Strategi Kebijakan Pemerintah Melalui Skema KPBU Dalam Penyediaan Akses Air Bersih di Kota Bandar Lampung
DOI:
https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v5i11.32497Keywords:
SPAM, PPP, NRW, Jaringan PerpipaanAbstract
Jaringan perpipaan belum menjangkau seluruh wilayah, terutama di pinggiran Kota Bandar Lampung (BPPSPAM, 2010). Hal ini mengakibatkan penduduk di Kota Bandar Lampung kekurangan air bersih ditambah lagi dengan tingginya tingkat kehilangan air Non Revenue Water/NRW (PERUMDA-AM, 2025). Bandar Lampung merupakan Kota terbesar yang ada di Provinsi Lampung yang memiliki jumlah penduduk sebanyak 1.226,21 jiwa (BPS, 2025). Akibatnya, kebutuhan akan air bersih semakin meningkat. Total kebutuhan air/hari sebanyak 220.717,8/orang/L dengan asumsi 120L/orang (SNI 6728-1:2015) sedangkan besaran produksi air 750 l/d dan per hari sebesar 64,8 Juta/L/Hari sehingga masih sangat kurang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kota Bandar Lampung. Hal ini disebabkan keterbatasan kapasitas jaringan distribusi dan investasi perpipaan infrastruktur perpipaan, sehingga perluasan layanan ke wilayah pinggiran kota berjalan lambat, jarak ke wilayah pinggiran relatif jauh dari sumber utama, kapasitas produksi air bersih terbatas dan permukiman tumbuh secara tidak merata sehingga sulit terintegrasikan dengan jaringan. Dukungan kebijakan yang sudah ada yaitu Skema KPBU/PPP mekanisme kerja sama jangka panjang antara pemerintah dan swasta dalam penyediaan infrastruktur, termasuk SPAM, dengan prinsip efisiensi, berbagi risiko, dan keberlanjutan. Makalah ini bertujuan untuk menyusun rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan oleh pemerintah dan pemangku kepentingan terkait keterbatasan cakupan layanan SPAM di Kota Bandar Lampung.
References
Anderson, J. E. (2014). Public policymaking: An introduction. Cengage Learning.
Ansyhari, A., & Hadi, W. (2021). Evaluasi sistem penyediaan air minum di Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima. Jurnal Rekayasa Sipil dan Lingkungan, 4(2). https://doi.org/10.19184/jrsl.v4i2.13375
Anti, S., Opirina, L., & Silvia, C. S. (2022). Analisis sistem penyediaan air minum Kecamatan Blangpidie Kabupaten Aceh Barat Daya. Journal of The Civil Engineering Student, 4(2). https://doi.org/10.24815/journalces.v4i2.19076
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). (2020). Rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020–2024. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas.
Bappenas. (2015). Peraturan Menteri PPN/Bappenas No. 4 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas.
Bappenas. (2020). Rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020–2024. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas.
Bardach, E. (2012). A practical guide for policy analysis: The eightfold path to more effective problem solving (4th ed.). Thousand Oaks: Sage Publications.
BPPSPAM. (2010). Keputusan Kepala BPPSPAM Nomor 002/KPTS/K-G/IV/2010 tentang Pedoman Penilaian Kinerja Penyelenggaraan Sistem Penyediaan Air Minum. Jakarta: BPPSPAM.
BPPSPAM. (2010). Keputusan Kepala Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum Nomor 002/KPTS/K-G/IV/2010 tentang Penilaian Kinerja PDAM. Jakarta: BPPSPAM.
Dunn, W. N. (2020). Public policy analysis: An integrated approach. Routledge.
Hickmann, T., Biermann, F., Spinazzola, M., Ballard, C., Bogers, M., Forestier, O., Kalfagianni, A., Kim, R. E., Montesano, F. S., Peek, T., Sénit, C. A., van Driel, M., Vijge, M. J., & Yunita, A. (2023). Success factors of global goal-setting for sustainable development: Learning from the Millennium Development Goals. Sustainable Development, 31(3). https://doi.org/10.1002/sd.2461
Indonesia, S. (2015). Kajian indikator sustainable development goals. Statistics Indonesia.
Jems Yerison Kanaf, I., Irawati, I., & Mas Halimah. (2022). Pengaruh kualitas pelayanan publik air bersih daerah air minum Kota Kupang. Jurnal Moderat, 8(November), 744–755.
Kannengießer, S. (2023). From Millennium Development Goals to Sustainable Development Goals: Transforming development communication to sustainability communication. Studies in Communication Sciences, 23(1). https://doi.org/10.24434/j.scoms.2023.01.3516
Karneli, K., Mutholib, A., Naue, D. A. B., Nabila, M., Nur, M., & Ramadhani, K. (2022). Edukasi secara mikrobiologis penjual air minum isi ulang di Kota Palembang. Swarna: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 1(1). https://doi.org/10.55681/swarna.v1i1.21
Kementerian PPN/Bappenas. (2015). Peraturan Menteri PPN/Bappenas Nomor 4 Tahun 2015 tentang Tata Cara Pelaksanaan KPBU. Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas.
Litman, T. (2021). Developing indicators for sustainable and livable transport planning. Victoria Transport Policy Institute.
Nirwisaya, P. M., & Marsono, B. D. (2021). Evaluasi sistem penyediaan air minum berbasis masyarakat di Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Teknik ITS, 9(2). https://doi.org/10.12962/j23373539.v9i2.54694
OECD. (2015). OECD principles on water governance. Paris: Organisation for Economic Co-operation and Development.
PERUMDA Air Minum Way Rilau. (2025). Laporan kinerja dan evaluasi SPAM Kota Bandar Lampung. Bandar Lampung: PERUMDA-AM Way Rilau.
Pulumuduyo, S., Junus, N., & Tome, A. H. (2024). Pengaruh dalam pemenuhan tanggung jawab pelaku usaha terhadap standar kualitas air minum. Terang: Jurnal Kajian Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, 1(3), 232–242.
Puspita, S. M. (2017). Iklim kerja panas dan konsumsi air minum saat kerja terhadap dehidrasi. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 1(2), 108–118.
Santoso, H. B., Indrasari, L. D., Komari, A., & Tripariyanto, A. Y. (2022). Efisiensi biaya transportasi pada jasa distribusi air minum. Barometer, 7(1), 10–17.
Swastomo, A. S., & Iskandar, D. A. (2020). Keberlanjutan sistem penyediaan air minum pedesaan berbasis masyarakat. Jurnal Litbang Sukowati: Media Penelitian dan Pengembangan, 4(2). https://doi.org/10.32630/sukowati.v4i2.131
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Diona Martinalova

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.




