Perbandingan Efektivitas Ketamin-Midazolam Versus Ketaminpropofol Untuk Sedasi Prosedural Pediatrik: Sebuah Tinjauan Sistematis

Authors

  • Harits Hammam Adhadi Rumah Sakit Umi Barokah
  • Cyntia Arum Rumah Sakit UMS A.R. Fachrudin

DOI:

https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v6i2.32708

Keywords:

Ketamin, Midazolam, Pediatrik, Propofol

Abstract

Manjemen sedasi pada pediatri memerlukan agen yang aman dengan pemulihan cepat. Ketamin dalam dosis rendah digunakan sebagai obat penenang dengan sifat analgesik dan penginduksi tidur, tetapi penggunaanya sendiri dapat menimbulkan efek samping seperti kecemasan, halusinasi, mual dan muntah. Pengurangan dosis dan penggunaannya dalam kombinasi dengan obat penenang lain dapat mengurangi efek samping dari ketamin. Ketamin sering dikombinasikan dengan midazolam atau propofol untuk meminimalkan efek samping. Namun, literatur mengenai kombinasi mana yang lebih unggul dalam hal profil pemulihan dan stabilitas hemodinamik masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas dan keamanan kombinasi Ketamin-Midazolam (KM) versus Ketamin-Propofol (KP) pada prosedural sedasi pediatri. Pencarian literatur dilakukan secara sistematis pada basis data PubMed, Scopus, dan Cochrane Library hingga Desember  2025. Studi yang disertakan meliputi uji klinis, studi observasional, dan data dunia nyata yang melibatkan pasien anak. Parameter utama yang dinilai meliputi waktu pemulihan (buka mata, napas spontan), stabilitas hemodinamik (denyut jantung, saturasi oksigen), dan skor agitasi atau nyeri pascaoperasi. Empat studi telah dianalisis dalam studi ini. Hasil dari studi tersebut menunjukkan variasi. Kombinasi KM ditemukan memberikan waktu pemulihan dini yang lebih cepat pada prosedur sirkumsisi. Namun, kombinasi KP (Ketofol) menunjukkan keunggulan dalam stabilitas denyut jantung pada prosedur kedokteran gigi dan skor agitasi serta pemulihan yang lebih baik pada prosedur pasca-tonsilektomi. Baik KM maupun KP efektif untuk sedasi anak. Pemilihan kombinasi harus mempertimbangkan jenis prosedur; KM mungkin lebih unggul untuk pemulihan waktu yang sangat singkat, sementara KP memberikan profil hemodinamik dan kenyamanan pasca-prosedur yang lebih stabil pada tindakan yang lebih kompleks.

References

Abbas, M. S., Abd El-Hakeem, E. E., & Kamel, H. E. (2019). Three minutes propofol after sevoflurane anesthesia to prevent emergence agitation following inguinal hernia repair in children: A randomized controlled trial. Korean Journal of Anesthesiology, 72(3), 253–259. https://doi.org/10.4097/kja.d.18.00345

Abbasi-Asl, T., Zayeri, F., Ghajari, M. F., Amiritehranizadeh, N., Meymeh, M. H., Ghasemi, E., et al. (2024). A comparison of the effects of ketamine–midazolam and ketamine–propofol combinations on vital signs of non-cooperative children with dental diseases in a crossover study with repeated measurements: The Bayesian approach. Journal of Oral Health and Oral Epidemiology, 13(4), 149–155. https://doi.org/10.34172/johoe.2401.1612

Adiban, V., Matin, S., Hassanpour-Darghah, M., Seyed Sadeghi, M. S., & Ghorbanzadeh, K. (2020). A comparison of the sedative effect of ketofol and the combination of midazolam–ketamine in upper GI tract endoscopy in 1–14 years children. Journal of Ardabil University of Medical Sciences, 20(1), 104–115. https://doi.org/10.29252/jarums.20.1.104

Anggorotomo, W., Kadarsah, R. K., & Oktaliansah, E. (2015). Perbandingan kebutuhan propofol dan lama bangun antara kombinasi propofol–ketamin dan propofol–fentanil pada pasien yang dilakukan kuretase yang diukur dengan bispectral index (BIS). Jurnal Anestesi Perioperatif, 3(3), 180–188.

