86
Muhammad Fazis, Tugiah
PERBANDINGAN PENGARUH ANTARA LAPANGAN RUMPUT DAN
LAPANGAN VINYL TERHADAP TINGKAT RESIKO CEDERA PADA
OLAHRAGA FUTSAL
M Isnaen Adi Kurniadi, Mohammad Arif Ali
Universitas Negeri Semarang
isnaenadi49@students.unnes.ac.id, hiarifalikhan@mail.unnes.ac.id
Abstrak
Perkembangan olahraga futsal di Indonesia sangat pesat,banyak masyarakat umum membentuk tim
untuk sekedar berolahraga bahkan sampai kompetisi. Lapangan futsal banyak disewakan dengan
berbagai jenis, namun mayoritas di Kabupaten Tegal banyak disewakan lapangan futsal dengan jenis
lapangan rumput sintetis dan jenis lapangan vinyl tanpa menghiraukan keamanan dan kenyamanan
pelanggan. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat resiko cedera diantara kedua jenis lapangan
tersebut. Jenis penelitian deskriptif kualitatif. Pemilik serta petugas Rajawali futsal Kabupaten Tegal
dan penggemar futsal yang bermain di lapangan futsal Rajawali Kabupaten Tegal sebagai informan
penelitian.Hasil penelitian lapangan futsal dengan tingkat cedera tertinggi yaitu lapangan futsal jenis
rumput sintetis dengan 13 cedera dengan mayoritas jenis cedera yang dialami yaitu lecet dan
memar.Kesimpulan tingkat resiko cedera tertinggi diantara kedua jenis lapangan adalah jenis lapangan
rumput sintetis jika dibandingkan dengan jenis lapangan vinyl. Saran bagi pemain dianjurkan untuk
menggunakan sarana yang sesuai dengan prasarana. Untuk pihak penyedia lapangan futsal untuk lebih
rajin dalam merawat lapangan.
Kata kunci: Cedera Olahraga, Lapangan Futsal.
Abstract
The development of futsal in Indonesia is very rapid, many general people form teams to exercise
until compete. Many futsal courts are rented out with various types, but the majority in Tegal Regency
rent out futsal courts with synthetic grass and vinyl courts without paying attention to customer safety
and comfort. The purpose of this study was to determine the level of risk of injury between the two types
of futsal courts. This type of qualitative descriptive research. Owners and officers of Rajawali futsal in
Tegal Regency and futsal fans who play on the Rajawali futsal field in Tegal Regency as research
informants. The results of the research on the futsal Courts with the highest injury rate is synthetic
grass futsal court with a total of 13 injuries, with the type of injury experienced by the majority being
abrasions and bruises. The conclusion from the risk of injury experienced between the two types of
courts is that it is synthetic grass when compared to vinyl courts. Suggestions for players are advised to
use facilities that are in accordance with the infrastructure. For the futsal court provider to be more
diligent in taking care of the courts.
Keywords: Sports Injury, Futsal Court.
PENDAHULUAN
Dalam satu dekade terakhir,futsal sangat populer di Indonesia. Sebagai olahraga yang
digemari dan menjadi olahraga unggulan, futsal juga bisa dijadikan alternatif masyarakat
umum untuk menjaga kesehatan terutama dalam hal menjaga kebugaran fisik (Jaya, 2008).
Masyarakat umum hampir semua mengetahui olahraga ini.
Olahraga futsal sering menjadi pilihan masyarakat untuk menjaga kebugaran tubuh
karena sangat mudah dilakukan, namun masih banyak masyarakat yang keterbatasan
pengetahuan tentang olahraga futsal, sehingga banyak masyarakat yang tidak melakukan
olahraga futsal dengan baik, seperti yang dikemukakan (Meikahani & Kriswanto, 2015).
