2774-5147
2022). Resiko cedera merupakan keadaan ketika pelaku olahraga kemungkinan mendapat
bahaya karena tingkat persepsi atau fisiologis, keterbatasan pengetahuan tentang bahaya, atau
sudah memasuki usia lanjut (Butcher et al., 2012).
Cedera merupakan akibat dari gaya-gaya yang bekerja pada tubuh atau bagian tubuh
dimana tubuh telah bereaksi terhadap kondisi tersebut dalam batas maksimal dan tidak dapat
mengatasinya, gaya-gaya tersebut dapat bermanifestasi dengan cepat atau dalam waktu yang
lama (Fahmi et al., 2015). Data cedera yang sering dialami pemain futsal pada undangan
futsal antar SMA/Sederajat Jawa Tengah tahun 2013, yaitu cedera kepala pertama, mata
31,8%, cedera kedua ekstremitas atas, pergelangan tangan 33,3%. , cedera ekstremitas bawah,
yang sering terjadi pada lutut 36%, dan cedera togok, di mana cedera pinggang 65,38%
sering terjadi. Sedangkan secara keseluruhan persentase cedera yang terjadi terutama pada
tungkai bawah sebesar 47,18%, terutama pada lutut sebesar 36%. Hal ini dipengaruhi oleh
kondisi lapangan yang licin dan tidak rata sehingga memudahkan pemain terjatuh dan cedera.
Tujuan yang akan dicapai dari penelitian ini, yaitu mengetahui tingkat resiko cedera
yang terjadi pada jenis lapangan rumput sintetis, mengetahui tingkat resiko cedera yang
terjadi pada jenis lapangan vinyl mengetahui tingkat resiko cedera terbesar diantara jenis
lapangan rumput sintetis dan jenis lapangan vinyl (Jatiningrum, 2010).
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian kualitatif
dipilih karena peneliti ingin mengetahui lebih banyak tentang hal-hal yang tidak dapat diukur,
yang bersifat deskriptif, seperti rumusan suatu resep, pengertian konsep yang berbeda,
karakteristik suatu produk dan jasa, citra, gaya, proses. untuk sebuah Produk. budaya, model
fisik suatu artefak, dll. (Djam'an Satori, 2011: 23)
Berdasarkan pernyataan ahli pada sumber di atas, dapat disimpulkan bahwa penelitian
deskriptif kualitatif adalah serangkaian kegiatan yang bertujuan untuk memperoleh data yang
disediakan dalam kondisi tertentu, yang hasilnya menekankan pentingnya (Mahmudah &
Rahayu, 2020). Menurut Hadari Nawawi populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang
terdiri dari orang, binatang, benda, pertumbuhan, kejadian, gejala atau nilai tes sebagai
sumber data yang mempunyai ciri-ciri tertentu dalam suatu penelitian yang dilakukan
(Mandasari et al., n.d.). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peminat futsal yang
pernah mengikuti futsal Rajawali di kabupaten Tegal (Sugiyono, 2013). Objek penelitian
adalah bagian dari karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Sampel dari penelitian ini adalah
penggemar olahraga futsal yang bermain futsal di Rajawali futsal Kabupaten Tegal.
A. Instrumen dan Metode Pengumpulan Data
Validasi melibatkan validasi pemahaman metode penelitian kualitatif, kemahiran dalam
memahami area yang diteliti, dan kesediaan peneliti untuk terlibat dengan topik penelitian
baik secara akademis dan logistic (Kusumastuti et al., 2020). Dan yang melakukan validasi
adalah peneliti itu sendiri, melalui penilaian sendiri terhadap derajat pemahaman metode
kualitatif, penguasaan teori dan pemahaman terhadap bidang yang diteliti, serta kemauan dan
kemauan untuk memasuki lapangan (Asteria, 2018).
Data adalah bagian terpenting dari sebuah pencarian, karena dengan data pencarian
Anda dapat menemukan hasil pencarian. Dalam penelitian ini data diperoleh dari berbagai
sumber berdasarkan karakteristik data yang dibutuhkan dalam penelitian ini, sehingga teknik
pengumpulan data yang dilakukan adalah:
Marshall dalam Sugiono (2010: 310) menyatakan bahwa “peneliti telah mempelajari