Ras, Labelling, dan Perilaku Sosial: Implikasi Terhadap Identitas Budaya Dalam Konseling Multibudaya (Studi Literatur)

Authors

  • Nur Kistin Kamalia Universitas Negeri Surabaya
  • Bakhrudin All Habsy Universitas Negeri Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v6i4.32780

Keywords:

ras, labelling, identitas budaya, konseling multibudaya, diskriminasi

Abstract

Latar belakang: Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di Asia Tenggara dengan lebih dari 17.000 pulau memiliki keragaman suku, budaya, agama, dan bahasa yang menjadikannya sebagai masyarakat multikultural yang hidup berdampingan dalam satu sistem kenegaraan.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara ras, labelling, dan perilaku sosial serta implikasinya terhadap pembentukan identitas budaya dalam konteks konseling multibudaya.

Metode: Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber ilmiah terkait konsep ras sebagai konstruksi sosial, teori labelling, serta dinamika interaksi sosial dalam masyarakat multikultural.

Hasil: Hasil kajian menunjukkan bahwa ras tidak hanya berfungsi sebagai kategori biologis, tetapi lebih sebagai konstruksi sosial yang memengaruhi persepsi, interaksi, dan pembentukan identitas individu. Proses labelling seperti stereotip, prasangka, stigma, dan diskriminasi terbukti berdampak signifikan terhadap konsep diri, peluang sosial, dan kesejahteraan psikologis individu. Dalam konteks konseling, fenomena ini dapat menghambat komunikasi dan menurunkan kepercayaan klien.

Kesimpulan: Oleh karena itu, konselor dituntut memiliki kompetensi multikultural yang mencakup kesadaran diri, pemahaman perspektif klien, serta kemampuan intervensi yang sensitif budaya.

References

Abduh Hamid, Abduh (2023) Diskriminasi Rasial di Sepakbola Indonesia Perspektif Hukum Pidana Islam dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2008 Tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis. Undergraduate thesis, Universitas Islam KH. Achmad Shiddiq Jember.

Berry, JW. dkk. 1999. Psikologi Multibudaya: Riset dan Aplikasi. Jakarta: Gramedia

Kholili, Ma’rifatin Indah. 2018. Peningkatan Kualitas Pribadi Konselor Sebagai Upaya Menyikapi Intoleransi Budaya Di Indonesia. Jurnal Bikotetik. Volume 02 Nomor 01 Tahun 2018, 73 – 114

Liliweri, Alo. 2018. Prasangka, Konflik, dan Komunikasi Antarbudaya. Jakarta: Kencana

Matsumoto, D. 1996. Culture and Psychology. California: Brooks/Cole Publishing

Hadi, S. (2020). Racism and Ethnic Discrimination in Indonesia: A Socio-legal Perspective. Journal of Indonesian Social Sciences and Humanities, 13, 47-64.

Habsy, BA. Dira Anindia Ayu Rosidin, Shofiyyah Qurrotul A’yun. 2025. Labelling dan Ras terhadap Identitas Budaya. RISOMA: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Volume. 3 Nomor. 3 Mei 2025

Laraswati, Susan. 2020. Lagab Menurut Perspektif al Qur'am den Relevansinya dengan Teori Labeling dalam Sosiologi.

Tyson, Adam. 2003. REALITIES OF DISCRIMINATION IN INDONESIA: THE CASE OF THE CIVIL SERVICE. JAP, Nomor 2 Volume 2003

Musa, MR., Arthamevia RN., Lesmana A.B, Human Rights and Pancasila: A Case of Tionghoa Ethnic Discrimination in Indonesia. Indonesian Journal of Pancasila dan Global Constitutionalism. Volume 1 Issue 1 (January-June 2022), pp. 119-170

Utami, DA., Nida, Chairin, Yulvania, Nadia. 2022. KUALITAS PRIBADI KONSELOR SEBAGAI UPAYA DALAM MENYIKAPI INTOLERANSI BUDAYA. Jurnal Bimbingan Konseling Islam. Volume 4, Nomer 2 / Desember 2022

Downloads

Published

2026-04-29

How to Cite

Kamalia, N. K., & Habsy, B. A. (2026). Ras, Labelling, dan Perilaku Sosial: Implikasi Terhadap Identitas Budaya Dalam Konseling Multibudaya (Studi Literatur). Jurnal Sosial Teknologi, 6(4), 1527–1539. https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v6i4.32780