https://sostech.greenvest.co.id/index.php/sostech/issue/feed Jurnal Sosial Teknologi 2026-09-16T02:22:38+00:00 Jurnal Sosial dan Teknologi greenpublisher.id@gmail.com Open Journal Systems <p><strong>Jurnal Sosial dan Teknologi </strong>is a double blind peer-reviewed academic journal and open access to social and technology fields. The journal is published monthly by CV. Green Publisher Indonesia.</p> <p>This journal publishes research articles covering social sciences (Management, Economics, Culture, Law, Geography, and Education) and technology. Published articles are from critical and comprehensive research, studies or scientific studies on important and current issues or reviews of scientific books.</p> <div><strong>Name </strong>: <strong>Jurnal sosial dan teknologi</strong></div> <div><strong>E-ISSN </strong>: <a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/1609736743"><strong>2774-5155</strong> </a></div> <div><strong>P-ISSN </strong>: <strong><a href="https://issn.perpusnas.go.id/terbit/detail/1609736498">2774-5147 </a></strong></div> <div><strong>DOI : <a href="https://search.crossref.org/?q=2774-5147&amp;from_ui=yes">10.36418</a></strong></div> <div><strong>Period </strong>: Monthly</div> <div><strong>Indexing and Abstracting </strong>: <a href="https://openurl.ebsco.com/results?bquery=2774-5147+&amp;page=1&amp;link_origin=www.ebsco.com"><strong>Ebsco</strong></a><strong>, <a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=M5ADAMAAAAAJ&amp;hl=id&amp;authuser=1">Google Scholar</a></strong>, <a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/21244?issue=Vol.%201%20No.%201%20(2021):%20Jurnal%20Sosial%20dan%20Teknologi%20(SOSTECH)"><strong>Garuda</strong></a><strong>, <a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_mode=content&amp;search_text=10.36418&amp;search_type=kws&amp;search_field=full_search&amp;or_facet_source_title=jour.1407244">Dimensions</a></strong><strong>, <a href="https://search.crossref.org/?q=2774-5147&amp;from_ui=yes">Crossref</a> </strong>and others in progress</div> <div><strong>Publisher </strong>: Green Publisher Indonesia</div> <div><strong>1st Issues of Publication: </strong>2021</div> https://sostech.greenvest.co.id/index.php/sostech/article/view/32977 Efektivitas AI-Generated Video dalam Praktik TikTok Affiliate: Peran Efisiensi dan Konsistensi Produksi di Wilayah Cirebon 2026-08-27T07:32:27+00:00 Widiantoro Sigit Rahardjo wrahardjo@polteksci.ac.id Puteri Kamilla wrahardjo@polteksci.ac.id Andri Pramuntadi wrahardjo@polteksci.ac.id <p>Penelitian ini mengevaluasi efektivitas operasional video buatan AI dibandingkan video hasil rekaman kamera dalam praktik TikTok Affiliate di wilayah Cirebon, dengan menggunakan desain metode campuran berurutan (QUAN → QUAL). Fase kuantitatif melibatkan 36 afiliator (18 pengguna AI; 18 non-pengguna AI) yang diamati selama periode dua minggu baseline dan enam minggu observasi, diikuti dengan wawancara terhadap 10 partisipan. Perbedaan paling mencolok terletak pada waktu produksi: kelompok AI memiliki median 15–30 menit dibandingkan 31–60 menit pada kelompok non-AI (U=27; p&lt;0,001; Cliff’s δ=-0,833). Volume unggahan mingguan lebih tinggi pada kelompok AI baik selama fase dasar (26,50±16,91 vs. 18,33±12,49; p=0,068) maupun observasi (25,96±16,37 vs. 17,63±12,92; p=0,062), namun, perubahan dari fase dasar ke observasi tidak menunjukkan perbedaan (p=0,825). Jumlah minggu dengan setidaknya dua unggahan serupa (5,94 vs. 5,83; p=0,309). Median kategori komisi adalah 2 untuk kedua kelompok (p=0,180). Komisi meningkat pada 33,3% partisipan kelompok AI dan 22,2% kelompok non-AI (OR=1,75; 95% CI 0,40–7,70; Fisher p=0,711); model ordinal yang disesuaikan (<em>adjusted</em>) menghasilkan temuan yang tidak konklusif (aOR=1,72; 95% CI 0,44–6,68; p=0,436). Wawancara menyoroti penghematan waktu, sementara ritme unggahan dan komisi tetap dipengaruhi oleh disiplin kerja, karakteristik produk, elemen "hook" (daya tarik awal), kesesuaian dengan audiens, autentisitas, dan distribusi platform. Temuan-temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara mekanisme dan hasil: manfaat yang paling nyata terlihat pada efisiensi produksi, sedangkan peningkatan kapasitas muat dan imbal hasil ekonomi belum menunjukkan hasil yang konklusif.