Analisis Semiotika Mangkok Merah: Studi Kasus Tragedi Pembunuhan Ketua Adat Dayak Muara Kate
DOI:
https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v5i2.31996Keywords:
semiotika, ritual mangkok merah, pembunuhanAbstract
Kasus pembunuhan Rusel yang merupakan salah satu tokoh adat Dayak Muara Kate Kabupaten Paser Kalimantan Timur mencuri perhatian dan memicu reaksi yang luar biasa dari semua kalangan khususnya masyarakat suku Dayak. Insiden ini berkaitan erat dengan aksi protes yang dilakukan oleh masyarakat Dusun Muara Kate terhadap aktifitas jalan hauling yang meresahkan warga sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih detail fungsi serta makna dari mangkok merah dan kaitannya dengan insiden pembunuhan. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang mengarah kepada jenis komunikasi massa yang menjadikan ritual sebagai media penyampai pesan. Penelitian ini juga menggunakan studi analisa semiotika Roland Barthes. Pengolahan data melalui tahap pengumpulan data, reduksi (pengelompokan), display (menampilkan), tahapan analisa dan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mangkok merah, sebagai ritual sakral, berfungsi sebagai alat komunikasi dalam masyarakat Dayak, simbol yang menghubungkan mereka dengan roh nenek moyang untuk menghadapi ancaman luar. Ritual ini memuat pesan simbolis, yang berhubungan dengan nilai budaya, filosofi, dan sejarah Dayak. Pembunuhan Rusel mengungkap ketegangan yang dapat memicu kekerasan jika penyelesaian masalah tidak ditemukan. Kesimpulannya, komunikasi non-verbal melalui simbol seperti mangkok merah dapat memiliki makna yang ambigu, dipengaruhi oleh latar belakang budaya dan perkembangan teknologi. Implikasi penelitian ini menunjukkan pentingnya memahami simbol dalam konteks sosial dan budaya untuk meminimalkan konflik dalam masyarakat.
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ika Wahidah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.




