Analisis Percepatan, Efisiensi Biaya, dan Mutu Pekerjaan Struktur Menggunakan Sistem Pracetak Hollow Core Slab (HCS) Pada Proyek Gedung Bertingkat
DOI:
https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v6i5.32821Keywords:
Hollow Core Slab, percepatan proyek, efisiensi biaya, mutu konstruksi, sistem pracetakAbstract
Perkembangan teknologi konstruksi menuntut adanya inovasi yang dapat mempercepat waktu pelaksanaan, menekan biaya, serta meningkatkan mutu hasil pekerjaan. Salah satu inovasi yang banyak digunakan pada pekerjaan struktur lantai adalah sistem pracetak Hollow Core Slab (HCS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan sistem pracetak HCS dalam percepatan pekerjaan struktur gedung bertingkat dibandingkan metode konvensional cast in situ. Analisis dilakukan berdasarkan studi kasus proyek pembangunan gedung perkantoran 10 lantai di Jakarta Selatan. Metode penelitian mencakup kajian literatur terhadap 23 penelitian terdahulu dan simulasi perhitungan teknis waktu, biaya, serta mutu. Hasil analisis menunjukkan bahwa penggunaan HCS mampu mempercepat durasi pekerjaan struktur hingga 28–35% dan menurunkan biaya total hingga 10–18% dibandingkan metode konvensional, sejalan dengan temuan Rezaldi & Arumsari (2023) serta Firdaus, Sangadji, & Hartono (2017). Selain itu, mutu hasil pekerjaan meningkat secara signifikan karena konsistensi produksi di pabrik dan minimnya human error di lapangan (Harijanto, Putra, & Puspitasari, 2024). Penerapan sistem HCS juga mengurangi limbah konstruksi hingga 25% serta menekan risiko keterlambatan akibat cuaca. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi teknis bagi praktisi dan akademisi dalam upaya optimalisasi waktu, biaya, dan mutu pada proyek gedung bertingkat.
References
Abd Elhameed, A. E., Ali, E., Mahmoud, R., Eisa, A., El-Feky, M. H., Sabol, P., & Katunský, D. (2024). Strengthening of hollow core precast prestressed reinforced concrete slabs using different techniques. Cogent Engineering, 11(1), 2307170.
Adityo, R. P., Katni, K., & Nursandah, D. (2020). Analisis percepatan pelaksanaan proyek dengan metode precast dibandingkan konvensional pada proyek bangunan bertingkat. Jurnal Rekayasa Sipil, 14(2), 85–96. https://doi.org/10.32764/jrs.v14i2.211
Arya, H. (2023). Optimization of precast system planning using BIM integration in high-rise structures. International Journal of Civil Engineering Research, 11(4), 221–232.
Baran, E. (2015). Performance and applications of hollow-core slabs in precast concrete structures. Engineering Structures, 97, 135–147. https://doi.org/10.1016/j.engstruct.2015.04.032
Chang, R., Zhang, N., & Gu, Q. (2023). A review on mechanical and structural performances of precast concrete buildings. Buildings, 13(7), 1575. https://doi.org/10.3390/buildings13071575
Firdaus, A., Sangadji, S., & Hartono, E. (2017). Analisis perbandingan waktu dan biaya pelaksanaan struktur beton bertulang sistem konvensional dan sistem pracetak pada gedung bertingkat. Jurnal Teknik Sipil dan Perencanaan, 19(1), 41–52.
Firdausi, M., Yuniarto, B., & Sari, M. R. (2025). Evaluasi kinerja sistem hollow core slab terhadap percepatan waktu dan peningkatan mutu pekerjaan struktur. Jurnal Teknologi dan Rekayasa Konstruksi, 8(1), 55–70. https://doi.org/10.21009/jtrk.081.006
Harijanto, R., Putra, D. A., & Puspitasari, W. (2024). Pengaruh pelatihan teknis terhadap produktivitas pemasangan sistem pracetak HCS di proyek gedung bertingkat. Jurnal Manajemen Konstruksi Indonesia, 13(2), 122–133.
Istighozah, A. (2021). Evaluasi penerapan sistem precast pada proyek high-rise building di Indonesia. Jurnal Teknik Sipil ITS, 10(2), 98–107.
Jule, D. N., Marsono, A., & Pranoto, W. (2020). Evaluasi integrasi desain dan fabrikasi pada elemen pracetak beton bertulang. Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan, 14(1), 29–38.
Mahboob, H. (2023). Sustainable precast concrete systems for faster construction and lower emissions. Sustainability in Civil Infrastructure, 5(2), 177–190. https://doi.org/10.3390/sci5020177
Nauly, M. A., Rambe, A. D., & Patriotika, N. (2022). Analisis efisiensi biaya antara struktur pracetak dan cor di tempat pada bangunan komersial. Jurnal Reka Konstruksi, 11(3), 201–210.
Propika, D., Fitriani, R., & Saputra, M. (2023). Cost efficiency analysis of precast slab systems in Indonesian construction projects. Civil Engineering Journal of Indonesia, 9(4), 299–312.
Rezaldi, M. A., & Arumsari, D. (2023). Studi perbandingan metode struktur pracetak dan konvensional ditinjau dari waktu dan biaya proyek. Jurnal Infrastruktur dan Konstruksi, 12(1), 65–78.
Saragi, R., & Zalukhu, D. (2022). Analisis komparatif biaya dan durasi proyek sistem pracetak beton pada bangunan bertingkat menengah. Jurnal Teknik Sipil Terapan, 10(3), 144–156.
Widanti, S., Wijayaningtyas, E., & Indra, M. (2020). Analisis kendala implementasi sistem pracetak di proyek high-rise building wilayah Jawa Timur. Jurnal Teknologi Konstruksi, 6(2), 99–109.
Wijaksono, E., Tistogondo, A., & Bagio, S. (2018). Analisis kecepatan pelaksanaan pekerjaan struktur beton pracetak dibandingkan dengan sistem konvensional. Jurnal Teknik Sipil Universitas Brawijaya, 15(1), 23–34.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Desta Kusumawati, Winoto Hadi, Adhi Purnomo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.