Azhar, D. A., & Millizia, A. (2025). Sedasi di luar ruang operasi. Galenical: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Mahasiswa Malikussaleh. https://doi.org/10.29103/JKKMM.V4I4.22193

Bayraktaroglu, M., Kurtay, A., & Horasanli, E. (2022). Comparison of two sedation protocols on intraocular pressure and hemodynamic responses during colonoscopy. European Review for Medical and Pharmacological Sciences, 26(12), 4295–4302. https://doi.org/10.26355/eurrev_202206_29068

Cao, J.-L., Pei, Y.-P., Wei, J.-Q., & Zhang, Y.-Y. (2016). Effects of intraoperative dexmedetomidine with intravenous anesthesia on postoperative emergence agitation/delirium in pediatric patients undergoing tonsillectomy with or without adenoidectomy: A CONSORT-prospective, randomized, controlled clinical trial. Medicine, 95(49), e5566. https://doi.org/10.1097/MD.0000000000005566

Dal, T., Sazak, H., Tunç, M., Sahin, S., & Yılmaz, A. (2014). A comparison of ketamine–midazolam and ketamine–propofol combinations used for sedation in the endobronchial ultrasound-guided transbronchial needle aspiration: A prospective, single-blind, randomized study. Journal of Thoracic Disease, 6(6), 742–751. https://doi.org/10.3978/j.issn.2072-1439.2014.04.10

Damayanti, S., Adiputro, D. L., & Tobing, A. L. (2021). Literature review: Pengaruh kombinasi propofol–fentanil dan propofol–remifentanil. Homeostasis, 4(1), 69–80.

Fattahi-Saravi, Z., Jouybar, R., Haghighat, R., & Asmarian, N. (2021). Comparison of the effect of ketamine, ketamine–midazolam and ketamine–propofol on post-tonsillectomy agitation in children. Malaysian Journal of Medical Sciences, 28(5), 72–81. https://doi.org/10.21315/mjms2021.28.5.7

Jaikaria, A., Thakur, S., Singhal, P., Chauhan, D., Jayam, C., & Syal, K. (2018). A comparison of oral midazolam–ketamine, dexmedetomidine–fentanyl, and dexmedetomidine–ketamine combinations as sedative agents in pediatric dentistry: A triple-blinded randomized controlled trial. Contemporary Clinical Dentistry, 9(Suppl 2), S197–S203. https://doi.org/10.4103/ccd.ccd_818_17

Jalili, S., Esmaeeili, A., Kamali, K., & Rashtchi, V. (2019). Comparison of effects of propofol and ketofol (ketamine–propofol mixture) on emergence agitation in children undergoing tonsillectomy. African Health Sciences, 19(1), 1736–1744. https://doi.org/10.4314/ahs.v19i1.50

Kristina, K., Judijanto, L., Dewi, R., Kusumaningsih, F. S., & Febriana, D. (2025). Evidence based nursing: Praktik keperawatan berbasis bukti ilmiah. PT Sonpedia Publishing Indonesia.

Malamed, S. F. (2017). Sedation (E-book). Elsevier Health Sciences.

Presetya, F., & Noviani, L. (2025). Saintifikasi jamu pada layanan kesehatan di rumah sakit: Kerangka ilmiah, tata kelola klinis, keselamatan pasien, dan strategi implementasi berbasis bukti. Jurnal Sains dan Kesehatan, 6(1), 84–97.

Ratnasari, D. D. (2016). Studi penggunaan propofol kombinasi pada induksi anestesi (Penelitian dilakukan di GBPT RSUD Dr. Soetomo Surabaya) [Skripsi, Universitas Airlangga].

Saharman, S., Sunarno, R. D., & Sunaryanti, S. S. H. (2023). Peningkatan pelayanan patient centered care melalui penerapan evidence based nursing: Systematic review. Avicenna: Journal of Health Research, 6(2).

Sugarni, M., & Mokodompit, E. A. (2026). Strategi operasional berbasis bukti digital dalam penatalaksanaan kehamilan risiko tinggi di rumah sakit: Tinjauan literatur sistematis. RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business, 4(4), 6505–6515.

Toliyat, M., Zangoee, M., Ahrari, S., & Zangoee, R. (2015). Comparison of the effect of thiopental sodium with midazolam–ketamine on post-tonsillectomy agitation in children. Acta Medica Iranica, 53(10), 637–642.

Toprak, H., Kocaoglu, C., Aydogan, E., Sargin, M., & Ozmen, S. (2018). Comparison of the effects of ketamine–midazolam and ketamine–propofol anesthesia on recovery of circumcision operations. Medical Science, 7(4), 834–836. https://doi.org/10.5455/medscience.2018.07.8858

Wibowo, A., & Putri, S. (2021). Pedoman praktis penyusunan naskah ilmiah dengan metode systematic review. Departemen Administrasi dan Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.

Downloads

Published

2026-02-07

How to Cite

Adhadi, H. H., & Arum, C. . (2026). Perbandingan Efektivitas Ketamin-Midazolam Versus Ketaminpropofol Untuk Sedasi Prosedural Pediatrik: Sebuah Tinjauan Sistematis. Jurnal Sosial Teknologi, 6(2), 554–564. https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v6i2.32708