Representasi Komunikasi Antar Pribadi Ayah Pengidap Autisme Spectrum Disorder (ASD) dan Anak Dalam Film “Miracle in Cell No.7 (Indonesia)”

Authors

  • Afiahamalia Afiahamalia Universitas Mulawarman
  • Ziya Ibrizah Universitas Mulawarman
  • Silviana Purwanti Universitas Mulawarman
  • Ainun Ni`Matu Rohmah Universitas Mulawarman

DOI:

https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v6i2.32695

Keywords:

Representasi, KAP, ASD, Semiotika, Film

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komunikasi antar pribadi antara ayah pengidap Autism Spectrum Disorder (ASD) dan anak dalam film Miracle in Cell No. 7 (Indonesia). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Charles Sanders Peirce, yang menitikberatkan pada tiga unsur tanda, yaitu representamen, objek, dan interpretan. Data penelitian diperoleh melalui pengamatan terhadap 4 adegan, yang menunjukkan 4 karakteristik efektivitas komunikasi berupa keterbukaan, dukungan, perasaan positif, dan kesetaraan dalam proses komunikasi antar pribadi antara tokoh ayah dan anak.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antar pribadi yang ditampilkan dalam film tersebut tetap berjalan secara efektif meskipun terdapat keterbatasan kognitif dan sosial pada tokoh ayah. Efektivitas komunikasi terlihat melalui penggunaan simbol nonverbal, ekspresi emosional, serta hubungan afektif yang kuat antara ayah dan anak.  Film ini merepresentasikan komunikasi sebagai praktik sosial yang sarat dengan makna emosional dan simbolik, sehingga keterbatasan akibat ASD tidak meniadakan terjalinnya komunikasi yang bermakna. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian komunikasi antar pribadi dan analisis semiotika dalam konteks representasi disabilitas dalam media film.

References

Anugrah, B., Septiani, P. A., & Ubaidillah, M. (2023). Analisis Komunikasi Interpersonal Ayah Dan Anak Dalam Film Sejuta Sayang Untuknya. Jurnal Bimbingan Konseling, 4(1), 50–58. https://journal.iainpalu.ac.id/index.php/nosipakabelo/

Calista, E. A. (2022). Review Film "Miracle In Cell No 7". Diakses pada 28 Agustus 2023 dari Kompasiana.com: https://www.kompasiana.com/amp/elvareta6922/635385f84addee13e24cc7d2/review-film-miracle-in-cell-no-7

Dheviyani, & Manesah, D. (2024). Analisis Teknik Visualisasi Budaya Lokal Medan Dalam Film Sang Prawira (2019) Sutradara Ponti Gea. Medan: Misterius : Publikasi Ilmu Seni dan Desain Komunikasi Visual.

Emmanuela, C. R., Yoanita, D., Wijayanti, C. A., Komunikasi, P. I., Kristen, U., & Surabaya, P. (2022). Representasi Pola Komunikasi Keluarga Cina Dalam Film Shang-Chi and the Legend of the Ten Rings.

Fithria, K. N., Dwiningtyas, H., & Qurrotaayun, P. (2022). Pemaknaan Khalayak Terhadap Representasi Fatherhood dalam Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini. Interaksi Online, 10(1), 1–13. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/interaksi-online/article/view/32656

Gumelar, R. S. (2023). Pola Komunikasi Interpersonal Orang Tua Tunanetra Terhadap Kemandirian Anak. 31–41.

Habibullah, A. A. F. (2021). Hubungan pola asuh demokratis orang tua dengan komunikasi interpersonal siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri 6 Malang. 1-92

Hafzotillah. (2021). Analisis Semiotika Komunikasi Interpersonal Ayah Dan Anak Dalam Film Mencari Hilal. Amarasi: Jurnal Desain Komunikasi Visual, 2(01), 1–8.

Hanani, S. (2017). Komunikasi Antarpribadi Teori dan Praktik. Ar-Ruzz Media.

Hermayanthi, G. B. (2021). Representasi Kekerasan Pada Anak Dalam Film Miss Baek (Analisis Representasi Stuart Hall). Tugas Akhir, 1–85. https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/29408v

Kalimau, Isabela BEFP; Rina, N. (2023). Komunikasi Interpersonal Ayah Pekerja Dan Anak Perempuan Dalam Meningkatkan Keterbukaan Diri Anak. Jurnal Ilmu Komunikasi, 2(3), 310–324. https://bnr.bg/post/101787017/bsp-za-balgaria-e-pod-nomer-1-v-buletinata-za-vota-gerb-s-nomer-2-pp-db-s-nomer-12

Leonardo, & Azeharie, S. (2023). Representasi Komunikasi Asertif Ayah dan Anak dalam Film Ngeri- Ngeri Sedap ( Analisis Semiotika Pierce ). 694–701.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). PT Remaja Rosdakarya.

Nanda, E. (2022). Review Miracle In Cell No 7 Indonesia, Definisi Ngakak Sambil Nangis. Diakses pada 28 Agustus 2023 dari idntimes.com: https://www.idntimes.com/hype/entertainment/amp/erfah-nanda-2/review-miracle-in-cell-no-7-indonesia

Putri, I. (2020). Representasi Single Parent Pada Film the Pursuit of Happyness. 1-137

Rivaldyansah, E. (2021). Representasi edukasi pada anak dalam Film Pendek" Anak Lanang". 1-107

Sumiati, S. (2023). Resensi film Miracle In Cell No 7, Film Seruh & Menyentuh. Diakses pada 28 Agustus, 2023 dari mustakim.org: https://mustakim.org/resensi-film-miracle-in-cell-no-7/kelebihan-film

Supanji, T. H. (2023). Pemerintah Penuhi Hak Penyandang Disabilitas di Indonesia. Diakses pada 28 Agustus, 2023 dari kemenkopmk.go.id: https://www.kemenkopmk.go.id/pemerintah-penuhi-hak-penyandang-disabilitas-di-indonesia

Vera, N. (2022). Semiotika Dalam Riset Komunikasi. Depok: PT. Rajagrafindo Persada.

Wijayanti, Y. (2019). Proses Komunikasi Interpersonal Ayah Dan Anak Dalam Menjaga Hubungan. E-Komunikasi, 1(3), 128–136.

Downloads

Published

2026-02-12

How to Cite

Afiahamalia, A., Ibrizah, Z. ., Purwanti, S. ., & Rohmah, A. N. . (2026). Representasi Komunikasi Antar Pribadi Ayah Pengidap Autisme Spectrum Disorder (ASD) dan Anak Dalam Film “Miracle in Cell No.7 (Indonesia)”. Jurnal Sosial Teknologi, 6(2), 729–745. https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v6i2.32695