Volume 1, Nomor 5, Mei 2021
p-ISSN 2774-5147 ; e-ISSN 2774-5155
390
http://sostech.greenvest.co.id
ANALISIS PREDIKSI KEBANGKRUTAN STUDI KASUS
PERUSAHAAN JASA SUB SEKTOR HOTEL, PARIWISATA DAN
RESTORAN
Ambarrani
Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta
E-mail: Ambarkarasawa12b@gmail.com
Diterima:
22 April 2021
Direvisi:
4 Mei 2021
Disetujui:
14 Mei 2021
Abstrak
Setiap perusahaan memiliki risiko mengalami kebangkrutan
karena kesulitan keuangan dapat saja terjadi di masa depan yang
mana apabila tidak diatasi secara intensif akan berakibat fatal
bagi keberlangsungan hidup perusahaan. Kebangkrutan
merupakan kondisi perusahaan mengalami ketidakcukupan dana
untuk melakukan kegiatan usaha yang dijalankan karena tidak
mampu lagi menghasilkan laba. Penelitian ini bertujuan untuk
mencari tahu tingkat kebangkrutan yang dihadapi oleh
perusahaan jasa sub sektor hotel, rumah makan dan pariwisata
menggunakan alat analisis metode Altman Z-Score. Penelitian
ini termasuk ke dalam penelitian deskriptif. Sampel dalam
penelitian ini adalah perusahaan jasa sub sektor hotel, restoran
dan pariwisata yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dari
tahun 2014-2018. Teknik pengambilan sampel menggunakan
teknik dokumentasi, yaitu dengan mengumpulkan data,
mempelajari data dan menganalisis data sekunder yang diambil
dari laporan keuangan perusahaan. Jumlah sampel yang diambil
sejumlah tiga perusahaan selama lima tahun periode tahun
berjalan. Data analisis diambil sesuai dengan rasio rasio
keuangan dalam metode analisis Altman Z-Score. Hasil
penelitian menunjukan bahwa perusahaan-perusahaan yang
dipilih ratarata berada di daerah rawan bangkrut/grey area
sesuai dengan hasil perolehan nilai Z-Score yang ditentukan
dalam metode analisis Altman Z-Score.
Kata kunci: Analisis Prediksi Kebangkrutan; Altman Z-Score;
Perusahaan Jasa Subsektor
Abstract
Every company has the risk of bankruptcy because financial
difficulties may occur in the future which if not addressed
intensively will be fatal to the sustainability of the company.
Bankruptcy is a condition of the company experiencing
insufficient funds to conduct business activities carried out
because it is no longer able to generate profit. The study aims to
find out the level of bankruptcy faced by sub-sector service
companies of hotels, restaurants and tourism using altman Z-
Score method analysis tools. This research is included in
descriptive research. The sample in this study is a hotel,
restaurant and tourism sub-sector services company listed on the
Indonesia Stock Exchange (IDX) from 2014-2018. Sampling
techniques use documentation techniques, namely by collecting
data, studying data and analyzing secondary data taken from the
Analisis Prediksi Kebangkrutan Studi Kasus Perusahaan SOSTECH, 2021
Jasa Sub Sektor Hotel, Pariwisata dan Restoran
Ambarrani
391
company's financial statements. The number of samples taken by
a total of three companies during the five-year period. The
analysis data is taken according to the ratio financial ratio in
altman Z-Score analysis method. The results showed that the
companies selected on average were in the area prone to
bankruptcy / grey area in accordance with the results of the Z-
Score score determined in the Altman Z-Score analysis method.
Keywords: Bankruptcy Prediction Analysis; Altman Z-Score;
Subsector Services Company
PENDAHULUAN
Kebangkrutan adalah kondisi dana perusahaan mengalami ketidakcukupan untuk
melakukan kegiatan usaha untuk dijalankan kembali (Karina, 2014), karena jika
dijalankan akan tetap tidak mendapatkan dan menghasilkan keuntungan (Budhijana &
Nelmida, 2018). mengatakan kesulitan keuangan akan dialami oleh perusahaan sebelum
mengalami kebangkrutan. Kebangkrutan didefinisikan sebagai suatu kegagalan yaitu
kegagalan ekonomi dan kegagalan bisnis (Sopian & Rahayu, 2017). Kegagalan ekonomi
berarti bahwa laba yang diperoleh perusahaan tidak mampu lagi menutupi biaya-biaya
yang dimiliki (Korry et al., 2019). Sedangkan kegagalan bisnis yakni bisnis yang berhenti
beroperasi karena perusahaan tidak mampu memenuhi kewajiban yang dimiliki (Korry et
al., 2019). Seiring perkembangan zaman dan cepatnya arus globalisasi yang
memengaruhi pertumbuhan di Indonesia (Surahman, 2013), ini memengaruhi lajunya
pertumbuhan ekonomi negara. Pertumbuhan ekonomi negara salah satunya dipengaruhi
oleh kinerja bisnis dari perusahaan–perusahaan yang beroperasi (Nugroho & Rohman,
2012), baik perusahaan jasa maupun produk (Ariani, 2009). Pertumbuhan ekonomi
negara yang dipengaruhi oleh kinerja bisnis dari perusahaan-perusahaan ini selalu
mengalami peningkatan (Atmaja & Mahalli, 2015), namun ada juga perusahaan–
perusahaan yang kadang tidak semua orang tahu bahwa sebenarnya di balik lajunya
kinerja perusahaan terdapat kendala–kendala yang bisa menyebabkan kebangkrutan (Dou,
Hermuningsih, & Wiyono, 2018).