walaupun telah direncanakan secara baik kemungkinan cedera masih mungkin terjadi pada
pelaku olahraga akibat keterbatasan pengetahuan terkait olahraga yang dilakukan. Cedera
merupakan hal yang biasa terjadi dalam suatu permainan olahraga (Siregar & Nugroho,
Jurnal Sosial dan Teknologi (SOSTECH)
Volume 3 , Number 1 , Januari 2023
p-ISSN 2774-5147 ; e-ISSN 2774-5155
87
M Isnaen Adi Kurniadi, Mohammad Arif Ali
terhadap Tingkat Resilo Cedera pada Olahraga Futsal
e-ISSN 2774-5155
p-ISSN
2774-5147
2022). Resiko cedera merupakan keadaan ketika pelaku olahraga kemungkinan mendapat
bahaya karena tingkat persepsi atau fisiologis, keterbatasan pengetahuan tentang bahaya, atau
sudah memasuki usia lanjut (Butcher et al., 2012).
Cedera merupakan akibat dari gaya-gaya yang bekerja pada tubuh atau bagian tubuh
dimana tubuh telah bereaksi terhadap kondisi tersebut dalam batas maksimal dan tidak dapat
mengatasinya, gaya-gaya tersebut dapat bermanifestasi dengan cepat atau dalam waktu yang
lama (Fahmi et al., 2015). Data cedera yang sering dialami pemain futsal pada undangan
futsal antar SMA/Sederajat Jawa Tengah tahun 2013, yaitu cedera kepala pertama, mata
31,8%, cedera kedua ekstremitas atas, pergelangan tangan 33,3%. , cedera ekstremitas bawah,
yang sering terjadi pada lutut 36%, dan cedera togok, di mana cedera pinggang 65,38%
sering terjadi. Sedangkan secara keseluruhan persentase cedera yang terjadi terutama pada
tungkai bawah sebesar 47,18%, terutama pada lutut sebesar 36%. Hal ini dipengaruhi oleh
kondisi lapangan yang licin dan tidak rata sehingga memudahkan pemain terjatuh dan cedera.
Tujuan yang akan dicapai dari penelitian ini, yaitu mengetahui tingkat resiko cedera
yang terjadi pada jenis lapangan rumput sintetis, mengetahui tingkat resiko cedera yang
terjadi pada jenis lapangan vinyl mengetahui tingkat resiko cedera terbesar diantara jenis
lapangan rumput sintetis dan jenis lapangan vinyl (Jatiningrum, 2010).
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif
dipilih karena peneliti ingin mengetahui lebih banyak tentang hal-hal yang tidak dapat diukur,
yang bersifat deskriptif, seperti rumusan suatu resep, pengertian konsep yang berbeda,
karakteristik suatu produk dan jasa, citra, gaya, proses. untuk sebuah Produk. budaya, model
fisik suatu artefak, dll. (Djam'an Satori, 2011: 23)
Berdasarkan pernyataan ahli pada sumber di atas, dapat disimpulkan bahwa penelitian
deskriptif kualitatif adalah serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh data yang
disediakan dalam kondisi tertentu, yang hasilnya menekankan pentingnya (Mahmudah &
Rahayu, 2020). Menurut Hadari Nawawi populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang
terdiri dari orang, binatang, benda, pertumbuhan, kejadian, gejala atau nilai tes sebagai
sumber data yang mempunyai ciri-ciri tertentu dalam suatu penelitian yang dilakukan
(Mandasari et al., n.d.). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peminat futsal yang
pernah mengikuti futsal Rajawali di kabupaten Tegal (Sugiyono, 2013). Objek penelitian
adalah bagian dari karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sampel dari penelitian ini adalah
penggemar olahraga futsal yang bermain futsal di Rajawali futsal Kabupaten Tegal.
A. Instrumen dan Metode Pengumpulan Data
Validasi melibatkan validasi pemahaman metode penelitian kualitatif, kemahiran dalam
memahami area yang diteliti, dan kesediaan peneliti untuk terlibat dengan topik penelitian
baik secara akademis dan logistic (Kusumastuti et al., 2020). Dan yang melakukan validasi
adalah peneliti itu sendiri, melalui penilaian sendiri terhadap derajat pemahaman metode
kualitatif, penguasaan teori dan pemahaman terhadap bidang yang diteliti, serta kemauan dan
kemauan untuk memasuki lapangan (Asteria, 2018).
