Volume 1, Nomor 4, April 2021
p-ISSN 2774-5147 ; e-ISSN 2774-5155
282
http://sostech.greenvest.co.id
IMPLEMENTASI ALGORITMA CAESAR CIPHER DAN ALGORITMA
RSA UNTUK KEAMANAN DATA SURAT WASIAT PADA KANTOR
NOTARIS/PPAT ROBERT TAMPUBOLON, S.H.
Robertus Silalahi, Iin Parlina, Sumarno, Indra Gunawan dan Widodo
Saputra
STIKOM Tunas Bangsa Pematangsiantar
E-mail: robertussilalahi02@gmail.com, iin@amiktunasbangsa.ac.id,
sumarno@amiktunasbangsa.ac.id, indra@amiktunasbangsa.ac.id
dan widodo@amiktunasbangsa.ac.id
Diterima:
13 Februari 2021
Direvisi:
11 April 2021
Disetujui:
14 April 2021
Abstrak
Keamanan dan kerahasiaan adalah salah satu kebutuhan penting
dari suatu data, atau informasi. Terkait betapa pentingnya
menjaga isi data file surat wasiat dari pihak yang merugikan
dengan cara merusak dan memanipulasi data pada kantor Notaris
Robert Tampubolon, SH. Pada penelitian ini penulis membuat
Aplikasi pengamanan berupa data surat wasiat pada isi file
document dengan mengkombinasikan algoritma caesar cipher
dan RSA. Metode yang digunakan adalah kombinasi algoritma
caesar cipher dan algoritma RSA yang menggunakan dua kunci
berbeda dalam melakukan enkripsi dan dekripsi yaitu kunci
publik untuk enkripsi dan kunci private untuk dekripsi. dalam
proses mengenkripsi pesan dengan menggunakan kunci yang
berupa angka-angka yang telah ditentukan pengirim, dan
mendekripsi pesan yang dikirim menjadi pesan asli, sehingga
pesan tersebut cukup aman dan tidak akan terbaca pihak-pihak
yang tidak mempunyai hak atas pesan tersebut. Tujuan
penelitian ini adalah memberikan solusi terhadap masalah yang
dihadapi untuk memastikan keadaan akta surat wasiat benar-
benar aman pada kantor Notaris Robert Tampubolon SH. Metode
ini menggunakan kombinasi algoritma caesar chiper dan RSA
(Rivest Shamir Adleman) untuk menghasilkan aplikasi yang
digunakan pada proses enkripsi dan dekripsi pada akta surat
wasiat. Pengamanan data pada kantor notaris memiliki beberapa
kesimpulan yaitu aplikasi yang dibangun dapat membantu dalam
mengamankan data file surat wasiat pada kantor notaris
menggunakan kombinasi metode caesar cipher dan RSA, surat
wasiat yang di enkripsi dan didekripsi hanya dapat dibaca oleh
orang yang memiliki akses kedalam aplikasi dan sistem yang
dibangun mampu memberikan keamanan yang baik sehingga
data isi dari surat wasiat tidak dapat dibaca oleh orang yang tidak
berkepentingan.
Kata kunci: Caesar cipher; Keamanan Data; Enkripsi;
Dekripsi; Kombinasi, RSA.
Abstract
Security and confidentiality are one of the essential needs of a
data, or information. Related to how important it is to maintain
the contents of the will file data from adverse parties by
damaging and manipulating the data in the office of Notary
Implementasi Algoritma Caesar Cipher dan Algoritma SOSTECH, 2021
RSA untuk Keamanan Data Surat Wasiat pada Kantor
Notaris/PPAT Robert Tampubolon, S.H.
283
Robert Tampubolon, SH. In this study the authors made a
security application in the form of will data on the contents of
document files by combining caesar cipher and RSA algorithms.
