Volume 1, Nomor 4, April 2021
p-ISSN 2774-5147 ; e-ISSN 2774-5155
303
http://sostech.greenvest.co.id
KAJIAN KELAYAKAN LOKASI TAPAK SERTA POTENSI
UNGGULAN PADA RSUD DR.P.P MARGETTI SAUMLAKI
KEPULAUAN TANIMBAR
Andiyan dan Denny Heriyanto
Universitas Faletehan
E-mail: andiyanarch@gmail.com dan property2lestari@gmail.com
Diterima:
13 Februari 2021
Direvisi:
10 April 2021
Disetujui:
14 April 2021
Abstrak
Kecamatan Tanimbar Selatan dengan pusatnya di Saumlaki
dalam Perpres No. 33 tahun 2015 diarahkan sebagai pusat
kegiatan utama untuk peningkatan pelayanan pertahanan dan
keamanan serta pendorong pengembangan kawasan perbatasan
negara. Pada pasal 10 ditetapkan pula strategi pengembangan
sistem pusat pelayanan perbatasan negara berbasis gugus pulau
dan meningkatkan keterkaitan pusat pelayanan perbatasan
dengan Pusat Kegiatan Nasional (PKSN) Saumlaki sebagai pusat
pelayanan utama. Salah satu fungsi dari PKSN Saumlaku adalah
sebagai Pusat Pelayanan Kesehatan. Oleh karena itu guna
mewujudkan pengembangan PKSN Saumlaki, percepatan
pengembangan pusat pelayanan kesehatan merupakan strategi
yang perlu direalisasikan. Sebagai institusi medis rujukan yang
memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, rumah
sakit memiliki peran strategis yang sangat penting dalam
percepatan peningkatan kesehatan masyarakat. di daerah
perbatasan negara. Dampak pertumbuhan penduduk dan
peningkatan ekonomi niscaya akan meningkatkan permintaan
akan layanan rumah sakit berkualitas tinggi yang mencakup
semua sektor masyarakat. Dengan demikian untuk meningkatkan
akses publik terhadap pelayanan kesehatan rumah sakit di
kawasan perbatasan negara, pemerintah daerah Kabupaten
Kepulauan Tanimbar berencana akan membangun rumah sakit
Ukularan di Kecamatan Lauran.
Kata kunci: Rumah sakit; Kesehatan; Pengembangan; Strategis
Abstract
South Tanimbar District with its center in Saumlaki in
Presidential Decree No. 33 of 2015 is directed to be the main
activity center in enhancing state defense and security services
as well as encouraging the development of state border areas.
Article 10 also stipulates the strategy for developing a state
border service center system based on island clusters and
increasing the linkage of the border service center with the
Saumlaki national activity center (PKSN) as the main service
center. One of the functions of PKSN Saumlaku is as a Health
Service Center. Therefore, in order to realize the development of
PKSN Saumlaki, accelerating the development of health service
centers is a strategy that needs to be realized. The hospital as a
referral health facility that provides health services to the
community has a very strategic role in accelerating the
improvement of the public health status in the border areas of the
country. The effect of population growth and economic
Andiyan dan Denny Heriyanto
304
Kajian Kelayakan Lokasi Tapak serta Potensi Unggulan
pada RSUD Dr.P.P Margetti Saumlaki Kepulauan Tanimbar
SOSTECH, 2021
improvement will certainly increase the need for quality hospital
services that reach all levels of society. Thus, in order to increase
public access to hospital health services in the border area of the
country, the Regional Government of the Tanimbar Islands
Regency plans to build a Ukularan Hospital in Lauran District.
Keywords: Hospital; Health; Development; Strategic
PENDAHULUAN
Dalam menyusun perencanaan dan pelaksanaan kegiatan pembangunan infrastruktur
(Asariansyah, 2013) maka dalam memboboti usulan perencanaan dimaksud salah satunya
persyaratan teknis yang harus dilengkapi adalah dokumen kajian kelayakan (Feasibility
Study) yang dapat menganalisis tingkat kelayakan pelaksanaan pembangunan infrastruktur
(Safitri & Mu’min, 2020) di sebuah kawasan sehingga dampak dari pembangunan
dimaksud benar-benar memberikan manfaat bagi tatanan kehidupan masyarakat. Oleh
karena itulah sebagai komitmen terhadap pengembangan kawasan perbatasan, Pemerintah
Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar melalui Dinas Kesehatan dalam pengembangan
wilayah perbatasan menyelenggarakan Kegiatan Penyusunan Dokumen Fisibility Study
(FS) Pembangunan Rumah Sakit Ukurlaran sebagai tindak lanjut dari strategi
pengembangan Rumah Sakit di wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (Jasa,
Penyusunan, Jasa, & Penyusunan, n.d.)
Rencana membangun atau mengembangkan suatu rumah sakit idealnya akan diawali
oleh suatu kajian studi kelayakan/feasibility study, yang dapat menganalisis tingkat
kelayakan melaksanakan pembangunan rumah sakit (Wilujeng, Riyadi, & Ridwan, 2019)
sehingga dampak dari pembangunan dimaksud benar-benar memberikan manfaat bagi
tatanan kehidupan masyarakat, terutama di Kabupaten Kepulauan Tanimbar Kecamatan
Tanimbar Selatan dengan pusatnya di Saumlaki dalam Perpres No. 33 Tahun 2015
diarahkan sebagai pusat aktivitas utama dalam peningkatan pelayanan pertahanan dan
keamanan negara serta mempromosikan pembangunan kawasan perbatasan
nasional.(García Reyes, 2013)
Pada pasal 10 ditetapkan pula strategi pengembangan sistem pusat pelayanan
perbatasan negara berbasis gugus pulau dan meningkatkan keterkaitan pusat pelayanan
perbatasan dengan Pusat Kegiatan Nasional (PKSN) Saumlaki sebagai pusat pelayanan
utama. Salah satu fungsi dari PKSN Saumlaki adalah sebagai Pusat Pelayanan Kesehatan.
