Hubungan Kebiasaan Konsumsi Makanan Cepat Saji Dengan Kejadian Obesitas Pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Prima Indonesia Angkatan 2022
Keywords:
makanan cepat saji, obesitas, indeks massa tubuh (IMT), mahasiswa kedokteranAbstract
Obesitas pada mahasiswa, termasuk mahasiswa kedokteran, menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko penyakit metabolik dan dipengaruhi gaya hidup modern seperti tingginya konsumsi makanan cepat saji. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian obesitas pada mahasiswa Kedokteran Universitas Prima Indonesia angkatan 2022. Penelitian menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional dan dilaksanakan di Fakultas Kedokteran Universitas Prima Indonesia (Medan) pada Oktober–Desember 2025. Populasi berjumlah 200 mahasiswa, dengan sampel 67 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dikumpulkan menggunakan kuesioner, sedangkan kejadian obesitas ditentukan melalui pengukuran berat dan tinggi badan untuk menghitung IMT. Analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan α=0,05. Hasil menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara konsumsi makanan cepat saji dengan kejadian obesitas (p=0,003); kelompok konsumsi jarang didominasi status gizi normal, sedangkan kelompok konsumsi sering lebih banyak berada pada kategori obesitas tingkat I. Dengan demikian, konsumsi makanan cepat saji berhubungan signifikan dengan kejadian obesitas pada responden, sehingga diperlukan penguatan edukasi gizi dan intervensi gaya hidup sehat di lingkungan kampus.
References
Aprilio, E., Angraini, D. I., Damayanti, P., & Zuraida, R. (2026). Obesitas: Aspek klinis, faktor risiko, dan dampak kesehatan. Nusantara Hasana Journal, 5(8), 396–408.
Astuti, E. (2016). Faktor-faktor yang memengaruhi kelebihan berat badan (obesitas) pada balita. Jurnal Keperawatan, 5(2), 1–13.
Damayanti, E. R. (2022). Hubungan pola makan, aktivitas fisik, dan citra tubuh dengan status gizi lebih pada remaja putri di SMA Negeri 3 Tambun Selatan. Indonesian Journal of Health Development, 4(1), 35–45.
Dana, T. S., Ivan, M., & Anggraini, D. (2024). Hubungan obesitas terhadap kejadian gastroesophageal reflux disease pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Baiturrahmah. Scientific Journal, 3(1), 1–7.
Hanum, A. M. (2023). Faktor-faktor penyebab terjadinya obesitas pada remaja. Healthy Tadulako Journal (Jurnal Kesehatan Tadulako), 9(2), 137–147.
Irfan, M., & Ayu, M. S. (2022). Hubungan pola konsumsi minuman bergula. Jurnal Kesehatan Jambi, 12(1), 201–206.
Kristiana, T., Hermawan, D., Febriani, U., & Farich, A. (2020). Hubungan antara pola tidur dan kebiasaan makan junk food dengan kejadian obesitas pada mahasiswa Universitas Malahayati tahun 2019. Human Care Journal, 5(3), 750–761.
Kurdanti, W., Suryani, I., Syamsiatun, N. H., Siwi, L. P., Adityanti, M. M., Mustikaningsih, D., & Sholihah, K. I. (2015). Faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian obesitas pada remaja. Jurnal Gizi Klinik Indonesia, 11(4), 179–190.
Lariwu, C. K., & Sumakul, V. D. (2022). Hubungan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada siswa SMP di Kota Tomohon. Prosiding Seminar Nasional, 1(2), 194–201.
Mardhotillah, H. (2025). Fruktosa dan obesitas: Analisis literatur terbaru tentang mekanisme dan dampaknya terhadap kesehatan. Journal of Therapeutic, 1(3), 1–7.
Mardiana, M., Titania, D., Dirgandiana, M., Fahrizal, M. F., & Sari, P. A. (2020). Hubungan konsumsi makanan cepat saji dengan obesitas pada remaja. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 19(4), 279–283. https://doi.org/10.14710/mkmi.19.4.279-283
Masitah, R., & Prahastuti, A. (2024). The relationship of balanced nutritional behavior with the nutritional status of adolescents. Journal of Health Applied Science and Technology, 2(1), 89–97.
Murdoko, I. W., & Friisca, F. (2023). Hubungan konsumsi makanan cepat saji dengan status gizi mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara di masa pandemi COVID-19. Health Information: Jurnal Penelitian.
Naghizadeh, M., Maskouni, S. J., Mortazavi, Z., Ahmadi, M., & Shokri, S. (2024). The impact of fast food consumption on the development of general and central obesity. Academic Journal of Health Sciences: Medicina Balear, 39(1), 44–48. https://doi.org/10.3306/AJHS.2024.39.01.44
Nugraini, T. A. E., Nai, H. M. E., & Maria, R. F. (2023). The relationship between fast food consumption patterns and online food ordering frequency with central obesity. Amerta Nutrition, 7(3), 413–420. https://doi.org/10.20473/amnt.v7i3.2023.413-420
Ostendorf, D. M., et al. (2022). Comparison of weight loss induced by daily caloric restriction versus intermittent fasting. Trials, 23(1), 1–19. https://doi.org/10.1186/s13063-022-06523-2
Pamelia, I. (2018). Perilaku konsumsi makanan cepat saji pada remaja dan dampaknya bagi kesehatan. IKESMA, 14(2), 144. https://doi.org/10.19184/ikesma.v14i2.10459
Priyadini, S. M., & Puspitasari, D. I. (2024). Hubungan frekuensi konsumsi junk food dan aktivitas fisik dengan indeks massa tubuh mahasiswa.
Rachmawati, E., Firdaningrum, N. E., & Agoes, A. (2021). Hubungan durasi tidur dengan asupan makan, aktivitas fisik, dan kejadian obesitas. Journal of Islamic Medicine, 5(1), 9–19.
Riskesdas. (2018). Riset kesehatan dasar. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI.
Sudargo, T., Freitag, H., Kusmayanti, N. A., & Rosiyani, F. (2018). Pola makan dan obesitas. UGM Press.
Sumiyati, I., Anggriyani, A., & Mukhsin, A. (2022). Hubungan konsumsi makanan fast food dengan kejadian obesitas pada remaja. JUMANTIK, 7(3), 242–246. https://doi.org/10.30829/jumantik.v7i3.11485
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Annisa Faiqah, Andrico Napolin Lumban Tobing

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.