The method used is a combination of caesar cipher algorithm
and RSA algorithm that uses two different keys in performing
encryption and decryption i.e. public key for encryption and
private key for decryption. in the process of encrypting a
message by using a key that is a predetermined number of the
sender, and decrypting the message sent to the original message,
so that the message is quite secure and will not be read by those
who do not have rights to the message. The purpose of this
research is to provide solutions to the problems faced to ensure
the state of the deed of will is completely safe in the office of
Notary Robert Tampubolon SH. This method uses a combination
of caesar chiper and RSA (Rivest Shamir Adleman) algorithms
to generate applications used in the encryption and decryption
process on will deed. Data security in the notary office has
several conclusions that the application that is built can help in
securing the data of will files in the notary office using a
combination of caesar cipher and RSA methods, wills that are
encrypted and decrypted can only be read by people who have
access to applications and systems built capable of providing
good security so that the data of the contents of the will can not
be read by unauthorized persons.
Keywords: Caesar cipher; Data security; Encryption;
Decryption; Combination, RSA.
PENDAHULUAN
Masalah keamanan dan kerahasiaan merupakan salah satu aspek penting dari suatu
data, pesan dan informasi (Nugroho, Azmi, & Arif, 2016). Data menjadi hal vital dimasa
ini, terkait betapa pentingnya pihak atau orang berkepentingan mengakses data tersebut
(Pramusinto, Wizaksono, & Saputro, 2020). Apabila ada pihak yang tidak berkepentingan
mengakses data tersebut (Murdani, 2017).
Akta surat wasiat ini dilakukan untuk memuat keinginan-keinginan terakhir
seseorang yang akan apabila yang bersangkutan meninggal dunia (Siregar, 2018). Di
wasiat ini lebih sering memuat keinginan yang terakhir berkaitan dengan harta yang
dimilikinya (Megajati & Mutimatun, 2021) yang hendak dia berikan atau wariskan
kepada orang-orang yang disayanginya. Meskipun surat wasiat dalam bentuk akta
(Sanjaya, 2018), namun hukum perdata tidak mensyaratkan apakah surat wasiat itu harus
dibuat dalam bentuk akta dibawah tangan (Simanjuntak, 2016) atau akta otentik (dibuat
dihadapan Notaris) Hal ini penting mengingat dalam segi pembuktian akta otentik
memiliki pembuktian yang sempurna (Setiadewi & Wijaya, 2020).
Dalam penelitian ini akan dilakukan pengamanan berupa data surat wasiat pada
pesan teks yang berupa isi file document dengan mengimplementasikan metode
kriptografi yaitu algoritma caesar chiper dan RSA (Rivest Shamir Adleman). Hasil
penelitian yaitu membuat sistem keamanan akta surat wasiat pada kantor Notaris/PPAT
Robert Tampubolon, SH. Semua dilakukan untuk menjaga keamanan dan pemalsuan
pada akta surat wasiat. Tujuan penelitian ini adalah memberikan solusi terhadap masalah
yang dihadapi untuk memastikan keadaan akta surat wasiat benar-benar aman pada kantor
Robertus Silalahi, Iin Parlina, Sumarno, Indra Gunawan dan Widodo Saputra
Volume 1, Nomor 4, April 2021
p-ISSN 2774-5147 ; e-ISSN 2774-5155
284
http://sostech.greenvest.co.id
Notaris Robert Tampubolon SH. Metode ini menggunakan kombinasi algoritma caesar
chiper dan RSA (Rivest Shamir Adleman) untuk menghasilkan aplikasi yang digunakan
pada proses enkripsi dan dekripsi pada akta surat wasiat. Manfaat dari hasil penelitian
adalah menambah wawasan dan kemampuan dalam pengimplementasian ilmu kriptografi,
khususnya pada algoritma Caesar Cipher dan RSA (Rivest Shamir Adleman) dalam
mengenkripsi dan dekripsi suatu isi file document.
Surat wasiat ini lebih sering memuat keinginan yang terakhir (Yenni, 2017)
berkaitan dengan harga yang dimilikinya yang hendak ia berikan atau wariskan kepada
orang-orang yang disayanginya. Hal ini penting mengingat dalam segi pembuktian akta
otentik memiliki pembuktian yang sempurna.
