942
Aiyyuffi, Einde Evana, Harsono Edwin
PENGARUH TOTAL ASSETS TURNOVER, NET PROFIT MARGIN,
LEVERAGE, LIKUIDITAS, ARUS KAS OPERASI TERHADAP KESULITAN
KEUANGAN
Aiyyuffi, Einde Evana, Harsono Edwin
Fakultas Ekonomi Universitas Lampung
ayufianas1771@gmail.com
Abstrak
Pada umumnya korporasi dibentuk supaya mendapatkan profit sebesar-besarnya. Namun, dalam
praktiknya situasi perekonomian dalam suatu perusahaan tidak selalu mendapatkan keuntungan seperti
yang diharapkan. Adanya risiko kebangkrutan yang dipunyai oleh tiap industri bisa dijadikan selaku
referensi buat lalu pembaruan, membenarkan kemampuan, serta mencermati situasi finansial perusahaaan
supaya tidak takluk dari industri lain serta bebas dari situasi kesusahan finansial (financial distress). Di
tahun 2019, adanya fenomena Corona virus disease 2019 (Covid-19). Wabah ini, tidak cuma berakibat
kepada permasalahan kesehatan saja, namun berakibat pula pada zona perekonomian karena menimbulkan
dampak perlambatan pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada bermacam industri hadapi situasi
financial distress. Populasi dan sampel pada riset ini yaitu seluruh perusahaan yang bergerak di bidang
turisme, hotel, dan restoran. Riset tersebut termasuk ke macam riset kuantitatif dengan data sekunder dari
berbagai media sumber. Jenis data yang digunakan ialah data sekunder yang didapatkan dari halaman
website www.idx.com. Kemudian, teknik pengumpulan data ialah dengan cara dokumentasi serta
menjadikan penelitian terdahulu serta literatur lain sebagai kajian pustaka. Kemudian, variabel
independen pada riset ini ialah aktivitas, profitabilitas, solvabilitas, likuiditas, dan arus kas operasi.
Sedangkan variabel dependennya ialah financial distress. Teknik analisis data yang digunakan adalah
teknik analisis statistik deskriptif, uji asumsi klasik, uji normalitas, uji multikolinearitas, uji
heteroskedastisitas, uji autokorelasi, dan analisis regresi linear berganda. Kemudian, untuk menguji
hipotesis menggunakan uji kelayakan model (Uji-F), uji koefisien determinasi (R^2), dan Uji T. Penelitian
ini menghasilkan yaitu total asset turnover berpengaruh negatif signifikan bagi financial distress,
kemudian net profit margin berpengaruh negatif juga kepada financial distress. Lalu, arus kas operasi dan
likuiditas juga berpengaruh negatif bagi financial distress. Namun, leverage berpengaruh positif bagi
keadaan financial distress.
Kata kunci: Total Asset Turnover, Net Profit Margin, Arus Kas Operasi, Likuiditas, Leverage,
Financial Distress.
Abstract
In general, corporations are formed in order to get the maximum profit. However, in practice the
economic situation in an enterprise does not always get the expected profit. The risk of bankruptcy owned
by each industry can be used as a reference for renewal, justifying the ability, and observing the company's
financial situation so that it does not fall out of other industries and is free from financial distress
situations. In 2019, there is a phenomenon of Corona virus disease 2019 (Covid-19). This outbreak not
only results in health problems, but also results in economic zones because it causes the impact of slowing
economic growth which has an impact on various industries facing financial distress situations. The
population and samples in this study are all companies engaged in tourism, hotels, and restaurants. The
research is a type of quantitative research with secondary data from various source media. The type of
data used is secondary data obtained from www.idx.com website page. Then, the data collection technique
is by means of documentation and making previous research and other literature as a literature review.
Then, the independent variables in this research are activity, profitability, solvency, liquidity, and
operating cash flow. While the dependent variable is financial distress. The data analysis techniques used
are descriptive statistical analysis techniques, classical assumption tests, normality tests,
multicholinearity tests, heteroskedasticity tests, autocorrelation tests, and multiple linear regression
analysis. Then, to test the hypothesis using the model feasibility test (F-Test), the coefficient of
determination test (R^2), and the T Test, this research resulted in total asset turnover having a significant
negative effect on financial distress, then net profit margin also negatively affecting financial distress.
