Peran Perempuan Dalam Pembentukan Ruang Spiritual Permukiman Pesisir Suku Mandar di Tanangan
DOI:
https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v6i1.32648Keywords:
perempuan Mandar, ruang spiritual, permukiman pesisir, produksi ruang, sibaliparriqAbstract
Permukiman pesisir masyarakat Mandar terbentuk tidak hanya oleh kebutuhan ekologis dan aktivitas perikanan, tetapi juga oleh nilai budaya serta praktik spiritual yang hidup dalam keseharian warganya. Penelitian ini bertujuan untuk memahami peran perempuan dalam pembentukan ruang spiritual permukiman pesisir Suku Mandar di Lingkungan Tanangan. Berangkat dari keterbatasan kajian sebelumnya yang lebih banyak menempatkan perempuan dalam kerangka peran ganda domestik dan ekonomi, penelitian ini memandang perempuan sebagai aktor sosial yang berkontribusi langsung dalam membangun makna ruang. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif deskriptif melalui penelitian lapangan, menggunakan pendekatan sosiologis dan fenomenologis. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik dengan mengaitkan temuan lapangan pada konsep produksi ruang, ruang bergender, lanskap spiritual, serta nilai budaya sibaliparriq. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan Mandar memainkan peran penting dalam membentuk ruang domestik sebagai ruang spiritual melalui praktik ritual sehari-hari, pengelolaan ruang rumah, pengaturan perilaku keluarga, serta pewarisan nilai-nilai kosmologis yang berkaitan dengan keselamatan dan keseimbangan hidup pesisir. Praktik-praktik tersebut membentuk lanskap spiritual yang tidak selalu tampak secara fisik, namun berfungsi menjaga ketahanan sosial dan rasa aman dalam kehidupan nelayan. Temuan ini menegaskan bahwa ruang spiritual permukiman pesisir merupakan hasil dari praktik sosial yang dijalankan secara berulang oleh perempuan, sehingga memperluas pemahaman tentang peran perempuan Mandar sebagai produsen ruang bermakna dalam kehidupan pesisir.
References
Addini, I. (2016). Praktik sosial nelayan sebelum melaut di Kelurahan Blimbing Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan. Paradigma, 4(3).
Aisyah, N. (2023). Negosiasi identitas pernikahan suku Mandar dengan Bugis di Ujung Lero, Kecamatan Suppa Kabupaten Pinrang. IAIN Parepare.
Amrullah, M. (2015). Representasi Makna Simbolik dalam Ritual Perahu Tradisional Sandeq Suku Mandar di Sulawesi Barat.
Hariyanto, H., Yunilisiah, Y., Manoppo, M., Baihaky, R., Nur, R. J., Soumokil, E. L., Nawangsari, A. S., Fahmi, A. F., Wahjudin, L., & Apriansyah, Y. (2025). Sosiologi keluarga: Teori, konflik, dan rekonsiliasi dalam kehidupan sosial modern. Star Digital Publishing.
Ilyas, S. (2024). Sibaliparriq: Strategi bertahan hidup masyarakat pesisir (Studi kasus komunitas nelayan di Desa Karama Kabupaten Polewali Mandar). Universitas Hasanuddin.
Indrawati, I., Abdullah, A., & Aksa, A. (2021). Teologi gender dalam tradisi sibaliparri: Peran perempuan pesisir Polewali Mandar. Potret Pemikiran, 25(2), 192–206.
Khairah, M. (2017). Pengembangan kawasan pesisir sebagai pusat budaya Mandar berbasis kearifan lokal di Kecamatan Balanipa Kabupaten Polewali Mandar. Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar.
Mahyuddin, M., Wahyuddin, M., & Wahyuni, W. (2020). Keluarga nelayan dan budaya sibaliparri’: Menyingkap relasi kesetaraan gender dalam masyarakat Mandar.
Mardiyah, M. (2017). Peran perempuan pandulung dalam pemberdayaan ekonomi pesisir di Ujung Lero Kabupaten Pinrang.
Masgaba, M. (2018). Nelayan Mandar di Kabupaten Majene. Pustaka Refleksi/Balai Pelestarian Nilai Budaya Sulsel.
Miskawi, M., Kurniadi, H., Pahlevi, M. R., & Purnomo, T. (2017). Pengembangan peran perempuan pesisir di Muncar: Analisis dan pemetaan kualitas sumber daya pada perempuan muda. SNAPER-EBIS, 597–607.
Supriadi, E. (2023). Islam nelayan: Rekonstruksi ritual keislaman dalam bingkai Islam dan budaya lokal masyarakat nelayan Cirebon. Penerbit Lawwana.
Umihani, S. (2024). Peran perempuan terhadap pengembangan ekonomi kreatif (Studi kasus kelompok perempuan Pesisir Bahagia dalam pengembangan kerajinan batik mangrove di Desa Mojo). UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan.
Wahyudi, F. D., Damanik, F. H. S., Nur, R. J., Pujiriyani, D. W., Abdulhadi, D., Sawitri, I., Sabariman, H., Daulay, H., Kusumastuti, S. Y., & Indah, P. D. P. (2026). Sosiologi gender: Teori, dinamika, dan isu kontemporer. Star Digital Publishing.
Yuwono, D. B. (2019). Pergeseran mata pencaharian dan pudarnya ritual syukur laut pada masyarakat nelayan Bugis di Sungailiat Bangka. Al-Qalam, 25(2), 441–454.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Wiwid Diniati, Sudaryono Sudaryono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.