Menurut (Siburian & Harianja, 2017) “Kriptografi berasal dari bahasa yunani, yaitu
cryptos yang berarti rahasia dan graphein yang berarti tulisan, jadi kriptografi adalah
tulisan rahasia. Kriptografi adalah ilmu dan seni untuk menjaga kerahasiaan pesan dengan
cara menyandikan ke dalam bentuk yang tidak dapat dimengerti lagi maknanya, Atau
dalam defenisi lain kriptografi adalah seni dan ilmu dalam mengamankan pesan”.
Kriptografi bertujuan untuk memberi layanan keamanan, yang dinamakan aspek-
aspek keamanan yaitu kerahasiaan adalah layanan yang ditujukan untuk menjaga agar
pesan tidak dapat dibaca oleh pihak-pihak yang tidak berhak, integritas data adalah
layanan yang menjamin bahwa pesan masih asli atau belum pernah dimanipulasi selama
pengiriman, otentikasi adalah layanan yang berhubungan dengan identifikasi, baik yang
mengidentifikasi kebenaran pihak-pihak yang berkomunikasi, dan non-repudiation adalah
layanan untuk menjaga entitas yang berkomunikasi melakukan penyangkalan.
Proses enkripsi/dekripsi kriptografi simetrik dapat dilihat pada gambar 1. dibawah
ini.
Gambar 1. Proses enkripsi/dekripsi kriptografi simetris
Plain text adalah data asli yang bisa memberikan informasi bila dibaca (Ridho,
2017). Ciphertext adalah data yang sudah mengalami proses kriptografi, sehingga
informasi didalamnya bisa disembunyikan. Ciphertext inilah yang kemudian akan
dikirimkan melalui jaringan (Haji & Mulyono, 2012). Enkripsi adalah proses untuk
mengubah plaintext menjadi ciphertext (Cahyadi, 2012). Sebaliknya dekripsi adalah
proses untuk mengubah ciphertext menjadi plaintext kembali (Hasugian, 2013). Proses
enkripsi/dekripsi kriptografi asimetrik dapat dilihat pada gambar 2 dibawah ini.
Gambar 2. Proses enkripsi/dekripsi kriptografi asimetris
Implementasi Algoritma Caesar Cipher dan Algoritma SOSTECH, 2021
RSA untuk Keamanan Data Surat Wasiat pada Kantor
Notaris/PPAT Robert Tampubolon, S.H.
283
285
A adalah pihak yang mengirimkan data, sedangkan B adalah pihak yang menerima
data. Plaintext adalah data asli yang bias memberikan informasi bila dibaca. Ciphertext
adalah data yang sudah mengalami proses kriptografi, sehingga informasi didalamnya
bisa disembunyikan. Ciphertext inilah yang kemudian akan dikirimkan melalui jaringan.
Enkripsi adalah proses untuk mengubah plaintext menjadi ciphertext. Sebaliknya dekripsi
adalah proses untuk mengubah ciphertext menjadi plaintext kembali.
Kriptografi, sandi Caesar, atau sandi pindah, kode Caesar yaitu metode enkripsi
sangat sederhana dan sangat populer. Kode ini terdiri dari semua huruf semua huruf pada
teks asli (Plaintext) disubstitusi dengan kode kemudian berubah menjadi huruf lain yang
mempunyai selisih posisi tertentu dalam alphabet. Dalam Caesar cipher, huruf-huruf
diubah dengan huruf selanjutnya dari posisi alphabet yang sama. Proses Caesar cipher
adalah:
1. Tentukan berupa besar pemindahaan karakter yang dipakai untuk membuat
cipherteks ke plainteks.
2. Tukar posisi karakter plainteks menjadi cipherteks berdasarkan pemindahan
yang telah ditentukan sebelumnya. Contoh pemindahan huruf D, huruf B
menjadi huruf E dan berikutnya”.