Data adalah bagian terpenting dari sebuah pencarian, karena dengan data pencarian
Anda dapat menemukan hasil pencarian. Dalam penelitian ini data diperoleh dari berbagai
sumber berdasarkan karakteristik data yang dibutuhkan dalam penelitian ini, sehingga teknik
pengumpulan data yang dilakukan adalah:
Marshall dalam Sugiono (2010: 310) menyatakan bahwa “peneliti telah mempelajari
88
M Isnaen Adi Kurniadi, Mohammad Arif Ali
terhadap Tingkat Resilo Cedera pada Olahraga Futsal
e-ISSN 2774-5155
p-ISSN
2774-5147
perilaku melalui pengamatan dan telah mengaitkan suatu makna dengan perilaku tersebut”.
Kemudian, melalui observasi, peneliti mempelajari perilaku dan makna dari perilaku tersebut.
Sehubungan dengan pengamatan yang dilakukan dalam penelitian kualitatif, maka
pengamatan yang digunakan adalah pengamatan langsung. Observasi langsung dalam
penelitian ini digunakan untuk mengungkap data dan mendapatkan data yang lebih
komprehensif tentang pengaruh masing-masing jenis lapangan futsal terhadap cedera futsal.
Wawancara adalah proses memperoleh informasi untuk tujuan penelitian melalui tanya
jawab sementara penanya atau pewawancara dan responden atau orang yang diwawancarai
bertatap muka dengan menggunakan pedoman wawancara.
Jenis wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara semi
terstruktur. Artinya pada saat melakukan wawancara, peneliti mengembangkan alat penelitian
berupa pertanyaan-pertanyaan dasar dalam pedoman wawancara. Pertanyaan kunci
kemungkinan akan berkembang seiring proses wawancara berlangsung. Dalam hal ini
peneliti melakukan wawancara dengan para penggemar futsal yang bermain futsal di futsal
Rajawali kabupaten Tegal.
B. Analisis Data
Menurut (Sugiyono, 2013), analisis data adalah suatu proses penelitian sistematis dan
pengumpulan data yang diperoleh dari wawancara dan observasi, mengkategorikan data,
membaginya menjadi unit-unit, mensintesiskannya dan menyusunnya menjadi skema.
Memilih apa yang penting dan apa yang akan dipelajari dan menarik kesimpulan agar mudah
dipahami oleh diri sendiri dan orang lain. Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan
sebelum memasuki lapangan, di lapangan, dan kemudian di lapangan.
Miles dan Huberman dalam (Sugiyono, 2013) berpendapat bahwa analisis data dalam
penelitian kualitatif dilakukan selama pengumpulan data dan setelah pengumpulan data
selesai setelah pengumpulan data selesai dalam jangka waktu tertentu. Berdasarkan
pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa setelah peneliti mengumpulkan data, peneliti
mengambil tindakan terlebih dahulu sebelum melakukan reduksi data. Selanjutnya dapat pula
disimpulkan bahwa tahapan-tahapan analisis data saling berkaitan. Langkah-langkah ini tidak
dapat dipisahkan atau dilakukan secara berurutan. Untuk menghasilkan data yang baik,
peneliti harus konsisten dengan langkah-langkah yang ada saat menganalisis data.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian dilakukan di tempat penyewaan futsal Rajawali futsal. Penelitian dilakukan
mulai tanggal 22 November 2022 sampai dengan 6 Desember 2022. Pengambilan data
dilakukan selama 2 Minggu. Pada minggu pertama peneliti melakukan observasi ke lapangan
futsal Rajawali untuk melakukan pengamatan terhadap objek penelitian berkaitan dengan
cedera para penggemar futsal yang bermain serta mewawancarai pemilik dan karyawan dari
Rajawali Futsal. Di minggu kedua peneliti mewawancarai dan mengambil dokumentasi pada
informan yaitu para penggemar futsal yang bermain futsal di lapangan Rajawali futsal.