Oleh karena itu, guna mewujudkan pengembangan PKSN Saumlaki, percepatan
pengembangan pusat pelayanan kesehatan merupakan strategi yang perlu direalisasikan.
Sebagai institusi kesehatan rujukan yang memberikan pelayanan kesehatan kepada
masyarakat, rumah sakit (Hidayati, Suryawati, & Sriatmi, 2014) memiliki peran strategis
yang sangat penting dalam percepatan perbaikan kondisi kesehatan masyarakat di wilayah
perbatasan Negara (A’yuni, 2018). Dampak pertumbuhan penduduk dan peningkatan
ekonomi (Crismanto, 2017) pasti akan meningkat permintaan akan pelayanan rumah sakit
yang berkualitas yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat (Magdalena, Arto, &
Ginting, 2013). Dengan demikian untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan
kesehatan rumah sakit di daerah perbatasan negara, pemerintah daerah Kabupaten
Kepulauan Tanimbar berencana akan membangun rumah sakit Ukularan di Kecamatan
Lauran.
Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu memperoleh kajian kelayakan pembangunan
rumah sakit secara menyeluruh, terlaksananya proyek pembangunan infrastruktur yang
memenuhi persyaratan teknis dengan periode pelayanan yang sesuai
Volume 1, Nomor 4, April 2021
p-ISSN 2774-5147 ; e-ISSN 2774-5155
228
http://sostech.greenvest.co.id
305
dengan umur teknis bangunan dan kapasitas pelayanan yang sesuai dengan rencana,
terjaminnya kesinambungan pembangunan, dimana konsep yang diterapkan sudah
mempertimbangkan: kearifan lokal, kemampuan keuangan, kemampuan kelembagaan
pengelola, dan kemampuan sumber daya manusia yang tersedia, proyek yang akan
dibangun dapat secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi lingkungan sekitar. dan
mendapatkan dasar untuk perkembangan tubuh yang progresif, dan menghubungkan
dengan pengembangan rencana pelayanan kesehatan dan manajemen rumah sakit secara
keseluruhan. Reformasi peraturan transportasi adalah salah satu cara untuk memperbaiki
situasi ini (Radja, 2016) dan menarik investasi modal perkeretaapian yang lebih besar
(Andiyan & Rachmat, 2021) dan guna memungkinkan struktur manajemen perkeretaapian
yang lebih inovatif untuk mengurus promosi penggunaan kereta api untuk mengangkut
barang dengan cara yang lebih efektif.(Andiyan & Rachmat, 2021)
METODE PENELITIAN
Metode penelitian yang digunakan, yaitu analisis deskriftif komparasi. Analisis
ini adalah membandingkan keadaan lapangan dengan teori. Berupa mengadakan survey
lapangan dengan wawancara dan mengumpulkan data, yaitu konsep bangunan, gambar
kerja, dan foto. Kemudian dibandingkan dengan teori- teori yang berhubungan dengan
rumah tinggal, t atanan ruang dalam dan lahan berkontur, sehingga dapat mencapai
sebuah kesimpulan yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan ketika membangun
di lahan berkontur yang curam.Tinjauan Desa Benowo, Cacaban Kidul, Cacaban Lor,
dan Pekacangan di Kecamatan Bener serta Desa Sedayu di Kecamatan Loano, Kabupaten
Purworejo sebagai pendukung sebuah Gedung Tourist Information Center Highland
Borobudur. Tinjauan pustaka diperoleh landasan teori, standar perancangan, kebijaksanaan
perencanaan dan perancangan(survey lapangan, surfing internet, studi literatur) Kondisi
fisik Non fisik, Geografi dll. Selain itu dilakukan pula studi banding Kompilasi data
hasil studi lapangan dan studi banding dengan studi pustaka. Pengumpulan data dilakukan
untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan
perancangan.(Bandung, n.d.)
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.
Lokasi dan Lahan
Rencana pembangunan rumah sakit Ukularan lokasinya di desa Lauran di
Kecamatan Tanimbar Selatan. Lokasi berada di sisi jalan kabupaten dengan
aksesibilitas yang cukup tinggi. Lokasi dilalui oleh angkutan umum antar daerah dan
antar desa di dalam wilayah Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Sementara di sekitar
lokasi terdapat aktifitas yang bersifat strategis yaitu kompleks Markas Kodim. Lahan
yang berada dilokasi memiliki luas ± 40.000 m
2
atau 4 Ha. Penggunaan lahan pada
lokasi pembangunan rumah sakit Ukularan saat penelitian ini adalah sebagai kampus
Akademi Perawatan, dimana 30% lahan merupakan daerah terbangunan sebagai
fasilitas kegiatan kampus. Bangunan yang ada umumnya sangat tidak terawat.
Sementara secara fisik lahan yang ada merupakan dataran yang cukup baik bagi
pengembangan rumah sakit. Infrastruktur yang sudah menjangkau kawasan
pengembangan rumah sakit ini adalah sistem jaringan air bersih, jaringan listrik dan
jaringan jalan kabupaten. Kondisi ini mendukung bagi kegiatan pengembangan rumah
sakit Ukularan. Status lahan adalah milik pemda Kabupaten Kepulauan Tanimbar,
dengan demikian segara legal lahan tersebut tidak dalam sengketa,