Rumus untuk enkripsi:
C = E (P) = (P+K) Module (26)
Maka dari contoh diatas, maka enkripsi dapat dilakukan rumus:
C = E (P) = (P+3) Module (26)
Rumus untuk Dekripsi:
P = D (C) = (C-K) Module (26)
Maka dari contoh diatas, maka dekripsi dapat dilakukan rumus:
P = D (C) = (C-3) Module (26)
RSA (Rivest Shamir adleman) merupakan salah satu dari Public key cryptosystem
yang sangat sering digunakan untuk memberikan kerahasiaan terhadap keaslian suatu
data. algoritma cryptographic yang dapat digunakan untuk mengamankan data.
Keamanan enkripsi dan dekripsi data model ini terletak pada kesulitan untuk
memfaktorkan modulus n yang sangat besar.
Menurut (Agustina, 2017) Keamanan dari sistem kriptografi RSA adalah
didasari oleh dua problem matematika yaitu masalah dalam faktorisasi bilangan
berjumlah banyak. Sumber masalah dari RSA, yaitu mencari modulo akar e n dari sebuah
bilangan komposit yang faktor-faktornya tidak diketahui proses dekripsinya penuh dari
sebuah ciphertext RSA dianggap sesuatu hal yang tidak mudah karena kedua masalah ini
diasumsikan sulit. Permasalahan dari RSA didefenisikan sebagai tugas untuk mencari
suatu akar modulo e n (e pangkat ke n) dari bilangan komposit. Mengembalikan suatu
nilai m dimana m e=c mod n, (e, n) adalah kunci publik RSA dan c adalah ciphertext
RSA. Metode pendekatan yang diyakini dapat menyelesaikan masalah RSA saat ini
adalah memfaktor dari modulus n. Dengan kemampuan untuk mengembalikan faktor
yang merupakan bilangan prima, sebuah serangan dapat menghitung eksponen rahasia
dari d dan dari kunci publik (e, n), lalu mendekripsi c menggunakan prosedur standart.
Untuk menyelesaikan, penyerang. Memfaktor nilai n menjadi p dan q, lalu menghitung
(p-1) (q-1) yang dapat menghasilkan nilai d dan e.
Algoritma pembentukan kunci
1. Tentukan p dan q bernilai dua bilangan prima besar, acak dan rahasiakan, p q, p
dan q memiliki ukuran yang sama.
2. Hitung n = p x q, dan hitung (n) = (p 1) x (q 1), bilangan integer n disebut
(RSA) modulus.
3. Tentukan e bilangan prima acak yang memiliki syarat :
Volume 1, Nomor 4, April 2021
p-ISSN 2774-5147 ; e-ISSN 2774-5155
284
http://sostech.greenvest.co.id
286
1 < e ,< I(n), GCD (e, i(n) = 1, disebut e relative prima terhadap i(n), bilangan
integer n disebut (RSA) enciphering component, sehingga menghasilkan
Dd(Ee(m)) = Ee(Dd(c)) ="
𝑚
𝑑
"mod n
Tabel ASCII merupakan tabel atau daftar yang bersi semua huruf dalam alfabet
romawi ditambah beberapa karakter tambahan. Dalam tabel ini setiap karakter akan selalu
diwakili oleh sejumlah kode yang sama. Misal untuk huruf "b" (b kecil) selalu diwakili
oleh urutan nomer 98, dan kalo dipresentasi menggunakan 0 dan 1 dalam bilangan biner,
98 adalah bilangan biner 110 0010 (Dosen, 2016)
Tabel ASCII dapat dilihat pada tabel 1. dibawah ini.