Jurnal Sosial dan Teknologi (SOSTECH)
Volume 2, Number 11, November 2022
p-ISSN 2774-5147 ; e-ISSN 2774-5155
943
Aiyyuffi, Einde Evana, Harsono Edwin
Pengaruh Total Assets Turnover, Net Profit Margin, Leverage,
Likuiditas, Arus Kas Operasi Terhadap Kesulitan Keuangan
e-ISSN 2774-5155
p-ISSN
2774-5147
Then, operating cash flow and liquidity also negatively affect financial distress. However, leverage has a
positive effect on financial distress.
Keywords : Total Asset Turnover, Net Profit Margin, Operating Cash Flow, Liquidity, Leverage,
Financial Distress
PENDAHULUAN
Pada umumnya korporasi dibentuk supaya mendapatkan profit sebesar-besarnya.
Namun, dalam praktiknya situasi perekonomian dalam suatu perusahaan tidak selalu
mendapatkan keuntungan seperti yang diharapkan. Adanya risiko kebangkrutan yang dipunyai
oleh tiap industri bisa dijadikan selaku referensi buat lalu pembaruan, membenarkan
kemampuan, serta mencermati situasi finansial perusahaaan supaya tidak takluk dari industri
lain serta bebas dari situasi kesusahan finansial (financial distress) (Sofi, 2019). Di tahun 2019,
adanya fenomena Corona virus disease 2019 (Covid-19). Wabah ini, tidak cuma berakibat
kepada permasalahan kesehatan saja, namun berakibat pula pada zona perekonomian karena
menimbulkan dampak perlambatan pertumbuhan ekonomi yang berdampak pada bermacam
industri hadapi situasi financial distress. Tidak hanya itu, sebuah industri yang bergerak di
bidang turisme yaitu PT Jakarta International Hotel & Development Tbk, (JIHD) menemukan
adanya angka laba usaha yang turun sebanyak Rp. 224.24 miliar atau 235% di periode 2020
dibandingkan keuntungan di periode 2019 sebanyak Rp.95.33 miliar. Kemudian, PT Bayu
Buana Tbk (BAYU), dikarenakan adanya wabah tersebut pada awal periode 2020, industri
memperoleh keuntungan yang turun sampai 60,91% year on year (yoy) yaitu Rp 408,82 miliar
serta menemukan situasi kerugian Rp 7,04 miliar. Kondisi kesulitan keuangan yang dialami
menjadikan manajemen melakukan berbagai cara untuk tetap menjalankan aktivitas bisnisnya
(Muslim, 2020). Lalu dengan berlandaskan sejumlah informasi yang peneliti himpun dari
www.idx.co.id sejak periode 2017 terjadi delisting pada perusahaan yang ada di Indonesia,
kemudian menyikapi dengan adanya fenomena yang terjadi di Indonesia, bahwa sektor
tourism, restaurant & hotel ialah zona yang sangat mengalami efek dari Covid-19 sehingga
mengindikasikan bahwa sektor tersebut rentan untuk mengalami kondisi kebangkrutan, alhasil
berarti buat dicoba perkiraan kesusahan finansial semenjak dini supaya industri bisa
melaksanakan suat langkah buat mengestimasi yang membidik pada kehancuran industry
(Kuswara et al., 2019).
Penelitian ini juga dilakukan untuk menyempurnakan penelitian terdahulu yang sudah
dilakukan oleh peneliti-peneliti sebelumnya. Daftar penelitian terdahulu yang terkait dengan
penelitian ini akan ditampilkan dalam tabel 1 sebagai berikut.
Tabel I. Penelitian terdahulu yang terkait
Peneliti
Judul Penelitian
Hasil
Perbedaan
(Jiming &
Weiwei, 2011)
An Empirical
Study on the
Corporate
Financial
Distress
Prediction
Based on
Logistic Model :
Evidence from
China’s
Manufacturi ng
Industry
Variabel Y:
financial distress
Variabel X :
cash to current
liabilities ratio
debt equity
ratio,
debt assets
ratio,
inventory
turnover,
Hasil penelitian
menunjukkan bahwa
cash to current liabilities
ratio serta debt assets
ratio memberikan
pengaruh yang baik
untuk situasi kesulitan
keuangan. Sedangkan
Total assets turn over
memberikan efek yang
tidak baik untuk kondisi
kesulitan keuangan.
