Desain Struktur Bangunan Bertingkat Tahan Gempa di Wilayah Pontianak

Authors

  • Ashraf Dhowian Parabi Universitas Tanjungpura, Indonesia
  • Chandra Alip Pratama Universitas Tanjungpura, Indonesia
  • Fairuz Adibah Universitas Tanjungpura, Indonesia
  • Astisza Syahla Ludmilla Parabi Universitas Tanjungpura, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v6i1.32661

Keywords:

Earthquake load, etabs, Planning, Structure

Abstract

Kalimantan Barat, dengan ibu kotanya yang terletak di ekuator, secara historis dikategorikan sebagai wilayah dengan intensitas seismik sangat rendah berdasarkan peta zonasi gempa nasional. Kondisi ini mengakibatkan banyak bangunan di kawasan tersebut tidak dirancang dengan mempertimbangkan gaya lateral akibat aktivitas seismik. Namun, perkembangan terkini dalam praktik rekayasa struktur menekankan pentingnya mengintegrasikan analisis beban gempa bahkan pada zona seismik rendah sebagai langkah antisipasi dan peningkatan standar keselamanan bangunan. Dalam konteks ini, dilakukan studi perancangan struktur gedung perkantoran berlantai banyak di kawasan pusat kota dengan pendekatan desain tahan gempa sesuai regulasi terkini. Metodologi perencanaan mengacu pada SNI 1726-2012 tentang Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Struktur Bangunan Gedung, yang mengintegrasikan perhitungan beban gravitasi (mati dan hidup) serta beban lateral gempa rencana. Tujuan utamanya adalah menghasilkan dimensi elemen struktur yang optimal—memenuhi kriteria keamanan, efisiensi material, dan kesesuaian terhadap standar yang berlaku. Validasi dimensi struktur yang telah ditetapkan dilakukan melalui pemodelan dan analisis menggunakan perangkat lunak berbasis metode elemen hingga, yaitu ETABS. Proses ini memungkinkan evaluasi komprehensif terhadap respons struktur terhadap kombinasi pembebanan yang bekerja, serta verifikasi apakah konfigurasi struktur yang direncanakan mampu menahan gaya-gaya internal secara efektif dengan tingkat efisiensi yang memadai.

References

Angglena, M., & Pandey, F. (2025). Pemetaan zona rawan gempa berdasarkan jejak historis gempa dan kerusakan infrastruktur. Innovative: Journal of Social Science Research, 5.

Aprilia, S. N., & Tiarawat, F. (2023). Permasalahan urbanisasi dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Working Papers, 2008204086.

Arifin, F. A. B., Restele, L. O., Harimudin, J., & Hadini, L. O. (2024). Distribusi spasial zona rawan kerusakan gempa berdasarkan hasil interpolasi menggunakan data mikrotremor. JAGAT (Jurnal Geografi Aplikasi dan Teknologi), 8(2). https://doi.org/10.33772/jagat.v8i2.47740

Carolin, V., & Kurniati, E. (2025). Tantangan pembangunan perkotaan terhadap urbanisasi dan kemacetan di Jakarta: Analisis permasalahan dan solusi. Jurnal Ilmu Ekonomi, 4(1). https://doi.org/10.59827/jie.v4i1.222

Febrian, R., Suyatno, R., Salsabila, S., Budiman, F., & Sudaryanto, S. (2025). Analisis spasial berbasis K-means clustering untuk identifikasi daerah rawan gempa berdasarkan data historis. Cara Mengutip, 1(1).

Mantri, S. Y. Y., & Sutarman, T. (2015). Pemetaan daerah rawan gempa bumi berdasarkan data seismisitas di Kabupaten Jayapura. Sains, 15.

Najmi, A. S., & Fitriyani, T. (2023). Permasalahan urbanisasi dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Working Papers, 2008204086.

Zahroo, A. F. (2023). Tantangan pembangunan perkotaan terhadap urbanisasi, lingkungan, dan kemacetan di Jakarta: Analisis permasalahan dan solusi. Jurnal Ilmu Ekonomi Terapan, 1(2).

Fitri, D. N. (2025). Piramida penduduk Kalimantan Barat: Struktur dan implikasinya terhadap pembangunan. Ekodestinasi, 3(1), 17–26.

Harita, H., Daeli, S. D., Zalukhu, M. H., & Zebua, D. (2024). Strategi pengelolaan risiko dalam konstruksi gedung tahan gempa di daerah rawan bencana. Jurnal Ilmu Ekonomi, Pendidikan dan Teknik, 1(2), 1–10.

Lesttianto, E. W. N. (2025). Perancangan pengembangan pelabuhan utama Kota Sorong: Penerapan multi-hazard dalam pendekatan resilience architecture (Disertasi doktoral, Universitas Islam Indonesia).

Pratama, S., Hidayat, M. T., & Wijaya, M. N. (2020). Studi alternatif perencanaan bangunan gedung laboratorium vokasi dan industri kreatif vokasi Universitas Brawijaya Kampus Dieng menggunakan struktur balok komposit (profil baja dan beton bertulang). Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil, 1(2), 200–211.

Putra, A. M., Noorhidana, V. A., & Isneini, M. (2020). Pengaruh penambahan serat baja terhadap kuat lentur balok beton bertulang pada beton mutu normal. Jurnal Rekayasa Sipil dan Desain, 8(2), 367–384.

Sukirno, I. A., & Ihsanudin. (2025). Studi perbandingan kekuatan beton pracetak dan beton cor pada proyek gedung bertingkat. Jurnal Bangunan Konstruksi (BARAKKA), 3(1), 122–127. https://doi.org/10.63877/jbk.v3i1.110

Susilo, H., Prasetyo, Y., & Suryani, M. (2023). Perbandingan uji tekan pada beton dengan menggunakan sulfur capping (belerang) dan alat rubber capping (plat karet). Indonesian Journal of Laboratory, 3, 72. https://doi.org/10.22146/ijl.v0i3.79601

Sutanto, F., Samsurizal, E., & Budi, G. S. (2014). Analisis perhitungan struktur bangunan gedung head office dan showroom Yamaha Pontianak. JeLAST: Jurnal PWK, Laut, Sipil, Tambang, 3(2). https://doi.org/10.26418/jelast.v3i2.8824

Downloads

Published

2026-01-21

How to Cite

Parabi, A. D., Pratama, C. A. ., Adibah, F. ., & Parabi, A. S. L. . (2026). Desain Struktur Bangunan Bertingkat Tahan Gempa di Wilayah Pontianak. Jurnal Sosial Teknologi, 6(1), 184–194. https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v6i1.32661