Tabel 1
Hasil Observasi dan Wawancara
No
Jenis Lapangan
Hari ke-
Total
1
2
3
4
1
Rumput Sintetis
5
2
3
3
13
2
Vinyl
3
1
2
1
7
Jumlah Total
8
3
5
4
20
89
M Isnaen Adi Kurniadi, Mohammad Arif Ali
terhadap Tingkat Resilo Cedera pada Olahraga Futsal
e-ISSN 2774-5155
p-ISSN
2774-5147
Data ini bersumber dari pengamatan dan wawancara yang dilakukan kepada penggemar
futsal yang bermain futsal pada lapangan jenis rumput sintetis dan vinyl. Deskripsi data
berupa data jumlah cedera yang dialami objek penelitian pada saat melakukan olahraga futsal
di masing-masing jenis lapangan selama satu bulan dengan metode wawancara semistruktur.
Jumlah cedera yang dialami oleh pemain yang melakukan olahraga futsal untuk masing-masing
lapangan selama satu bulan terakhir yaitu cedera terbanyak terjadi pada lapangan futsal rumput
sintetis dengan 13 cedera, kemudian untuk jenis lapangan vinyl terdapat 7 cedera. Selama satu bulan
total cedera yang dialami oleh pemain futsal berjumlah 20 cedera. Hasil data cedera diperoleh
melalui wawancara terhadap subjek penelitian. Wawancara dilakukan setelah pemain melakukan
olahraga futsal. Hasil data cedera diperoleh melalui wawancara terhadap subjek penelitian.
Wawancara dilakukan setelah pemain melakukan olahraga futsal.
Tabel 2
Cedera Berdasarkan Bagian Tubuh
Lokasi Cedera
Rumput
Sintetis
Lapangan
vinyl
(1) Kepala
a) Mata
1
0
b) Hidung
0
0
c) Bibir
0
0
d) Pipi
0
0
e) Kepala Bagian
Atas
0
0
f) Kepala Bagian
Belakang
0
0
Jumlah
1
1
(2) Ekstremitas Atas
a) Bahu
0
0
b) Pergelangan
Tangan
0
0
c) Jari-jari Tangan
2
0
d) Siku
1
0
e) Lengan
0
0
Jumlah
3
0
(3) Ekstremitas
Bawah
a) Paha
2
3
b) Lutut
4
0
c) Pergelangan
Kaki
2
3
d) Jari-jari Kaki
0
0
e) Tungkai
0
0
Jumlah
8
6
(4) Togok
a) Dada
0
0
b) Perut
1
0
c) Punggung
0
0
d) Pinggang
0
0
Jumlah
1
0
90
M Isnaen Adi Kurniadi, Mohammad Arif Ali
terhadap Tingkat Resilo Cedera pada Olahraga Futsal
e-ISSN 2774-5155
p-ISSN
2774-5147
Jumlah Total
13
7
Tabel diatas merupakan hasil observasi dan wawancara kepada para pelaku olahraga
futsal. Hasil wawancara kemudian diklasifikasikan pada masing-masing ekstrimitas atau
bagian tubuh yang dialami oleh para pelaku olahraga futsal pada saat bermain futsal pada
lapangan futsal jenis rumput sintetis dan vinyl.
Lokasi cedera dibagi dalam empat bagian tubuh, yaitu kepala, ekstermitas atas atau
anggota gerak bagian atas, ekstermitas bawah atau anggota gerak bagian bawah dan togok.
Pada tubuh bagian kepala terjadi 1 cedera pada mata di lapangan rumput sintetis dan tidak
ada cedera pada jenis lapangan vinyl, Pada anggota gerak bagian atas, cedera yang dialami
pemain paling sering terjadi pada bagian jari tangan, yaitu 2 pemain untuk jenis lapangan
rumput sintetis dan tidak ada cedera yang terjadi pada lapangan futsal jenis vinyl. Pelaku
olahraga futsal tidak ada yang mengalami cedera pada bagian lengan baik pada lapangan jenis
rumput sintetis dan pada jenis lapangan vinyl.
Pada tubuh Ekstremitas bawah atau anggota gerak bawah cedera yang dialami pemain
paling sering terjadi pada bagian lutut, yaitu 4 pemain pada lapangan futsal jenis rumput
sintetis dan tidak ada pemain pada lapangan futsal jenis vinyl. Lokasi lain yang cukup sering
terjadi cedera yaitu paha sebanyak 2 cedera, untuk lapangan futsal rumput sintetis dan
sebanyak 3 pemain untuk lapangan jenis vinyl.
