukupan penampang bersifat bersyarat; penetapan keamanan dan kelayanan menyeluruh memerlukan penyelarasan model, verifikasi kombinasi pembebanan, pemeriksaan detail penulangan, serta evaluasi lendutan kombinasi dan jangka panjang sebelum desain akhir dapat ditetapkan.</p>2026-10-20T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Sidney Casey Rosalia Palapa, Julius Everhart Tenda, Noldie E. Kondojhttp://sostech.greenvest.co.id/index.php/sostech/article/view/33017Efektivitas Integrasi CEISA 4.0 dan Coretax dalam Pemadanan Data Faktur Pajak 07 pada Transaksi Kawasan Berikat: Analisis Yuridis dan Kepatuhan Wajib Pajak2026-10-12T03:12:37+00:00Dwi Diah Lestari[email protected]Ayu Wulandari[email protected]P.M. Jhon L. Hutagaol[email protected]Agustina Indriani[email protected]<p>Integrasi sistem kepabeanan dan perpajakan diperlukan untuk mendukung akurasi data serta kepatuhan administrasi dalam transaksi Kawasan Berikat. Namun, konektivitas antarsistem belum selalu menghasilkan otomatisasi menyeluruh, terutama dalam pemadanan dokumen BC 4.0 dengan Faktur Pajak kode 07. Penelitian ini bertujuan mengkaji efektivitas integrasi CEISA 4.0 dan Coretax, kebutuhan intervensi manual dalam penggunaan nomor AJU, serta implikasinya terhadap kepatuhan Wajib Pajak. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan yuridis normatif melalui studi kepustakaan. Bahan hukum primer dan sekunder dianalisis menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan, kasus, dan konseptual, dengan memperhatikan ketersediaan, kelengkapan, akurasi, ketepatan waktu data, serta intervensi manual. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi berpotensi mengurangi penginputan berulang dan ketidaksesuaian data, tetapi masih membutuhkan tindakan pengguna untuk mengidentifikasi serta memasukkan nomor AJU. Ketersediaan data kepabeanan juga menjadi kendala ketika kewajiban penerbitan faktur atas uang muka timbul sebelum dokumen pendukung tersedia atau tervalidasi. Pembahasan menegaskan bahwa interoperabilitas teknis belum dapat disamakan dengan otomatisasi proses bisnis maupun peningkatan kepatuhan yang terukur secara empiris. Penelitian menyimpulkan bahwa efektivitas integrasi bergantung pada kualitas dan kesiapan data serta keselarasan prosedur perpajakan dan kepabeanan. Penyempurnaan identifikasi referensi transaksi, sinkronisasi data, dan prosedur penanganan uang muka diperlukan untuk mengurangi beban administratif serta mendukung penerbitan faktur yang tepat waktu dan sesuai persyaratan fasilitas dalam transaksi Kawasan Berikat.</p>2026-10-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Dwi Diah Lestari, Ayu Wulandari, P.M. Jhon L. Hutagaol, Agustina Indrianihttp://sostech.greenvest.co.id/index.php/sostech/article/view/33008Dari Konsumen Menuju Kreator Iman: Agensi Orang Muda Katolik dalam Katekese Digital2026-10-06T04:03:16+00:00Agustinus Manfred Habur[email protected]Hilda Anggong[email protected]Maksimilianus Jemali[email protected]<p>Budaya digital telah mengubah pengalaman keagamaan kaum muda, tetapi kedekatan dengan media digital belum tentu menghasilkan partisipasi aktif dalam pembentukan iman. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pergerakan Orang Muda Katolik dari konsumsi pasif menuju agensi kateketis digital serta mengidentifikasi kondisi pendukungnya di Stasi Mesi, Paroki Mok, Kabupaten Manggarai Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan melibatkan sepuluh informan Orang Muda Katolik. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan menggunakan konsep agensi kateketis digital sebagai lensa interpretasi. Hasil penelitian mengungkapkan lima tema, yaitu dominasi konsumsi digital, relevansi pengalaman, komunikasi interaktif, dukungan relasional, dan agensi yang mulai bertumbuh. Sebagian peserta pasif dalam katekese meskipun terbiasa menggunakan platform digital. Keterlibatan meningkat ketika materi dikaitkan dengan pengalaman sehari-hari, menggunakan video dan lagu rohani, membuka dialog, serta memperoleh dukungan teman sebaya. Keterbatasan pendampingan, fasilitas, jaringan internet, dan kepercayaan diri digital menghambat partisipasi. Pembahasan menunjukkan bahwa pertumbuhan agensi memerlukan pembentukan iman yang kontekstual, interaktif, dan komunal. Kerangka interpretatif menghubungkan konsumsi digital, relevansi pengalaman, interaksi iman, partisipasi komunal, keterlibatan kreatif, dan agensi yang bertumbuh tanpa mengasumsikan tahapan universal. Penelitian menyimpulkan bahwa katekese digital perlu memberdayakan kaum muda melalui dialog, refleksi, kolaborasi, dan pendampingan gerejawi; produksi konten belum terbukti.</p>2026-10-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Agustinus Manfred Habur, Hilda Anggong, Maksimilianus Jemali