Tabel 1. ASCII
Sumber: https://www.google.com/search?q=tabel+ascii&safe
Menurut (Deval Gusrion, 2018) Basis data (database) adalah kumpulan suatu
informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik dimana suatu informasi
tersebut dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh
informasi. Ada beberapa perangkat lunak atau software open source yang disediakan
untuk membuat suatu basis data. Perangkat lunak tersebut merupakan suatu pemrograman
yang dikategorikan sebagai bahasa pemrograman tingkat tinggi (high level language)
salah satunya adalah MySQL. Database MySQL dapat dibuat menggunakan tampilan
phpmy admin atau menggunakan sebuah scrip dalam PHP. MySQL merupakan sebuah
perangkat lunak/software system manajemen basis data SQL atau DBMS Multitheread
dan multi user. MySQL sebenarnya merupakan turunan dari salah satu konsep utama
Char
ASCII Code
Binary
Char
ASCII Code
Binary
A
097
01100001
A
065
01000001
B
098
01100010
B
066
01000010
C
099
01100011
C
067
01000011
D
100
01100100
D
068
01000100
E
101
01100101
E
069
01000101
F
102
01100110
F
070
01000110
G
103
01100111
G
071
01000111
H
104
01101000
H
072
01001000
I
105
01101001
I
073
01001001
J
106
01101010
J
074
01001010
K
107
01101011
K
075
01001011
L
108
01101100
L
076
01001100
M
109
01101101
M
077
01001101
N
110
01101110
N
078
01001110
O
111
01101111
O
079
01001111
P
112
01110000
P
080
01010000
Q
113
01110001
Q
081
01010001
R
114
01110010
R
082
01010010
S
115
01110010
S
083
01010011
T
116
01110100
T
084
01010100
U
117
01110101
U
085
01010101
V
118
01110110
V
086
01010110
W
119
01110111
W
087
01010111
X
120
01111000
X
088
01011000
Y
121
01111001
Y
089
01011001
Z
122
01111010
Z
090
01011010
Implementasi Algoritma Caesar Cipher dan Algoritma SOSTECH, 2021
RSA untuk Keamanan Data Surat Wasiat pada Kantor
Notaris/PPAT Robert Tampubolon, S.H.
283
287
Kajian Teori
Pengumpulan Data Wasiat
Mengambil plainteks dari data
wasiat
Proses Enkripsi Kombinasi Caesar
Cipher dan RSA
Hasil Enkripsi
Proses Dekripsi Kombinasi Caesar
Cipher dan RSA
Hasil Dekripsi
dalam database untuk pemilihan atau seleksi dan pemasukan data yang memungkinkan
pengoperasian data dikerjakan secara mudah dan otomatis”.
METODE PENELITIAN
Metode penelitian merupakan prosedur dan langkah-langkah yang dilakukan oleh
peneliti dalam rangka untuk mengumpulkan data. Adapun prosedur dan langkah-langkah
yang harus ditempuh adalah waktu penelitian, sumber data, dan dengan langkah apa data
tersebut diperoleh dan selanjutnya diolah dan dianalisis.
Gambar 3. Rancangan Alur Penelitian
Gambar 4. Activity Diagram
Persiapan
Volume 1, Nomor 4, April 2021
p-ISSN 2774-5147 ; e-ISSN 2774-5155
284
http://sostech.greenvest.co.id
288
Input File
surat wasiat
Input Key
Instrumen Penelitian flowchart sistem dapat dilihat pada gambar 5 dibawah ini.
Gambar 5. Instrumen penelitian flowchart sistem
Mulai
Menu Enkripsi dan
Dekripsi
Proses
Enkripsi
Selesai
Hasil Enkripsi
Input File Wasiat
Hasil Enkripsi
Ingin Melakukan
Dekripsi ?
Proses Dekripsi
Selesai ?
Selesai
Input Key
Proses Dekripsi kombinasi
caesar cipher dan RSA
Proses Enkripsi kombinasi
caesar cipher dan RSA
Implementasi Algoritma Caesar Cipher dan Algoritma SOSTECH, 2021
RSA untuk Keamanan Data Surat Wasiat pada Kantor
Notaris/PPAT Robert Tampubolon, S.H.
283
289
Gambar 6. Use Case Diagram
Metode yang digunakan dalam pengamanan data surat wasiat saat ini adalah
menggunakan caesar cipher dikombinasikan dengan algoritma RSA. Berikut ini akan
dijelaskan secara singkat masing-masing metode yang digunakan;
Algoritma Caesar Cipher
Dalam kasus yang dibahas ini penulis menggunakan pergeseran sebanyak 4
posisi dengan plainteks : ROBERT. Substitusi dapat dilihat pada Tabel 3.1.
dibawah ini.