</p> 2026-09-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Widiantoro Sigit Rahardjo, Puteri Kamilla, Andri Pramuntadi https://sostech.greenvest.co.id/index.php/sostech/article/view/32987 Perencanaan Perkerasan Jalan dan Rencana Anggaran Biaya Proyek Pembangunan Jalan Manado By Pass (MORR 3 Tahap 4) 2026-09-09T08:21:21+00:00 Zefanya Umar josep.sumajouw@polimdo.ac.id Josep Arnoldus Johani Sumajow josep.sumajouw@polimdo.ac.id Jhon Theodorus Harahap josep.sumajouw@polimdo.ac.id <p>Pembangunan Jalan Manado By Pass (MORR 3 Tahap 4) bertujuan untuk mengurai kemacetan lalu lintas dan meningkatkan konektivitas wilayah di Kota Manado. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan tebal struktur perkerasan lentur dan menghitung Rencana Anggaran Biaya (RAB) konstruksi perkerasan. Penelitian ini merupakan penelitian terapan deskriptif kuantitatif berbasis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui survei lalu lintas harian rata-rata (LHR) selama 6 hari serta pengujian laboratorium untuk nilai California Bearing Ratio (CBR) tanah dasar. Analisis tebal perkerasan dihitung mengacu pada Manual Desain Perkerasan Jalan (MDPJ) 2024 dengan umur rencana 40 tahun dan laju pertumbuhan lalu lintas sebesar 4,75%, sedangkan perhitungan biaya menggunakan standar Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP). Hasil analisis menunjukkan nilai CBR tanah dasar sebesar 0,90% (kategori tanah lunak), sehingga memerlukan perbaikan berupa tanah timbunan pilihan setebal 600 mm. Beban lalu lintas kumulatif yang diperoleh sebesar 63.574.373,23 CESAL_5. Susunan struktur perkerasan lentur untuk panjang jalan 2.600 m dan lebar 7 m terdiri dari lapis permukaan AC-WC (40 mm), AC-BC (80 mm), AC-Base (100 mm), lapis pondasi Cement Treated Base / CTB (150 mm), Lapis Pondasi Agregat Kelas B (150 mm), dan Lapis Pondasi Agregat Kelas C (200 mm). Total Rencana Anggaran Biaya (RAB) pekerjaan perkerasan jalan sebelum pajak sebesar Rp35.864.814.189,67 dan menjadi Rp39.809.943.750,54 setelah ditambahkan PPN 11%.</p> 2026-09-22T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Zefanya Umar, Josep Arnoldus Johani Sumajow , Jhon Theodorus Harahap https://sostech.greenvest.co.id/index.php/sostech/article/view/32974 Perencanaan Biaya dan Waktu Menggunakan Critical Path Method (CPM) pada Proyek Penataan Jalan Pelataran Seputaran Kantor DPRD Kota Manado 2026-08-22T06:09:31+00:00 Nabila Putri Makalalag nabilamakalalag3@gmail.com Novatus Senduk nabilamakalalag3@gmail.com Deyke Mandang nabilamakalalag3@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan biaya dan waktu pada Proyek Penataan Jalan Pelataran Seputaran Kantor DPRD Kota Manado dengan menggunakan metode Critical Path Method (CPM). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data primer dan sekunder yang diperoleh melalui observasi lapangan, studi dokumentasi, serta data proyek berupa gambar kerja, Rencana Anggaran Biaya (RAB), Analisis Harga Satuan Pekerjaan (AHSP), dan Kurva S. Analisis biaya dilakukan melalui perhitungan volume pekerjaan, analisis harga satuan, dan penyusunan RAB berdasarkan kebutuhan tenaga kerja, material, serta peralatan. Sementara itu, analisis waktu dilakukan dengan menyusun jaringan kerja berdasarkan hubungan ketergantungan antaraktivitas dan menerapkan CPM untuk mengidentifikasi aktivitas yang berpengaruh terhadap penyelesaian proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah harga pekerjaan berdasarkan perhitungan RAB sebesar Rp14.505.203.597,09. Setelah ditambahkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar Rp1.595.572.395,68, diperoleh total biaya sebesar Rp16.100.775.992,77 dan dibulatkan menjadi Rp16.100.775.000,00. Berdasarkan jadwal kontrak, proyek memiliki waktu pelaksanaan selama 150 hari kalender. Analisis CPM menghasilkan jaringan kerja yang menggambarkan hubungan ketergantungan antaraktivitas sehingga dapat diketahui aktivitas yang berpengaruh terhadap durasi penyelesaian proyek. Penerapan CPM memberikan dasar yang sistematis dalam perencanaan dan pengendalian waktu serta biaya, sehingga dapat membantu meningkatkan efektivitas pengelolaan pelaksanaan proyek konstruksi jalan.</p> 2026-09-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Nabila Putri Makalalag, Novatus Senduk, Deyke Mandang https://sostech.greenvest.co.id/index.php/sostech/article/view/32988 Substitusi Kombinasi Abu Arang Tempurung Kelapa dan Abu Sekam Padi Sebagai Filler terhadap Karakteristik Marshall pada Campuran AC-WC 2026-09-10T04:56:19+00:00 Berlian S.O Kawung Rilya.rumbayan@polimdo.ac.id Rilya Rumbayan Rilya.rumbayan@polimdo.ac.id Don Radius Gerald Kabo Rilya.rumbayan@polimdo.ac.id <p>Campuran Asphalt <em>Concrete–Wearing Course</em> (AC-WC) membutuhkan karakteristik mekanis dan volumetrik yang baik untuk mendukung kinerja perkerasan jalan. Salah satu komponen penting dalam campuran beraspal adalah filler yang berfungsi mengisi rongga antar agregat dan meningkatkan ikatan dalam campuran. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh substitusi kombinasi abu arang tempurung kelapa dan abu sekam padi sebagai filler terhadap karakteristik Marshall campuran AC-WC. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen laboratorium menggunakan pengujian Marshall. Variasi substitusi filler terdiri atas 0%, 25%, 50%, 75%, dan 100% dari total kebutuhan filler sebesar 2% pada kadar aspal optimum 6,50%. Parameter pengujian meliputi stabilitas, flow, VIM, VMA, VFB, dan <em>Marshall Quotient</em> (MQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan substitusi kombinasi abu arang tempurung kelapa dan abu sekam padi memengaruhi karakteristik Marshall campuran AC-WC. Variasi substitusi 100% menghasilkan nilai stabilitas tertinggi sebesar 1637,74 kg dan MQ sebesar 496,44 kg/mm dibandingkan variasi lainnya. Berdasarkan hasil pengujian, kombinasi abu arang tempurung kelapa dan abu sekam padi berpotensi digunakan sebagai alternatif filler pada campuran AC-WC. Namun, pengujian lanjutan terkait durabilitas, ketahanan air, dan deformasi permanen masih diperlukan.</p> 2026-09-22T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Berlian S.O Kawung, Rilya Rumbayan, Don Radius Gerald Kabo https://sostech.greenvest.co.id/index.php/sostech/article/view/32979 Analisis Komparatif Politik Hukum Pidana terhadap Pidana Kebiri di Indonesia dan Louisiana 2026-08-29T03:25:38+00:00 Elza Fitri elzafitri1005@gmail.com Zul Akrial elzafitri1005@gmail.com Yudi Krismen elzafitri1005@gmail.com <p>Kekerasan seksual yang melibatkan anak menjadi persoalan serius yang tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga berkembang sebagai isu hukum dan sosial di berbagai negara. Meningkatnya kasus tersebut mendorong Indonesia untuk memperkuat kebijakan pemidanaan melalui penerapan tindakan kebiri terhadap pelaku tindak pidana seksual terhadap anak. Penerapan kebijakan tersebut menimbulkan perdebatan, terutama karena berkaitan dengan perlindungan anak sekaligus penghormatan terhadap hak asasi manusia. Penelitian ini mengkaji arah politik hukum pidana dalam pengaturan kebiri di Indonesia dengan membandingkannya dengan kebijakan serupa di Louisiana, Amerika Serikat, yang memiliki karakteristik sistem hukum campuran. Kajian ini diarahkan untuk menguraikan landasan politik hukum yang melatarbelakangi pembentukan ketentuan mengenai kebiri di kedua yurisdiksi serta menilai kemungkinan perkembangan pengaturannya di Indonesia pada masa mendatang. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan deskriptif-analitis dan komparatif. Bahan hukum yang dianalisis mencakup Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016, Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 2020, serta ketentuan hukum Louisiana tahun 2024. Seluruh bahan tersebut dikaji secara kualitatif dengan menitikberatkan pada perbandingan dasar pengaturan, orientasi pemidanaan, dan tujuan penerapan kebiri. Hasil kajian memperlihatkan bahwa Indonesia dan Louisiana sama-sama menggunakan kebijakan kebiri sebagai instrumen untuk merespons kejahatan seksual terhadap anak, tetapi memiliki konstruksi politik hukum yang berbeda. Indonesia lebih menekankan aspek perlindungan anak, pencegahan pengulangan tindak pidana, dan pemberian efek jera yang disertai pertimbangan moral, sedangkan Louisiana menunjukkan karakter yang lebih represif dan pragmatis dengan menempatkan pembalasan, kepentingan korban, serta pencegahan residivisme sebagai pertimbangan utama.</p> 2026-09-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Elza Fitri, Zul Akrial, Yudi Krismen https://sostech.greenvest.co.id/index.php/sostech/article/view/32989 Evaluasi SMKK dan Prioritas Pengendalian Risiko Pemeliharaan Jalan Tol Surabaya–Gempol dengan AHP–TOPSIS 2026-09-11T04:17:07+00:00 Daniel Assa daisypangemanan79@gmail.com Daisy D. G. Pangemanan daisypangemanan79@gmail.com Don R. G. Kabo daisypangemanan79@gmail.com <p>Pekerjaan pemeliharaan jalan tol memiliki risiko tinggi karena dilaksanakan berdekatan dengan arus lalu lintas aktif, pekerja, kendaraan proyek, dan alat berat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) dan menentukan prioritas pengendalian risiko pada pekerjaan rekonstruksi perkerasan Jalan Tol Surabaya–Gempol STA 10+200–11+400. Penelitian menggunakan desain deskriptif-evaluatif dengan pendekatan kuantitatif yang didukung observasi dan validasi praktisi. Data diperoleh dari 40 responden melalui instrumen berisi 40 indikator SMKK, sedangkan tiga ahli memberikan penilaian untuk analisis pengambilan keputusan. Penerapan SMKK dianalisis secara persentase, bahaya dinilai menggunakan HIRADC/IBPRP, bobot kriteria dihitung dengan <em>Analytical Hierarchy Process</em> (AHP), dan alternatif pengendalian diperingkat menggunakan <em>Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution</em> (TOPSIS). Hasil penelitian menunjukkan tingkat penerapan SMKK sebesar 71,86% atau kategori baik, dengan evaluasi kinerja sebagai elemen terendah. Sebanyak sepuluh bahaya teridentifikasi; setelah pengendalian, tidak terdapat risiko ekstrem, tetapi dua bahaya tetap berkategori tinggi. AHP menempatkan efektivitas penurunan risiko sebagai kriteria utama. TOPSIS menetapkan peningkatan rambu, lampu peringatan, dan pengendalian kecepatan sebagai prioritas pertama dengan nilai 0,8175. Temuan tersebut menegaskan perlunya integrasi evaluasi sistem dan tindakan operasional lapangan. Penelitian menyimpulkan bahwa penerapan SMKK yang baik perlu diperkuat melalui evaluasi kinerja dan pengendalian teknis berbasis prioritas untuk menurunkan risiko keselamatan secara berkelanjutan.</p> 2026-09-22T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Daniel Assa, Daisy D. G. Pangemanan, Don R. G. Kabo https://sostech.greenvest.co.id/index.php/sostech/article/view/32976 Analisis Teknis dan Evaluasi Ekonomi PLTS Atap 1,75 MWp Menggunakan Metode Levelized Cost of Energy (LCOE) pada PT Polytama Propindo 2026-08-26T04:24:26+00:00 Geriandi Geriandi.gh@gmail.com Agus Adhi Nugroho agusadhi@unissula.ac.id <p>Implementasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap pada sektor industri merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan dan mengurangi biaya energi listrik. Namun, penentuan kapasitas PLTS Atap perlu mempertimbangkan kondisi sistem kelistrikan dan kelayakan ekonominya agar kapasitas yang diterapkan sesuai dengan karakteristik konsumsi energi pelanggan. Penelitian ini bertujuan menganalisis aspek teknis dan ekonomi serta menentukan kapasitas penetrasi PLTS Atap 1,75 MWp pada sistem kelistrikan PT Polytama Propindo menggunakan metode Levelized Cost of Energy (LCOE). Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif berbasis simulasi dan analisis data konsumsi energi listrik. Analisis produksi energi PLTS dilakukan menggunakan PVsyst, sedangkan evaluasi ekonomi dilakukan menggunakan metode LCOE dengan mempertimbangkan biaya investasi, biaya operasi dan pemeliharaan, umur proyek, tingkat diskonto, serta produksi energi selama umur proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi energi PLTS berdasarkan simulasi PVsyst mencapai 2.928,6 MWh/tahun. Dari aspek ekonomi, diperoleh nilai LCOE sebesar Rp739,76/kWh, lebih rendah dibandingkan tarif listrik PLN sebesar Rp1.035,78/kWh, sehingga energi yang dihasilkan PLTS memiliki biaya yang lebih kompetitif dibandingkan energi listrik dari jaringan PLN. Hasil evaluasi penghematan juga menunjukkan adanya pengurangan energi yang dipasok dari jaringan PLN sebesar 244.050 kWh/bulan dan penurunan biaya listrik sesuai dengan energi PLTS yang dimanfaatkan sistem. Berdasarkan evaluasi teknis dan ekonomi secara simultan, kapasitas PLTS Atap 2.028,64 kWp (1,75 MWp) ditetapkan sebagai kapasitas penetrasi yang dievaluasi pada sistem kelistrikan PT Polytama Propindo.</p> 2026-09-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Geriandi, Agus Adhi Nugroho https://sostech.greenvest.co.id/index.php/sostech/article/view/32978 Pengaruh Substitusi Sebagian Agregat Halus dengan Abu Batu terhadap Workabilitas dan Sifat Mekanis Beton Normal 2026-08-28T03:36:00+00:00 Aryanthi B. Nanasi bahagiananasi@gmail.com Ventje B. Slat bahagiananasi@gmail.com Don R. G. Kabo bahagiananasi@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh substitusi sebagian agregat halus dengan abu batu terhadap workabilitas dan sifat mekanis beton normal. Abu batu dimanfaatkan sebagai pengganti sebagian pasir karena memiliki ukuran partikel halus yang berpotensi meningkatkan kepadatan beton serta mendukung pemanfaatan limbah hasil proses pemecahan batu. Penelitian dilakukan secara eksperimental di Laboratorium Uji Bahan Jurusan Teknik Sipil Politeknik Negeri Manado menggunakan benda uji silinder berukuran 100 mm × 200 mm. Variasi substitusi abu batu yang digunakan adalah 0%, 12%, 15%, dan 17% dari berat agregat halus. Pengujian workabilitas dilakukan dengan uji slump, sedangkan sifat mekanis beton dievaluasi melalui uji kuat tekan pada umur 7, 14, dan 28 hari serta uji kuat tarik belah pada umur 7 dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan abu batu memengaruhi nilai slump beton, yaitu dari 6 cm pada beton normal menjadi 5 cm pada variasi 12%, 4 cm pada variasi 15%, dan 5 cm pada variasi 17%. Pada umur 28 hari, beton normal memiliki kuat tekan tertinggi sebesar 20,87 MPa, sedangkan variasi abu batu 12%, 15%, dan 17% masing-masing sebesar 17,00 MPa, 19,57 MPa, dan 14,97 MPa. Nilai kuat tarik belah umur 28 hari pada beton normal sebesar 2,51 MPa, sedangkan pada variasi 12%, 15%, dan 17% masing-masing sebesar 1,99 MPa, 2,39 MPa, dan 1,50 MPa. Secara keseluruhan, variasi 15% memberikan hasil terbaik di antara campuran dengan abu batu, meskipun belum melampaui kinerja beton normal.</p> 2026-09-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Aryanthi B. Nanasi, Ventje B. Slat, Don R. G. Kabo https://sostech.greenvest.co.id/index.php/sostech/article/view/32981 Perencanaan Ulang Struktur atas Gedung Industri dengan Sistem Struktur Baja: Studi Kasus PT. Komatsu New Assembly Cibitung 2026-09-01T03:44:58+00:00 Putry G. Wewengkang wewengkaanggraciella@gmail.com Fandel Maluw wewengkaanggraciella@gmail.com Rudolf Estephanus Golioth Mait wewengkaanggraciella@gmail.com <p>Struktur baja memiliki rasio kekuatan terhadap berat yang tinggi, waktu pelaksanaan lebih cepat, dan tingkat presisi dimensi yang baik, sehingga sesuai diterapkan pada bangunan industri seperti pabrik PT. Komatsu New Assembly di Cibitung, Bekasi. