Tinjauan Siyasah Dauliyah Terhadap Potensi Arah Politik Ekonomi Indonesia Pasca Bergabung Dengan Brics (Brazil, Rusia, India, China, South Africa)

Authors

  • Muhammad Widi Azzaqi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
  • Yana Sutiana Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung
  • Budi Tresnayadi Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

DOI:

https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v6i2.32683

Keywords:

BRICS, Politik Ekonomi Indonesia, Ekonomi Politik Internasional, Teori Dependensi, Siyasah Dauliyah, Kemaslahatan

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kecenderungan arah politik ekonomi Indonesia pasca keanggotaan BRICS, mengidentifikasi peluang serta risiko yang menyertainya, dan mengevaluasi kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip Siyasah Dauliyah, khususnya al-‘Adalah (keadilan) dan at-Ta’awun (kerja sama). Kerangka berpikir penelitian menggabungkan teori Ekonomi Politik Internasional (merkantilisme, liberalisme, dan strukturalisme), teori dependensi, prinsip-prinsip Siyasah Dauliyah, serta dasar hukum Indonesia (Pasal 33 ayat (4) UUD 1945, UU No. 37 Tahun 1999, dan UU No. 24 Tahun 2000). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka, analisis dokumen, serta penelusuran data sekunder terkait dinamika BRICS dan kebijakan ekonomi Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arah politik ekonomi Indonesia pasca bergabung dengan BRICS cenderung menuju model semi-merkantilis yang menekankan kedaulatan ekonomi melalui hilirisasi dan diversifikasi kerja sama, namun secara struktural Indonesia masih berada pada posisi semi-periphery yang bergantung pada teknologi dan modal negara besar BRICS, terutama Tiongkok. Keanggotaan BRICS menghadirkan peluang strategis seperti perluasan pasar, peningkatan investasi, dan penguatan posisi geopolitik, tetapi juga menimbulkan risiko berupa potensi ketergantungan baru (neo-dependensi), asimetri posisi tawar, dan kemungkinan tekanan politik ekonomi antarnegara anggota. Dari perspektif Siyasah Dauliyah, keanggotaan Indonesia dapat bernilai maslahat apabila mampu memperkuat kemandirian nasional, memastikan distribusi manfaat yang adil, dan menjaga kemaslahatan publik, namun berpotensi tidak memenuhi prinsip keadilan dan kerja sama apabila menghasilkan ketergantungan struktural yang merugikan.

References

Almubaroq, I. H. Z., Perwita, A. A. B., Sarjito, I. A., Asmoro, R. D., Purwantoro, I. S. A., Hartono, U., Duarte, E. P., Sos, S., Suryana, R. E., & MPPM, H. T. (2025). Mengelola ketidakpastian: Strategi pertahanan di tengah dinamika global. Indonesia Emas Group.

Ashara, E. S., Subagyo, A., & Ginanjar, Y. (2024). Dampak kerjasama BRICS terhadap dominasi nilai dolar Amerika Serikat (AS) di tahun 2022. Diplomacy and Global Security Journal: Jurnal Mahasiswa Magister Hubungan Internasional, 1(1).

Bakti, S., Hakim, L. N., & Marpaung, D. (2025). Indonesia dalam BRICS: Dampak bagi perekonomian nasional. Kalianda Halok Gagas, 8(1), 66–75.

Dassucik, D., & Farida, I. (2025). Pengantar ekonomi pembangunan: Strategi menuju negara berkembang. Penerbit Tahta Media.

Djazuli, A. (n.d.). Fiqh siyasah: Implementasi kemaslahatan umat dalam rambu-rambu syariah. Prenadamedia Group.

Duarte, E. P., & Sos, S. (2025). Manajemen pertahanan Indonesia dalam konteks kebijakan Trump: Analisis dan refleksi. Indonesia Emas Group.

Goodin, R. E., & Mangunsong, N. S. H. (2021). Pemodelan kebijakan: Handbook kebijakan publik. Nusamedia.

Hasan, M., & Azis, M. (2018). Pembangunan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat: Strategi pembangunan manusia dalam perspektif ekonomi lokal (Edisi ke-2). CV. Nur Lina bekerja sama dengan Pustaka Taman Ilmu.

Ichwani, A. D. A. (2024). Forum BRICS ditinjau dari perspektif hukum dagang internasional.

Lino, M. N., & AMKL, L. (2023). Strategi pembangunan: Peran kepemimpinan, komitmen, budaya organisasi, dan konsensus strategi pada instansi pemerintah Timor Leste. Mega Press Nusantara.

Muslimin, M., Ramelan, M. R., & Andriani, L. (2025). Satu dasawarsa BRICS: Peluang dan tantangan (Narrative literature review). Peradaban Journal of Economic and Business, 4(1), 1–23.

Nurifqi, M. W., Lubis, F. M., & Marsingga, P. (2024). Pengaruh organisasi Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan (BRICS) dalam kerja sama ekonomi global. TRANSBORDERS: International Relations Journal, 8(1), 1–11.

Prasetyo, D. Y., Norrahman, F. H., Ramadhani, A. D., Hilmiyah, N., Nurharizah, S., Malika, V., & Fuad, M. Y. (2025). Strategi kebijakan global: Demokrasi, ekonomi, dan hubungan internasional. Kramantara JS.

Putri, M., Isnaeni, N., & Pratama, A. (2025). Nilai kemaslahatan sebagai basis analisis terhadap strategi dedolarisasi BRICS. Universitas Jambi.

Quddus, M. S. Q. (2025). Analisis konvergensi hukum ekonomi internasional: Tantangan hukum bagi Indonesia dalam mengharmonisasikan kepentingan BRICS dan ASEAN. Equality: Journal of Law and Justice, 2(1), 62–88.

Riani, N., Harris, A., & Maruf, C. (2024). Daya saing ekonomi Indonesia: Cooperation multilateral dan regional. Journal Tafkirul Iqtishodiyyah, 4(2), 1–8.

Ridwan, R., & Hajiali, I. (2022). Analisis potensi wilayah (ANPOTWIL). Pustaka Pelajar.

Suara, S. M. (2025). Analisis faktor penyebab Indonesia menjadi negara mitra BRICS. Fakultas Hukum Sosial Politik.

Suntana, I. (2015). Politik hubungan internasional Islam (siyasah dauliyah). Pustaka Setia.

Suryahani, I., Nurhayati, N., & Gunawan, E. R. S. (2024). Buku referensi dinamika global perekonomian Indonesia. PT Sonpedia Publishing Indonesia.

Tanjung, H. D. A., & TP, S. (2025). Dampak pengelolaan sumber daya alam terhadap lingkungan. Pengelolaan Sumber Daya Alam.

Downloads

Published

2026-02-05

How to Cite

Azzaqi, M. W., Sutiana, Y. ., & Tresnayadi, B. . (2026). Tinjauan Siyasah Dauliyah Terhadap Potensi Arah Politik Ekonomi Indonesia Pasca Bergabung Dengan Brics (Brazil, Rusia, India, China, South Africa). Jurnal Sosial Teknologi, 6(2), 480–495. https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v6i2.32683