Pada bagian togok terjadi 1 cedera pada perut yang terjadi pada pelaku olahraga futsal
di lapangan jenis rumput sintetis dan tidak ada cedera yang terjadi pada jenis lapangan vinyl.
Secara keseluruhan dari kedua jenis lapangan, bagian tubuh yang paling sering mengalami
cedera yaitu ekstremitas bawah atau anggota gerak bagian bawah. Lokasi cedera pada
anggota gerak bagian bawah yang sering dialami pemain untuk lapangan futsal jenis rumput
sintetis yaitu pada lutut sebanyak 4 pemain dan untuk lapangan futsal jenis vinyl cedera yang
sering terjadi yaitu pada bagian pergelangan kaki dan paha sebanyak 3 pemain.
Bentuk cedera yang dimaksud dalam hasil penelitian ini adalah jenis-jenis cedera yang
dialami oleh pemain futsal saat melakukan olahraga futsal, pada lapangan futsal jenis rumput
sintetis dan jenis lapangan vinyl. Bentuk cedera yang dialami pemain futsal yaitu lecet,
memar, strain, sprain, patah tulang, trauma kepala, trauma tulang punggung, trauma tulang
pinggang, trauma pada dada dan trauma pada perut. Hasil survei bentuk cedera akan
disampaikan pada tabel klasifikasi bentuk cedera di bawah ini.
Tabel 3
Klasifikasi Cedera Berdasarkan Bentuk Cedera
Lokasi Cedera
Lapangan
Rumput
Sintetis
Lapangan
Vinyl
Lecet
5
1
Memar
4
0
Strain
0
2
Sprain
4
4
Patah Tulang
0
0
Trauma Kepala
0
0
Trauma Tulang Punggung
0
0
Trauma Tulang Pinggang
0
0
Trauma Pada Dada
0
0
Trauma Pada Perut
0
0
Jumlah
13
7
91
M Isnaen Adi Kurniadi, Mohammad Arif Ali
terhadap Tingkat Resilo Cedera pada Olahraga Futsal
e-ISSN 2774-5155
p-ISSN
2774-5147
Tabel di atas menerangkan bentuk-bentuk cedera yang dialami oleh pelaku olahraga
futsal, bentuk cedera terbanyak yang dialami oleh pemain adalah cedera lecet. Pada lapangan
futsal rumput sintetis sebanyak 5 pemain. Dan 1 pemain mengalami lecet pada jenis lapangan
vinyl. Penelitian dilakukan selama dua minggu, dimana dalam minggu pertama peneliti
melakukan observasi dan wawancara kepada pemilik dan karyawan Rajawali futsal dan di
minggu kedua peneliti melakukan observasi dan wawancara seputar cedera yang dialami
kepada para pemain futsal yang bermain di Rajawali futsal. Wawancara dilakukan setelah
pemain selesai melakukan olahraga futsal. kemudian jumlah cedera yang diperoleh
diakumulasikan.
Dalam penelitian ini pada jenis lapangan rumput sintetis mempunyai tingkat resiko
cedera yang tinggi dengan 13 cedera yang dialami para pemain. Kemudian untuk lapangan
jenis vinyl mempunyai tingkat resiko yang lebih rendah jika dibandingkan dengan jenis
lapangan rumput sintetis dengan total 7 pemain yang mengalamai cedera yang dipengaruhi
oleh jenis lapangan futsal.
Hasil penelitian terjadinya cedera pada lapangan futsal rumput sintetis menunjukan
jumlah cedera yang dialami oleh pemain futsal sebanyak 13 cedera dengan cedera terbanyak
pada tubuh bagian bawah. Cedera tertinggi untuk lokasinya ada dua lokasi yaitu 5 pemain
yang mengalami cedera pada bagian lutut dan 4 pemain mengalami cedera pada bagian paha.
Jenis cedera yang dialami yaitu lecet dan memar.
