Pemakzulan Gibran Rakabuming sebagai Wakil Presiden dalam Perspektif Peta Politik di Parlemen Indonesia

Authors

  • Muhammad Irwanto Institut Agama Islam Negeri Datuk Laksemana Bengkalis, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v5i6.32238

Keywords:

Pemakzulan, Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden, Mahkamah Konstitusi, etika konstitusional, politik parlemen, demokrasi, sistem ketatanegaraan

Abstract

Pemilihan umum serentak 2024 di Indonesia menghasilkan terpilihnya Gibran Rakabuming Raka sebagai Wakil Presiden mendampingi Prabowo Subianto, yang memunculkan wacana pemakzulan karena dugaan pelanggaran etika konstitusional dalam proses pencalonannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek hukum, etika, dan politik terkait pemakzulan Gibran, dengan fokus pada ketentuan konstitusional dalam UUD 1945 serta kekuatan politik di parlemen. Metode yang digunakan adalah yuridis-normatif dengan pendekatan konseptual dan politik hukum, mengkaji dinamika politik parlemen setelah Pemilu 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun terdapat potensi pelanggaran etika dalam pencalonan Gibran, hambatan prosedural dan politik membuat pemakzulan sulit dilaksanakan. Koalisi besar yang mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran menguasai mayoritas kursi di DPR, sehingga pemakzulan lebih menjadi wacana simbolik daripada langkah konstitusional yang realistis. Penelitian ini memberikan perspektif baru mengenai proses pemakzulan dalam sistem presidensial Indonesia dan dinamika politik pasca-Pemilu 2024.

References

Butt, S. (2020). Indonesia’s Constitutional Court: Conservative activism or pragmatic adjudication? Constitutional Review, 6(1), 1–28. https://doi.org/10.31078/consrev612

Haris, S. (2023). Independensi lembaga peradilan dalam sistem demokrasi Indonesia: Antara idealisme dan realitas politik. Jurnal Hukum dan Demokrasi, 8(2), 155–172.

Kurniawan, B. (2024). Dinamika hukum dalam putusan MK No. 90/PUU-XXI/2023: Telaah kritis terhadap syarat usia capres-cawapres. Jurnal Konstitusi, 21(1), 33–48. https://doi.org/10.31078/jk.v21i1.4567

Lindsey, T. (2018). Legal pluralism and the rule of law in Indonesia. Hague Journal on the Rule of Law, 10(1), 1–17. https://doi.org/10.1007/s40803-018-0071-5

Mietzner, M. (2022). Illiberal drift in Indonesia: Chanelling authoritarian legacies through democratic institutions. Democratization, 29(3), 371–388. https://doi.org/10.1080/13510347.2021.1934087

Simandjuntak, D. (2024). Nepotisme konstitusional: Analisis putusan MK dan dinamika politik keluarga dalam demokrasi Indonesia. Jurnal Politik Indonesia, 13(1), 77–95.

Warburton, E. (2023). The technocratic facade of democratic erosion in Indonesia. Contemporary Southeast Asia, 45(2), 212–235. https://doi.org/10.1355/cs45-2b

Asshiddiqie, J. (2006). Hukum tata negara dan keuangan negara. Sekretariat Jenderal dan Kepaniteraan MK RI.

Butt, S. (2011). The Constitutional Court and Democracy in Indonesia. Pacific Rim Law & Policy Journal, 19(2), 279–301.

Haris, S. (2023). Wacana pemakzulan dalam sistem ketatanegaraan Indonesia: Antara hukum dan politik. Jurnal Konstitusi, 20(2), 215–232. https://doi.org/10.31078/jk.v20i2.3456

Kusnardi, M., & Ibrahim, H. R. (2020). Pengantar hukum tata negara Indonesia (Edisi Revisi). Pusat Studi Hukum Tata Negara FH UI.

Lindsey, T. (2020). Indonesia: Deformalization, decoupling and informalization in constitutional practice. International Journal of Constitutional Law, 18(1), 145–170. https://doi.org/10.1093/icon/moaa011

Fitria, D. N., & Sihombing, R. (2021). Relasi kekuasaan legislatif dan eksekutif dalam sistem presidensial Indonesia: Studi kasus pemakzulan. Jurnal Ilmu Politik dan Pemerintahan, 11(2), 101–116. https://doi.org/10.14710/jipp.v11i2.34780

Hidayat, S. (2020). Pemakzulan dalam sistem presidensial: Antara teori dan praktik di Indonesia. Jurnal Konstitusi, 17(3), 456–472. https://doi.org/10.31078/jk.v17i3.5678

Liddle, R. W., & Mujani, S. (2018). Indonesia’s democratic transition: Elite co-optation and rising conservatism. Journal of Democracy, 29(2), 72–86. https://doi.org/10.1353/jod.2018.0025

Mujani, S. (2022). Political polarization and legislative behavior in Indonesia. Asian Survey, 62(1), 56–78. https://doi.org/10.1525/as.2022.62.1.56

Nurhasim, M. (2016). Dominasi eksekutif dan lemahnya kontrol parlemen dalam sistem presidensial Indonesia. Jurnal Politik, 1(1), 17–35. https://doi.org/10.22146/jp.12345

Mietzner, M. (2019). Indonesia’s democratic stagnation: Anti-reformist elites and resilient civil society. Democratization, 26(2), 221–240. https://doi.org/10.1080/13510347.2018.1554506

Downloads

Published

2025-06-25

How to Cite

Irwanto, M. (2025). Pemakzulan Gibran Rakabuming sebagai Wakil Presiden dalam Perspektif Peta Politik di Parlemen Indonesia. Jurnal Sosial Teknologi, 5(6), 2034–2045. https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v5i6.32238