Asuhan Akupunktur pada Penderita Nyeri Bahu di Klinik Sinshe Aisin Palembang
DOI:
https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v6i1.32674Keywords:
asuhan akupunktur, nyeri bahu, studi kasus, diagnosis akupunktur, muskuloskeletalAbstract
Nyeri bahu merupakan keluhan muskuloskeletal yang umum dijumpai dengan prevalensi tinggi. Secara global, 1,71 miliar orang mengalami gangguan muskuloskeletal dengan 149 juta orang mengalami keterbatasan aktivitas. Di Indonesia, prevalensinya mencapai 9,86% pada petani dan 7,46% pada PNS. Nyeri bahu disebabkan oleh cedera olahraga, penggunaan otot berlebihan, dan kondisi degeneratif. Jika tidak ditangani dapat menyebabkan keterbatasan gerak dan menurunkan kualitas hidup. Penggunaan OAINS dapat menimbulkan efek samping seperti gangguan pencernaan dan kerusakan ginjal. Asuhan akupunktur menawarkan pendekatan holistik dengan efek samping minimal. Tujuan penelitian mendapatkan gambaran menyeluruh asuhan akupunktur pada penderita nyeri bahu di Klinik Sinshe Aisin Palembang. Metode Penelitian ini dengan kualitatif studi kasus dengan satu partisipan penderita nyeri bahu dilaksanakan selama 3 minggu pada April-Mei 2025. Terapi akupunktur dilakukan 6 kali dengan jadwal 2 kali per minggu. Pengumpulan data menggunakan Lembar Data Klien mencakup Empat Cara Pemeriksaan: Wang (pengamatan), Wen (pendengaran, penciuman, dan wawancara), dan Qie (perabaan). Data direduksi untuk menegakkan diagnosis akupunktur berdasarkan penyakit dan sindrom sebagai dasar rencana terapi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Asuhan akupunktur dilakukan melalui tahapan sistematis meliputi pemeriksaan komprehensif, penegakan diagnosis berdasarkan prinsip Kedokteran Timur (Stagnasi Qi dan Stasis Darah di meridian sekitar sendi bahu), penyusunan rencana terapi dengan pemilihan titik akupunktur, implementasi terapi, evaluasi proses dan hasil setiap sesi, serta pernyataan prognosis. Kesimpulan dari penelitian ini asuhan akupunktur memberikan pendekatan holistik dalam penanganan nyeri bahu dengan memperhatikan diagnosis sindrom dan penyakit berdasarkan prinsip Kedokteran Timur dengan efek samping minimal.
References
Arovah, N. I. (2021). Olahraga Terapi Rehabilitasi pada Gangguan Musculoskeletal. UNY Press.
Ching, N. & Halpin, J. 2017. The Art and Practice of Diagnosis in Chinese Medicine. Singing Dragon. London.
Cieza, A., Causey, K., Kamenov, K., Hanson, S.W., Chatterji, S., & Vos, T. 2021. Global Estimates of the Need for Rehabilitation Based on the Global Burden of Disease Study 2019: A Systematic Analysis for the Global Burden of Disease Study 2019. The Lancet. 396 (10267), 2006–2017.
Davis, D.L., Almardawi, R., Beamer, B.A., Ryan, A.S., & Terrin, M.L. 2023. Shoulder Pain, Health-Related Quality of Life and Physical Function in Community-Dwelling Older Adults. Frontiers in Aging. 4. https://doi.org/10.3389/fragi.2023.1176706.
Ghlichloo, I. & Gerriets, V. 2023. Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAIDs). StatPearls [Internet]. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK547742/. Diakses Februari 2025.
Hernawati, S. 2017. Metodologi Penelitian dalam Bidang Kesehatan: Kuantitatif & Kualitatif. Forum Ilmiah Kesehatan. Ponorogo.
Ho, J., Aibinder, W.R., Athwal, G.S., & Widmer, B. 2024. Shoulder Pain and Common Shoulder Problems. OrthoInfo. URL: https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases--conditions/shoulder-pain-and-common-shoulder-problems/. Diakses Februari 2025.
Kementerian Kesehatan RI. 2019. Laporan Nasional Riskesdas 2018. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. Jakarta.
Ma, B. 2023. Shoulder Pain. Penn Medicine. URL: https://www.pennmedicine.org/for-patients-and-visitors/patient-information/conditions-treated-a-to-z/shoulder-pain/. Diakses Februari 2025.
Muflikha, I., Susilo, T. E., & Debi, S. S. (2024). Edukasi Dan Mengatasi Nyeri Bahu Dengan Terapi Latihan di Pos Lansia Banyuanyar Surakarta. Karunia: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Indonesia, 3(1), 36–44.
Pradiansyah, R. A., Norlinta, S. N. O., Ft, S. S., Fis, M., Yuningsih, D., & Ftr, S. S. T. (2022). Efektivitas pemberian ultrasound terhadap penurunan nyeri pada rotator cuff tendinopathy: narrative review.
Pristianto, A., Octavia, R. W., Haq, S. N., & Fathan, M. (2022). Penyuluhan dan Edukasi Program Fisioterapi Terkait Keluhan Muskuloskeletal pada Pegawai di PT. KAI Purwosari. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(4), 1543–1550.
Rohmah, R. L., & Widanarko, B. (2025). Faktor Risiko dan Prevalensi Gangguan Muskuloskeletal pada Bahu di Sektor Konstruksi: Literatur Review. Jurnal Medika Nusantara, 3(2), 69–92.
Vogel, M., Binneböse, M., Wallis, H., Lohmann, C.H., Junne, F., Berth, A., & Riediger, C. 2022. The Unhappy Shoulder: A Conceptual Review of the Psychosomatics of Shoulder Pain. Journal of Clinical Medicine. 11 (18). 5490. https://doi.org/10.3390/jcm11185490.
Yin, G., Liu, Z., & Li, S. 2000. Advanced Modern Chinese Acupuncture Therapy: A Practical Handbook for Intermediate and Advanced Study. New World Press. Beijing.
Zhang, Y. & Wang, C. 2020. Acupuncture and Chronic Musculoskeletal Pain. Current Rheumatology Reports. 22 (11). https://doi.org/10.1007/s11926-020-00954-z.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rina Erawati, Chantika Mahadini, Amal Prihatono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.