Ancaman yang paling di takuti perusahaan adalah kebangkrutan (Manurung, Tiara,
& Ovami, 2019). Kebangkrutan terjadi karena perusahaan tidak mampu untuk melunasi
kewajiban perusahaannya (Saleh & Sudiyatno, 2013). Agar perusahaan tidak terjadi
kebangkrutan, perusahaan harus lebih dini dalam melakukan analisis (Sarwani & Sunardi,
2019), laporan keuangan dapat digunakan oleh perusahaan untuk melakukan analisis
keuangan (Maith, 2013). Dengan melakukan analisis ini, sangat bermanfaat bagi
perusahaan untuk melakukan pencegahan kebangkrutan (Purba, 2015).
Analisis prediksi kebangkrutan merupakan salah satu bentuk usaha penelitian
terhadap kemampuan perusahaan dalam melakukan kegiatan operasionalnya (Alim,
2017), yang tercermin pada laporan keuangan. Dari laporan keuangan tersebut kemudian
di teliti dan di evaluasi sehingga akan diperoleh suatu informasi mengenai kondisi dan
kinerja financial perusahaan baik masa sekarang maupun pada masa yang akan datang.
Hasil dari analisis tersebut akan sangat bermanfaat, karena yang pertama bagi pihak
manajemen perusahaan itu sendiri dalam mengetahui kondisi perusahaan, baik internal
maupun eksternal perusahaan dan dapat membantu untuk memaksimalkan kembali
strategi yang telah ditetapkan oleh manajemen. Yang kedua, hasil dari analisis tersebut
bagi pihak investor sebagai bahan pertimbangan untuk memilih perusahaan yang layak
untuk diberikan investasi. Pihak lainnya yang bersangkutan dengan operasional
perusahaan yang membutuhkan hasil dari analisis kebangkrutan tersebut.
Volume 1, Nomor 5, Mei 2021
p-ISSN 2774-5147 ; e-ISSN 2774-5155
392
http://sostech.greenvest.co.id
Selain itu, penelitian ini dibuat untuk membuktikan bahwa apakah dengan
menerapkan metode analisis Altman Z-Score sangat cocok dalam memprediksi kondisi
perusahaan yang kemungkinan mengalami kebangkrutan atau berada dalam kondisi
kondisi tertentu yang mengarah ke kondisi bangkrut. Dapat membuktikan bahwa dengan
menerapkan metode analisis Altman Z-Score memang alat prediksi sangat cocok
digunakan dalam memprediksi kebangkrutan sebuah perusahaan khususnya perusahaan
pertambangan yang Peneliti pilih, yaitu BAYU, JSPT, dan ICON. Penelitian ini bertujuan
untuk mencari tahu tingkat kebangkrutan yang dihadapi oleh perusahaan jasa sub sektor
hotel, restoran, dan pariwisata menggunakan alat analisis metode Altman Z-Score.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diambil dari Bursa Efek Indonesia
(BEI) berupa laporan keuangan perusahaan. Penelitian ini dilakukan di Pojok Bursa Efek
Indonesia (BEI) yang ada di Fakultas Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa,
Yogyakarta dari bulan November sampai Desember.
Data yang dibutuhkan dalam penelitian ini terdiri dari laporan keuangan bagian
neraca, laporan keuangan bagian perubahan modal dan laporan keuangan bagian laba rugi
perusahaan pada tahun 2011 sampai tahun 2015.
Langkah yang dilakukan dengan menggunakan metode analisis Altman Z-Score
untuk perusahaan non manufaktur yaitu model Altman Modifikasi agar dapat menilai
kondisi perusahaan tersebut. Setelah menghitung rasio–rasio pada perusahaan, langkah
selanjutnya adalah menghitung nilai Z-Scorenya. Karena sampel perusahaan ini adalah
perusahaan non manufaktur yaitu PGLI, JSPT, dan PNSE yang bergerak dibidang
perusahaan jasa (C).