Cedera lecet terjadi karena pergeseran kulit dengan benda keras dan kasar hingga
menyebabkan permukaan kulit mengelupas. Sedangkan Morgan dalam terjemahan Wendra
Ali (2002:109) menjelaskan setiap cedera yang menyebabkan lapisan kulit terluar terkelupas,
sehingga jaringan di bawahnya terpapar oleh bakteri dan kemungkinan infeksi disebut abrasi
(lecet). Perawatanya dengan membersihkan luka dengan air dan obat anti septik yang ada,
kemudian tutup luka dengan kasa steril yang kering dan plester atau balut. Kalau luka sangat
luas, bersihkan luka kemudian kirim ke rumah sakit atau dokter untuk mendapat perawatan
lebih lanjut.
Pada jenis lapangan vinyl, jumlah cedera yang dialami oleh pemain futsal lebih sedikit
daripada jenis lapangan futsal rumput sintetis yaitu sebanyak 7 pemain yang mengalami
cedera. Namun perolehan cedera terbanyak sama yaitu pada ekstremitas bawah. Lokasi
cedera terbanyak yaitu pada pergelangan kaki sebanyak 3 cedera dan 3 cedera pada bagian
paha (Selviana, 2022). Cedera pergelangan kaki yang terjadi dari hasil penelitian ini adalah
angkle sprains atau yang disebut dengan keseleo pergelangan kaki.
Sprain adalah cedera pada persendian, yaitu serat-serat ligamen mengalami robekan
(putus), tetapi kondisi ligamen secara keseluruhan masih tetap utuh (Mulyono et al., 2022).
Keseleo pergelangan kaki merupakan cedera akut yang sering dialami atlet yang disebabkan
karena adanya penekanan melakukan gerakan membelok secara tiba-tiba. Keseleo
pergelelangn kaki ada tiga tingkatan yaitu keseleo ringan, keseleo tingkat sedang dan keseleo
parah. Keseleo ringan keseleo ringan biasanya hanya terjadi pada ligamen talofibula anterior,
yang dapat mengakibatkan retak pada sebagian tulang tertentu. Keseleo tingkat sedang
melipuiti talofibula anterior dan calcaneo fibula ligament dapat memperparah terjadinya
kerusakan pada struktut ligamen. Keseleo tingkat parah meliputi kedua ligamen ini seperti
pada posterior talofibula ligament dan dapat menimbulkan putus urat otot yang kompleks
atau kadang-kadang retak atau patah tulang.
Perawatan keseleo pergelangan kaki untuk keseleo tingkat ringan yaitu dengan RICE;
Rest (istirahat), Ice (pemakaian ice), Compression (pengompresan) dan Elevation (elevasi)
dilakukan selama 2-3 hari (ADE, 2021). Keseleo tingkat sedang perawatanya menggunakan
92
M Isnaen Adi Kurniadi, Mohammad Arif Ali
terhadap Tingkat Resilo Cedera pada Olahraga Futsal
e-ISSN 2774-5155
p-ISSN
2774-5147
langkah awal RICE kemudian ditambah perlindungan yang lebih, seperti penggunaan
pembalut yang halus untuk menyembuhkan ligamen. Keseleo tingkat parah pearawatan awal
menggunakan metode RICE ditambah dengan penggunaan crutch (tongkat ketiak) guna
mengistirahatkan secara total pergelangan yang keseleo, selain itu jika semua ligamen rusak
diperlukan perawatan mengunakan sinar X sambil menekan pergelangan kaki, perlu juga
digunakan pembalut dari gips selama 4 sampai 6 minggu (Paul & Taylor, 2002).
KESIMPULAN
Dapat disimpulkan bahwa Pada lapangan jenis rumput sintetis memiliki tingkat resiko
cedera yang tinggi, cedera pada anggota gerak bagian bawah menjadi cedera yang paling
sering dialami oleh para pemain dengan didominasi jenis cedera lecet. Lapangan futsal jenis
vinyl memiliki tingkat resiko yang rendah, cedera anggota gerak bagian bawah menjadi
cedera yang paling banyak dialami oleh pemain dengan didominasi jenis cedera sprain pada
pergelangan kaki. Jenis lapangan rumput sintetis mempunyai tingkat resiko cedera yang
lebih tinggi jika dibandingkan dengan jenis lapangan vinyl. Hal ini dikarenakan faktor
lapangan yaitu permukaan yang terbuat dari rumput buatan dari bahan plastik dengan
permukaannya yang kasar sehingga banyak pemain mudah terluka dibagian kulit jika
terjatuh.