Tabel 2. Substitusi
A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
K
L
M
N
O
P
Q
R
S
T
U
V
W
X
Y
Z
E
F
G
H
I
J
K
L
M
N
O
P
Q
R
S
T
U
V
W
X
Y
Z
A
B
C
D
Berdasarkan tabel substitusi di atas maka dapat diambil hasil enkripsi caesar cipher yaitu
menjadi:
Plainteks : ROBERT
Enkripsi : VSFIVX
Algoritma RSA
Dalam melakukan enkripsi data menggunakan RSA ada beberapa tahapan
yang harus dilakukan yaitu menentukan 2 buah bilangan prima acak sampai kepada
pembangkitan kunci (Listiyono, 2012). Keamanan dari algoritma RSA masih
tergolong cukup aman selagi masih belum ditemukannya faktorisasi prima dari
kunci pribadi maka selama itu keamanan menggunakan algoritma RSA masih
terjaga (Yulian, 2018). Berikut ini akan dijelaskan bagaimana proses pembangkitan
kunci RSA:
Tahap 1
Pilih 2 buah bilangan prima yang acak, dalam kasus ini penulis memilih p=23 dan q=43
Tahap 2
Hitung nilai n dimana n = p*q = 989
Tahap 3
Hitung nilai totient(n) = (p-1)*(q-1)=22*42=924
Tahap 4
Pilih nilai e sedemikian sehingga relatif prima terhadap totient(n) =924 dan kurang dari
totient(n); maka harus didapatkan nilai e*d mod 924=1
Volume 1, Nomor 4, April 2021
p-ISSN 2774-5147 ; e-ISSN 2774-5155
284
http://sostech.greenvest.co.id
290
Tahap 5
Karena hasil totient(n) berakhiran 4 maka kita mengambil angka 5 karena hasil dari 5
mod 4 =1, maka kita harus mencari 925 karena nilai 925 mod 924=1, maka didapatkan
e*d mod 924 = 1 dimana nilai e = 25 dan nilai d = 37
Berdasarkan uraian diatas maka didapatkan kunci private (d) = 37 dan kunci publik (e) =
25 dengan n = 989
Kemudian akan kita lakukan enkripsi data dengan menggunakan metode RSA,
plainteks yang digunakan adalah ROBERT yang di enkripsi menggunakan caesar cipher
menjadi VSFIVX
Plainteks : VSFIVX
m1: 86
m2: 83
m3: 70
m4: 73
m5: 86
m6: 88
𝑐
" ="
𝑚
𝑒
𝑚𝑜𝑑
(
𝑛
)"
c = cipherteks
m = message/plainteks
e = kunci private
n = modulo Pembagi
Enkripsi: 129 812 254 593 129 672
𝑐
" ="
𝑚
𝑒
𝑚𝑜𝑑
(
𝑛
)"
𝑐
1" ="86
25
𝑚𝑜𝑑
(
989
)"
="129
𝑐
2"="83
25
𝑚𝑜𝑑
(
989
)"
="812"
𝑐
3"="70
25
𝑚𝑜𝑑
(
989
)"
="254"
𝑐
4"="73
25
𝑚𝑜𝑑
(
989
)"
="593"
𝑐
5"="86
25
𝑚𝑜𝑑
(
989
)"
="129"
𝑐
6"="88
25
𝑚𝑜𝑑
(
989
)"
="672"
Deskripsi : 86 83 70 73 86 88
𝑚
" ="
𝑐
𝑒
𝑚𝑜𝑑
(
𝑛
)"
𝑚
1"="129
37
𝑚𝑜𝑑
(
989
)"
="86"
𝑚
2"="812
37
𝑚𝑜𝑑
(
989
)"
="83"
𝑚
3"="254
37
𝑚𝑜𝑑
(
989
)"
="70"
𝑚
4"="593
37
𝑚𝑜𝑑
(
989
)"
="73"
𝑚
5"="129
37
𝑚𝑜𝑑
(
989
)"
="86"
𝑚
6"="672
37
𝑚𝑜𝑑
(
989
)"
="88"