Penelitian ini dilakukan di Pojok Bursa Efek Indonesia (BEI) yang ada di Fakultas
Ekonomi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta. Penelitian ini dimulai pada
akhir bulan November sampai bulan Desember 2020.
Metode pengumpulan data dalam penelitian ini adalah teknik dokumentasi, dengan
mengumpulkan data, mempelajari data dan menganalisis data sekunder yang sudah
diambil sebelumnya. Data sekunder tersebut diperoleh dari website
https://www.idx.co.id/ berupa laporan keuangan, catatancatatan dan informasi yang
berkaitan dengan penelitian ini.
Alasan pengambilan sampel ini karena berdasarkan laporan keuangan tahun 2014
sampai tahun 2018 terjadi fluktuasi nilai rasio–rasio keuangan yang digunakan dalam
metode analisis Altman Z-Score. Alasan lain pengambilan sampel ini adalah karena
maraknya pertumbuhan perusahaan sektor sejenis yang mungkin akan memengaruhi
kinerja dari perusahaan–perusahaan yang dipilih.
Dalam melakukan analisis data ada beberapa langkah yang harus di pahami yaitu,
mengumpulkan data yang di butuhkan, menghitung rasio keuangan, menghitung nilai Z-
Score dan menganalisis nilai Z-Score
Analisis Prediksi Kebangkrutan Studi Kasus Perusahaan SOSTECH, 2021
Jasa Sub Sektor Hotel, Pariwisata dan Restoran
Ambarrani
393
HASIL DAN PEMBAHASAN
Tabel 1. Modal Kerja/Total Aset X
1
#= Working Capital to Total Assets
No Tahun
Emiten
2014
2015
2016
2017
2018
Tabel 2. Laba Ditahan/Total Aset X
2
#= Retained Earnings to Total Assets
No Tahun
1
2014
2
2015
3
2016
4
2017
5
2018
Tabel 3. X
3
#= Earning Before Interest and Taxes (EBIT) to Total Assets
No Tahun
1
2014
2
2015
3
2016
4
2017
5
2018
Tabel 4. X
4
#= Sales to Total Assets (Penjualan/Total Aset)
No Tahun
1
2014
2
2015
3
2016
4
2017
5
2018
Setelah menghitung rasio-rasio keuangan dalam model Z-Score untuk menilai
kondisi dari masing-masing perusahaan yang terdiri dari XI, X2, X3 dan X4 langkah
kedua menghitung nilai Z-Score penulis akan membahas perkembangan kondisi keuangan
pada masing-masing peruasahaan. Berdasarkan pada tabel hasil perhitungan Z-Score di
JSPT
ICON
0,239
0,033
0,266
0,012
0,183
0,068
0,106
0,304
0,138
0,304
Emiten
JSPT
ICON
0,150
0,095
0,176
0,091
0,209
0,063
0,263
0,012
0,294
0,013
Emiten
JSPT
ICON
0,091
0,025
0,086
0,001
0,084
0,057
0,110
0,027
0,077
0,021
Emiten
JSPT
ICON
1,293
4,365
1,159
4,665
1,249
5,082
1,372
3, 946
1,805
2,581
Volume 1, Nomor 5, Mei 2021
p-ISSN 2774-5147 ; e-ISSN 2774-5155
394
http://sostech.greenvest.co.id
atas, membuktikan bahwa dari tahun ke tahun mengalami fluktuasi nilai yang dihasilkan.
Ini dibuktikan dari hasil Z-Score yang dihasilkan bervariasi.
BAYU dari tahun 2014, 2015, 2016, 2017 dan 2018 memiliki nilai dalam rasio X1
sebesar 1,623, 0,289, 0,416 dan 0,677 ini menunjukkan bahwa perusahaan akan
mengalami kebangkrutan yang menurun di setiap tahunnya hal ini karena perusahaan
memiliki laba negatif yang cukup tinggi.
JSPT berdasarkan perhitungan yang telah di lakukan, bahwa perusahaan
mempunyai kondisi keuangan yang menurun setiap tahunnya. Pada tahun 2014, 2015,
2016 dan 2017 kondisi keuangan perusahaan dalam keadaan tidak bangkrut. Hal ini
terjadi karena X2 perusahaan mengalami peningkatan dari 0,375 menjadi 0,412.
ICON berdasarkan perhitungan yang telah di lakukan, dapat diketahui bahwa
perusahaan mempunyai kondisi keuangan yang fluktuatif. Pada tahun 2014, 2015, 2016
dan 2017 perusahaan dalam kondisi keuangan yang tidak bangkrut.
KESIMPULAN
Analisis prediksi kebangkrutan dilakukan agar supaya perusahaan sedini mungkin
mengetahui adanya dampak–dampak kebangkrutan dalam perusahaan, agar perusahaan
dapat meminimalisir kemungkinan–kemungkinan yang akan terjadi pada masa yang akan
datang. Dengan adanya analisis ini juga akan membantu manajemen menilai kinerja dan
operasional perusahaan, ditetapkan oleh manajemen menghasilkan nilai yang baik atau
tidak.