DAFTAR PUSTAKA
Ade, R. (2021). Hubungan Pengetahuan Rice (Rest, Ice, Compression, Elevation) Dengan
Penerapan Penanganan Cedera Ankle Pada Pemain Sepak Bola Di Kecamatan
Kutawaluya.
Asteria, P. V. (2018). Penerapan Media Gambar Dalam Pembelajaran Menulis Deskripsi Di
Kelas Multi-Level Bipa. Kode: Jurnal Bahasa, 8(2).
Butcher, H. K., Bulechek, G. M., Dochterman, J. M., & Wagner, C. M. (2012). Nursing
Interventions Classification (Nic)-E-Book. Elsevier Health Sciences.
Fahmi, R. R., Amiruddin, A., & Ifwandi, I. (2015). Prevalensi Penanganan Cedera Pada
Pemain Sepak Bola Persidi. Pendidikan Jasmani, Kesehatan Dan Rekreasi, 1(3).
Jatiningrum, T. A. (2010). Penilaian Risiko Kebisingan Berdasarkan Analisa Noise Mapping
Dan Noise Dose Di Unit Produksi Hot Strip Mill Pt. Krakatau Steel Cilegon-Banten.
Jaya, A. (2008). Futsal: Gaya Hidup, Peraturan, Dan Tips-Tips Permainan. Yogyakarta:
Pustaka Timur.
Kusumastuti, A., Khoiron, A. M., & Achmadi, T. A. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif.
Deepublish.
Mahmudah, S. M., & Rahayu, M. (2020). Pengelolaan Konten Media Sosial Korporat Pada
Instagram Sebuah Pusat Perbelanjaan. Jurnal Komunikasi Nusantara, 2(1), 19.
Mandasari, D., Sabri, T., & Halidjah, S. (N.D.). Hubungan Kemampuan Awal, Penerapan
Metode Kerja Kelompok Dengan Hasil Belajar Siswa Kelas Iii Sd. Jurnal Pendidikan
Dan Pembelajaran Khatulistiwa, 8(12).
Meikahani, R., & Kriswanto, E. S. (2015). Pengembangan Buku Saku Pengenalan Pertolon
Gan Dan Perawatan Cedera Olahraga Untuk Siswa Sekolah Menengah Pertama. Jurnal
Pendidikan Jasmani Indonesia, 11(1).
Mulyono, S., Hayati, M. K., Billy Emir, R., & Or, S. (2022). Panduan Cedera Olahraga
Pendekatan Berbasis Case Study Dan Team Base Project. Samudra Biru.
93
M Isnaen Adi Kurniadi, Mohammad Arif Ali
terhadap Tingkat Resilo Cedera pada Olahraga Futsal
e-ISSN 2774-5155
p-ISSN
2774-5147
Paul, M., & Taylor, D. K. T. (2002). Mencegah Dan Mengatasi Cedera Olahraga. Jakarta: Pt
Raja Grafindo Persada.
Selviana, F. (2022). Kesesuaian Penulisan Visum Et Repertum Dengan Keputusan Menteri
Kesehatan Nomor 1226/2009 (Penelitian Terhadap Kekerasan Perempuan Dan Anak Di
Rs Bhayangkara Semarang Periode JanuariDesember 2020). Universitas Islam Sultan
Agung.
Siregar, F. S., & Nugroho, A. (2022). Pengetahuan Atlet Terhadap Resiko, Pencegahan, Dan
Penanganan Pertama Cedera Olahraga Bola Voli. Jurnal Olahraga Dan Kesehatan
Indonesia (Joki), 2(2), 8393.
Sugiyono, D. (2013). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif Dan
R&D.
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International
License