944
Aiyyuffi, Einde Evana, Harsono Edwin
Pengaruh Total Assets Turnover, Net Profit Margin, Leverage,
Likuiditas, Arus Kas Operasi Terhadap Kesulitan Keuangan
e-ISSN 2774-5155
p-ISSN
2774-5147
Peneliti
Judul Penelitian
Hasil
Perbedaan
total assets turn
over board size
(Triwahyuningtias
& Muharam,
2012)
Analisis Pengaruh
Struktur
Kepemilikan,
Ukuran Dewan,
Komisaris
Independen,
Likuiditas Dan
Leverage Terhadap
Terjadinya Kondisi
Financial Distress
Variabel Y:
financial distress
Variabel X :
Struktur
Kepemilikan
Ukuran Dewan
Komisaris
Independen
Likuiditas
Leverage
Hasil penelitian
membuktikan kalau
faktor yang teruji
mempunyai akibat yang
penting kepada
terbentuknya situasi
kesulitan keuangan
merupakan kepemilikan
administratif,
kepemilikan
institusional, dimensi
badan dewan, leverage.
Kemudian, dimensi
badan komisaris serta
komisaris bebas
mempunyai akibat yang
penting kepada situasi
kesulitan keuangan.
(Hidayat &
Meiranto, 2014)
Prediksi Financial
Distress
Perusahaan
Manufaktur Di
Indonesia.
Variabel Y:
financial distress
Variabel X :
Leverage
Likuiditas
Aktivitas
Profitabilitas
Hasil riset membuktikan
kalau perbandingan
leverage, perbandingan
likuiditas, serta
perbandingan kegiatan
mempengaruhi kepada
situasi kesulitan
keuangan. Sebaliknya
perbandingan
profitabilitas serta firm
size tidak mempengaruhi
kepada situasi kesulitan
keuangan.
METODE PENELITIAN
Populasi pada riset tersebut ialah korporasi yang bergerak di area tourism, restaurant & hotel di
mana ada di daftar BEI periode 2019-2021. Sedangkan metode penghimpunan objek riset dilakukan
dengan metode purposive sampling, yaitu objek dipilih melalui berbagai evaluasi tertentu (Sugiyono,
2013). Dengan pertimbangan sebagai bahwa Korporasi yang diputuskan ialah yang bergerak di zona
tourism, restaurant & hotel di mana ada di daftar BEI pada tahun 2019-2021. Industri yang
menyuguhkan informasi dengan baik serta dapat diidentifikasi sepanjang tahun penelitian yaitu 2019-
2021.
Riset tersebut termasuk ke macam riset kuantitatif dengan data sekunder dari berbagai media
sumber. Laporan tahunan periode 2019-2021 menjadi sumber data yang diakses dari situs BEI dalam
laman www.idx.co.id serta halaman website korporasi. Adapun teknik penghimpunan informasi pada
riset tersebut ialah teknik dokumentasi sebagai pengumpulan data, di mana penelitian terdahulu dan
dukungan literatur lain menjadi sumber atas studi pustaka
HASIL DAN PEMBAHASAN
1. Pengaruh Total Assets Turnover Terhadap Kesulitan Keuangan.
Anggapan kesatu di riset tersebut ialah Total aset turnover berpengaruh negatif terhadap
945
Aiyyuffi, Einde Evana, Harsono Edwin
Pengaruh Total Assets Turnover, Net Profit Margin, Leverage,
Likuiditas, Arus Kas Operasi Terhadap Kesulitan Keuangan
e-ISSN 2774-5155
p-ISSN
2774-5147
kesulitan keuangan”. Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan, didapatkan hasil bahwa
total aset turnover memiliki bentuk minus dengan angka koefisien beta yakni -0,566 serta angka
signifikan yakni 0,004 < 0,05, di mana perihal itu meyakinkan jika aspek leluasa totalitas asset
turnover pengaruhi kurang dengan cara langsung pada faktor terikat kesusahan finansial yang
maksudnya faktor Total Assets Turnover mempengaruhi kepada kesusahan finansial atau dengan
tutur lain dapat dikatakan jika asumsi awal (H1) diperoleh. Total Assets Turnover mempunyai efek
yang minus buat kesusahan finansial. Maksudnya kala TATO membuktikan nilai yang besar,
berakibat pada penyusutan kesusahan finansial.
Dari hasil analisis statistik dan justifikasi penelitian ini dapat menjadi jawaban untuk dapat
mengantisipasi atau menyelesaikan fenomena penyebaran penyakit Corona di mana belum selesai
dan dengan adanya pembatasan aktivitas yang diterapkan pemerintah, mengakibatkan penurunan
pada rasio total assets turnover khususnya pada perusahaan sub sektor tourism, hotel & restaurant.