Perusahaan harus selalu mengevaluasi kinerja dan operasional perusahaan dengan
melakukan analisis prediksi kebangkrutan, agar sedini mungkin perusahaan dapat
mengetahui kondisi perusahaan apakah dalam kondisi yang baik atau tidak. Sehingga
dengan demikian perusahaan dapat meminimalisir risiko–risiko yang mungkin akan
dihadapi oleh perusahaan baik di masa sekarang maupun di masa yang akan datang.
BIBLIOGRAPHY
Alim, Alif Fikri. (2017). Analisis Prediksi Kebangkrutan Dengan Model Altman Z-Score
Pada Perusahaan Makanan dan Minuman yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Yogyakarta: Universitas Islam Indonesia.
Ariani, D. Wahyu. (2009). Manajemen Operasi Jasa. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Atmaja, Harry Kurniadi, & Mahalli, Kasyful. (2015). Pengaruh peningkatan infrastruktur
terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Sibolga. Ekonomi Dan Keuangan, 3(4).
Budhijana, Bambang, & Nelmida, Nelmida. (2018). Risiko Kebangkrutan Pada
Perusahaan Bank Umum Swasta Nasional Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia.
Jurnal Akuntansi Keuangan Dan Bisnis, 11(1), 99–109.
Dou, Maria, Hermuningsih, Sri, & Wiyono, Gendro. (2018). Analisis Prediksi
Kebangkrutan Perusahaan Jasa yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)
Menggunakan Metode Analisis Altman Z-Score. Journal Competency of Business,
2(2), 106–123.
Karina, Sevira Dita. (2014). Prediksi Kebangkrutan pada Perusahaan Media yang
terdaftar diBursa Efek Indonesia. Palembang: Politeknik Negeri Sriwijaya.
Korry, IKTS, Dewi, Made Pratiwi, & Ningsih, NLAP. (2019). Analisis Prediksi
Kebangkrutan Berdasarkan Metode Altman Z-Score (Studi Kasus Pada Bank Bumn
Yang Terdaftar Di Bei). Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Warmadewa,
Bali, Indonesia.
Maith, Hendry Andres. (2013). Analisis Laporan Keuangan dalam Mengukur Kinerja
Analisis Prediksi Kebangkrutan Studi Kasus Perusahaan SOSTECH, 2021
Jasa Sub Sektor Hotel, Pariwisata dan Restoran
Ambarrani
395
Keuangan pada PT. Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. Jurnal EMBA: Jurnal Riset
Ekonomi, Manajemen, Bisnis Dan Akuntansi, 1(3).
Manurung, Fatimah, Tiara, Shita, & Ovami, Debbi Chyntia. (2019). Model Springate,
Model Fulmer dan Kebangkrutan Perusahaan. Seminar Nasional Sains Dan
Teknologi Informasi (SENSASI), 2(1).
Nugroho, Fajar, & Rohman, Abdul. (2012). Pengaruh Belanja Modal Terhadap
Pertumbuhan Kinerja Keuangan Daerah Dengan Pendapatan Asli Daerah Sebagai
Variabel Intervening (Studi Kasus di Propinsi Jawa Tengah). Semarang: Undip
Fakultas Ekonomika dan Bisnis.
Purba, Rosmei Yosephine. (2015). Analisis Kebangkrutan Perusahaan dengan
Menggunakan Metode Z-Score Altman pada Perusahaan Manufaktur yang
Terdaftar di BEI. Medan: UNIMED.
Saleh, Amir, & Sudiyatno, Bambang. (2013). Pengaruh Rasio Keuangan Untuk
Memprediksi Probabilitas Kebangkrutan Pada Perusahaan Manufaktur Yang
Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia. Dinamika Akuntansi Keuangan Dan Perbankan,
2(1).
Sarwani, Sarwani, & Sunardi, Nardi. (2019). Analisis Penggunaan Altman Z-Score untuk
Mengetahui Potensi Kebangkrutan Industri KonstruksI (BUMN) di Indonesia Tahun
2013-2017. PROCEEDINGS UNIVERSITAS PAMULANG, 1(1).
Sopian, Dani, & Rahayu, Wiwin Putri. (2017). Pengaruh rasio keuangan dan ukuran
perusahaan terhadap financial distress (studi empiris pada perusahaan food and
beverage di Bursa Efek Indonesia). COMPETITIVE, 1(2).
Surahman, Sigit. (2013). Dampak Globalisasi Media terhadap Seni dan Budaya
Indonesia. LONTAR: Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(1).
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0
International Licensed