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan dan menganalisis perilaku struktur atas baja terhadap beban gravitasi dan beban gempa menggunakan perangkat lunak ETABS, serta mengevaluasi apakah hasil perencanaan memenuhi persyaratan kekuatan, kestabilan, dan keamanan sesuai ketentuan SNI yang berlaku. Penelitian menggunakan metode deskriptif-analitis dengan pendekatan studi kasus pada struktur atas bangunan PT. Komatsu New Assembly. Data primer berupa gambar struktur dan data sekunder berupa spesifikasi material serta ketentuan pembebanan (SNI 1729:2015, SNI 1726:2019, SNI 2847:2019, SNI 7860:2020, dan SNI 1727:2013) dikumpulkan dan digunakan untuk membangun model tiga dimensi pada ETABS. Beban mati, beban hidup, dan beban gempa statik ekivalen diinput, kemudian struktur dianalisis untuk memperoleh gaya dalam yang digunakan dalam pemeriksaan kapasitas elemen dan perencanaan sambungan. Hasil analisis ETABS menghasilkan gaya geser dasar sebesar 1.306,48 kN pada arah X dan 1.248,88 kN pada arah Y. Nilai rasio PMM maksimum diperoleh sebesar 0,862 pada balok dan 0,138 pada kolom, keduanya berada di bawah batas 1,00. Sambungan balok-kolom, kolom-kolom, dan baseplate yang direncanakan menggunakan baut M16, pelat penyambung, dan las sudut memenuhi persyaratan kekuatan, dengan nilai interaction equation sebesar 0,061 pada sambungan balok-kolom kritis.</p> 2026-09-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Putry G. Wewengkang, Fandel Maluw, Rudolf Estephanus Golioth Mait https://sostech.greenvest.co.id/index.php/sostech/article/view/32982 Analisis Tingkat Kerusakan Perkerasan Lentur dengan Metode Pavement Condition Index (PCI) pada Ruas Jalan Rasi-Ratahan 2026-09-01T04:55:42+00:00 M. Hikmal Sofyan syannepangemanan70@gmail.com Syanne Pangemanan syannepangemanan70@gmail.com Estrellita V. Y. Waney litawaney@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi perkerasan jalan lentur pada ruas Jalan Rasi–Ratahan yang berada di Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, dengan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI), mengingat kerusakan perkerasan yang tidak segera ditangani dapat berkembang dan menurunkan tingkat pelayanan, kenyamanan, serta keselamatan pengguna jalan, serta merumuskan rekomendasi penanganan dan estimasi biaya perbaikan yang diperlukan pada ruas jalan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif melalui survei visual dan pengukuran langsung di lapangan terhadap jenis, tingkat keparahan, dan dimensi kerusakan pada ruas sepanjang 1.750 meter dan lebar 7 meter dengan luas total area sebesar 12.250 meter persegi, yang dibagi menjadi 35 segmen sampel. Nilai PCI dihitung melalui tahapan perhitungan density, deduct value, total deduct value, dan corrected deduct value mengacu pada standar ASTM D6433, kemudian digunakan sebagai dasar penentuan klasifikasi kondisi perkerasan dan penyusunan strategi penanganan berdasarkan pedoman Bina Marga tahun 2017. Ditemukan lima jenis kerusakan, yaitu lubang, tambalan, retak kulit buaya, pelepasan butir, dan amblas, dengan retak kulit buaya memiliki luasan terbesar sebesar 1,28% dari luas ruas yang ditinjau, diikuti lubang sebesar 1,22%, pelepasan butir 0,81%, tambalan 0,13%, dan amblas 0,02%. Nilai PCI rata-rata ruas sebesar 47,49 termasuk kategori fair (cukup), dengan disparitas kondisi antarsegmen yang cukup ekstrem antara segmen yang berkategori failed dan segmen yang berkategori excellent. Rekomendasi penanganan berupa overlay pada STA 0+000–0+600 dan STA 1+350–1+750, serta pemeliharaan rutin pada STA 0+600–1+350.</p> 2026-09-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 M. Hikmal Sofyan, Syanne Pangemanan, Estrellita V. Y. Waney