Hal ini menunjukkan bahwa saat terjadinya wabah penyebaran virus Covid-19 perputaran aset
semakin terhambat, diindikasikan bahwa pemicu nilai perbandingan yang kecil ini bisa dipengaruhi
oleh sejumlah parameter, misalnya pembuatan produk yang berlebihan di mana dialami oleh suatu
perusahaan namun permintaan atau minat terhadap produk menurun (Siswati, 2021). Perihal ini bisa
diakibatkan sebab terdapatnya hambatan dalam rantai stok, alhasil jumlah produk tidak bisa penuhi
sasaran pemasaran industri. Maka hal tersebut berpengaruh terhadap ketidakmampuan perusahaan
dalam meningkatkan penjualan karena perputaran aset yang terhambat.
Rasio total aset turnover dapat dijadikan prediksi sebelum industri hadapi situasi kesusahan
finansial. Perihal ini disebabkan bila industri mempunyai perbandingan keseluruhan aset turnover
yang besar hingga bisa dijadikan referensi untuk para pihak dalam atau pihak eksternal yang bisa
dijadikan analisa dalam pengumpulan ketetapan. Makin kecil total asset turnover yang dipunyai oleh
sesuatu industry (Anggraeni, 2017). Hingga menunjukkan kalau tidak maksimalnya keuntungan
yang diperoleh dari totalitas aset yang dipunyai. Perihal itu membawa alamat industri hendak hadapi
kesusahan finansial (Rukmi et al., 2012). Di mana akibat pandemi Covid-19 melanda, aset yang
dimiliki tidak lebih cepat berputar sehingga tidak maksimalnya laba yang didapatkan serta
keseluruhan aset yang dimiliki diindikasikan tidak efisien dalam menghasilkan penjualan.
2. Pengaruh Net Profit Margin Terhadap Kesulitan Keuangan
Anggapan kedua pada riset tersebut ialah “Net profit margin berpengaruh negatif kepada
kesulitan keuangan". Dari Tabel 4.10 didapatkan hasil bahwa Net profit margin memiliki arah
negatif yang bernilai koefisien beta -0,597 serta bernilai signifikansinya yaitu 0,000 < 0,05, di mana
hal tersebut menunjukkan jika variabel bebas Net profit margin memiliki efek minus terhadap
kesulitan keuangan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Net profit margin memiliki efek
kepada kesulitan keuangan di industri turisme, restaurant & hotel di mana ada di daftar BEI periode
2020, ataupun dengan tutur lain bisa dibilang kalau anggapan 2 (H2) diterima.
Dari hasil analisis statistik dan justifikasi penelitian ini dapat menjadi jawaban untuk dapat
mengantisipasi atau menyelesaikan fenomena pandemi Covid-19, memberikan dampak penurunan
pada rasio Net profit margin karena ketidakmampuan perusahaan memaksimalkan laba dari
penjualan yang dimiliki. Maksudnya keahlian industri penginapan, restoran serta pariwisata dalam
memperoleh profit dengan modal sendiri hadapi penyusutan yang lumayan penting (YAWAN,
2022). Penyusutan ini terjalin karena menurunnya jumlah laba yang diperoleh di musim wabah
penyakit. Perihal ini diakibatkan sebab dengan terdapatnya kebijaksanaan penguasa yang
diaplikasikan dikala musim wabah penyakit, membuat aktivitas operasional industri tidak berjalan
dengan bagus alhasil keuntungan yang diperoleh tidak maksimum. Kecilnya skor NPM diakibatkan
sebab minimnya kemampuan manajemen buat memencet anggaran yang bisa kurangi jumlah
keuntungan bersih. Situasi tersebut menerangkan kalau mungkin industri hadapi financial distress
terus menjadi besar. Dalam perihal ini bisa disimpulkan kalau kala NPM bertambah hingga terus
menjadi kecil mungkin industri itu hadapi situasi kesulitan finansial.
3. Pengaruh Leverage Terhadap Kesulitan Keuangan.
Hipotesis selanjutnya yakni “Leverage berpengaruh positif terhadap kesulitan keuangan”.
Dari Tabel 4.10, didapatkan hasil bahwa leverage bernilai koefisien beta 0,468 serta bernilai
signifikansinya yakni 0,000 < 0,05, di mana perihal itu membuktikan kalau elastis bebas leverage