Peran Material, Warna dan Pencahayaan dalam Membentuk Impresi Visual Interior Kafe Industrial
DOI:
https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v6i2.32685Keywords:
Impresi Visual, Desain Interior, Kafe Industrial, Material, PencahayaanAbstract
Penelitian ini mengkaji peran elemen visual interior, khususnya material, warna, dan pencahayaan, dalam membentuk impresi visual pada kafe bergaya industrial yang semakin berkembang sebagai ruang komersial dan sosial di kawasan perkotaan. Seiring meningkatnya kebutuhan akan ruang yang tidak hanya fungsional tetapi juga mampu menciptakan pengalaman ruang yang bermakna, pemahaman berbasis persepsi pengguna menjadi penting dalam perancangan interior kafe. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi relatif warna, material, dan pencahayaan terhadap impresi visual interior kafe industrial berdasarkan persepsi pengunjung. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed-method dengan pengumpulan data kuantitatif melalui kuesioner berbasis skala Likert dan data kualitatif melalui observasi visual. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif menggunakan nilai rata-rata dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa material merupakan elemen paling dominan dalam membentuk impresi visual interior kafe industrial, diikuti oleh warna dan pencahayaan. Ekspos material seperti beton, baja, dan kayu memberikan karakter visual yang kuat dan autentik, sementara warna dan pencahayaan berperan sebagai elemen pendukung yang memperkuat suasana ruang. Temuan ini menegaskan bahwa impresi visual kafe industrial terbentuk melalui sinergi berbagai elemen desain, dengan materialitas sebagai faktor utama. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis pada kajian desain interior berbasis persepsi visual serta implikasi praktis bagi desainer interior dalam merancang kafe industrial yang responsif terhadap pengalaman dan preferensi pengguna.
References
Andi Muh, A. G. A. Y. (2025). Penerapan sensory branding dalam desain interior kafe dan persepsi konsumen Generasi Z (Studi kasus: Kafe Konnichiwa Kota Makassar) (Skripsi). Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Atamtajani, A. S. M., & Chalik, C. (2024). Personality for different designers: Temukan gaya, ciptakan karya. Deepublish.
Febriani, R. E., Judijanto, L., Hendriyana, H., Yuliasih, M., Fatrina, N. Y., & Pakpahan, A. K. (2025). Ekonomi kreatif: Inovasi, peluang, dan tantangan ekonomi kreatif di Indonesia. PT Sonpedia Publishing Indonesia.
Hidayat, C. B. M. (2024). Perancangan fasilitas edukasi dan wisata lalu lintas darat di Bandung (Skripsi). Universitas Komputer Indonesia.
Ismanto, A., & Wiyoso, M. T. D. A. (2021). Sebuah gagasan milenial dalam desain: Transformasi desain interior menuju era pasca pandemi.
Kim, J., & Lee, S. (2023). Lighting atmosphere and emotional responses in café interiors. Buildings, 13(4), 1021. https://doi.org/10.3390/buildings13041021
Kurniawan, A., & Tamami, A. Z. (2025). Estetika visual dan pengaruhnya terhadap kenyamanan psikologis dalam ruang. Imajinasi: Jurnal Ilmu Pengetahuan, Seni, dan Teknologi, 2(2), 82–94.
Lathifisama, A. R. (2025). Ruang untuk bertumbuh: Desain partisipatif masjid dan auditorium STIKES Wonosobo sebagai wajah identitas kampus (Skripsi). Universitas Islam Indonesia.
Lee, Y., & Guerin, D. A. (2022). Meaning and perception of materials in interior environments. Journal of Interior Design, 47(1), 3–18. https://doi.org/10.1111/joid.12196
Mehrabian, A., & Russell, J. A. (2022). An approach to environmental psychology (Reprint ed.). MIT Press.
Noorwatha, I. K. D. (2020). Rachana vidhi: Metode desain interior berbasis budaya lokal dan revolusi industri 4.0. I Kadek Dwi Noorwatha.
Noviani, R., & Udasmoro, W. (2021). Politik ruang: Spasialitas dalam konsumerisme, media, dan governmentalitas. PT Kanisius.
Pallasmaa, J. (2021). The embodied image: Imagination and imagery in architecture. Wiley.
Satwiko, P. (2025). Arsitektur imersif: Melibatkan pancaindra dalam desain. Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Siddiq, V. A. L., & Dharmawan, V. (2023). Penerapan arsitektur perilaku dalam perancangan kampus terpadu (Studi kasus: Madrasah Mu’allimaat Muhammadiyah Yogyakarta). Mintakat: Jurnal Arsitektur, 24(2), 113–130.
Ulrich, R. S., Zimring, C., & Quan, X. (2021). Affective responses to built environments. Frontiers of Architectural Research, 10(4), 687–699. https://doi.org/10.1016/j.foar.2021.07.003
Yanto, A. K. (n.d.). Analisis neuroestetika pada interior coffee shop: Studi respons visual dan emosional di Expat Roasters Surabaya.
Yupardhi, T. H., & Noorwatha, I. K. D. (2019). Instagrammable interior: Studi preferensi tampilan estetik dan kreatif interior tempat kuliner untuk generasi milenial. In Sandyakala: Prosiding Seminar Nasional Seni, Kriya, dan Desain (Vol. 1, pp. 46–55).
Yusriadi, Y. (2021). Ruang personal di studio gambar Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Skripsi). Universitas Hasanuddin.
Zahirah, D. Z., & Subkiman, A. (2024). Eksplorasi karakteristik Art Deco di Kota Bandung sebagai inspirasi desain interior lobi hotel dengan pendekatan eklektik. Rachanainterior, 1(2), 76–87.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Shofwan Luthfi Wibowo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.




