Efektivitas Penurunan Kadar Besi (Fe) pada Air Sumur Bor Menggunakan Proses Aerasi Cascade Dilanjut Adsorpsi Menggunakan Arang Limbah Agroindustri Ampas Tebu
DOI:
https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v6i5.32828Keywords:
Air Sumur, Kadar Besi (Fe), Ampas Tebu, Cascade Aerasi, AdsorbenAbstract
Kadar besi (Fe) yang tinggi pada air sumur bor dapat membahayakan kesehatan dan membatasi pemanfaatannya sebagai air bersih. Oleh karena itu, diperlukan teknologi pengolahan yang efektif dan terjangkau. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas kombinasi proses aerasi cascade dan adsorpsi menggunakan arang limbah agroindustri ampas tebu dalam menurunkan kadar besi (Fe) pada air sumur bor. Metode aerasi cascade bekerja dengan mengoksidasi Fe terlarut menjadi endapan yang tidak larut melalui kontak dengan oksigen. Sementara itu, adsorpsi menggunakan arang ampas tebu memanfaatkan sifat adsorben dari arang yang dihasilkan dari limbah tebu untuk menyerap sisa Fe. Arang ampas tebu dipilih karena ketersediaannya yang melimpah dan potensinya sebagai adsorben alami. Sampel air sumur bor diambil dari Fajar Baru Jati Agung, Lampung Selatan, dengan kadar Fe awal 1,83 mg/L, melebihi baku mutu air bersih (1 mg/L). Penelitian ini menggunakan metode batch dengan variabel bebas berupa proses oksidasi (aerasi cascade) dan adsorpsi menggunakan arang ampas tebu, serta variabel terikat berupa penurunan kadar Fe. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kombinasi aerasi cascade dan adsorpsi dengan arang ampas tebu sangat efektif, mampu menurunkan kadar besi awal 1,83 mg/L. menjadi 0,0485 mg/L., mencapai efisiensi penurunan 97,3% Efektivitas ini meningkat seiring dengan waktu kontak adsorpsi yang lebih lama, menunjukkan interaksi optimal antara ion besi Idan permukaan adsorben.
References
Anggriawan, A., Atwanda, M. Y., Lubis, N., & Fathoni, R. (2019). Kemampuan adsorpsi logam berat Cu dengan menggunakan adsorben kulit jagung (Zea mays). Jurnal Chemurgy, 3(2), 27.
Ekawati, L., Maliki, S., Syafrullah, M. D., Adhawia, A., & Zhafran, M. F. (2026). Implementasi teknologi kolom adsorpsi untuk menurunkan kadar Fe pada air tanah di Pesantren Zaadul Ma’had Palembang. Jurnal Malikussaleh Mengabdi, 5(1), 174–182.
Fadila, W. A., Sudarti, S., & Yushardi, Y. (2023). Permasalahan kualitas air permukaan sebagai sumber kehidupan dalam menjaga kelestarian lingkungan. OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika, 7(2), 419–427.
Febrina, L., & Ayuna, A. (2019). Studi penurunan kadar besi (Fe) dan mangan (Mn) dalam air tanah menggunakan saringan keramik. Jurnal Teknologi, 7(1), 36–44.
Fitriyana, S. (2018). Efektivitas aerasi dan filtrasi terhadap penurunan kadar mangan (Mn) pada air sumur bor berdasarkan lama kontak dan ketebalan media [Skripsi, Universitas Muhammadiyah Semarang].
Hadisantoso, E. P., Widayanti, Y., Hanifah, R. A., Amalia, V., & Delilah, G. G. A. (2018). Pengolahan limbah air wudhu wanita dengan metode aerasi dan adsorpsi menggunakan karbon aktif. Al-Kimiya: Jurnal Ilmu Kimia dan Terapan, 5, 1–6.
Hastutiningrum, S. (2015). Penurunan kadar besi (Fe) dan mangan (Mn) dalam air tanah dengan metode aerasi conventional cascade dan aerasi vertical baffle channel cascade. Dalam Prosiding Seminar Nasional Teknik Kimia Kejuangan (hlm. 1–6).
Istihara, I., & Lanskap, F. A. (2019). Penurunan kandungan besi (Fe) dengan menggunakan unit aerasi pada air. Journal of Chemical Information and Modeling, 10, 53.
Lestari, F., Susanto, & Kastamto, K. (2021). Pemanenan air hujan sebagai penyediaan air bersih pada era new normal di Kelurahan Susunan Baru. SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan, 4(2), 427.
Mariyam, D., Devina, F., Wulandari, P., Nursafitri, E., & Syahriansyah, A. (2023). Rahasia molekul unsur yang terdapat dalam air putih bagi tubuh manusia dalam pandangan Islam. Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 2(3), 96–109.
Mas’ulah, S., & Hendrasarie, N. (2025). Efektivitas kombinasi filtrasi dan adsorbsi menggunakan green media untuk mengolah parameter organik, besi, dan mangan di Sidoarjo. Jurnal Serambi Engineering, 10(3).
Mawardi, M. (2014). Air dan masa depan kehidupan. Tarjih: Jurnal Tarjih dan Pengembangan Pemikiran Islam, 12(1), 131–142.
Nasution, A. W. D., Daulay, A. H., & Jumiati, E. (2025). Pemanfaatan sodium alginat dan karbon aktif ampas tebu untuk menurunkan kadar besi (Fe) dan mangan (Mn) pada air sumur bor. Jurnal Rekayasa Material, Manufaktur dan Energi, 8(2), 298–305.
Pangestika, A. D. (2018). Pengaruh variasi jumlah tray dalam sistem tray aerator dan ketebalan media filter terhadap penurunan kadar besi (Fe) pada air sumur bor [Skripsi, Universitas Muhammadiyah Semarang].
Siskayanti, R. (2020). Efektifitas arang aktif dari tempurung kelapa dalam mengadsorpsi logam Fe pada pelumas motor bekas pakai. Jurnal Redoks, 5(2), 108.
Wibisono, F. S., & Rahmanto, T. A. (2021). Kombinasi cascade aerator dan adsorbsi zeolit dalam menurunkan kadar Fe terlarut di air sumur. Envirous, 2(1), 1–8.
Wikansari, M. W., Meikawati, W., Dhaningtyas, S. A., & Mifbakhuddin, M. (2025). Efektivitas arang cangkang kopi dalam penurunan kadar besi (Fe) pada air sumur. Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 4(4), 955–964.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Dimas Lelono, Hardoyo Hardoyo, Sulastri Sulastri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.



