Dari Hafalan ke Arabisasi: Tradisi Puisi Pra-Islam dalam Kebijakan Pendidikan Umayyah dan Relevansinya bagi Literasi Digital Era 5.0

Authors

  • Kamila Khoirunniswatil Azkiya Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang
  • A. Nurul Kawakip Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang

DOI:

https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v6i6.32901

Keywords:

jahiliyah poetry, umayyah arabication, kuttab, digital literacy, society 5.0

Abstract

Puisi hafalan dan tradisi sastra dalam masyarakat Arab pra-Islam dapat dipahami tidak hanya sebagai karya sastra tetapi juga sebagai alat untuk memperoleh pengetahuan, mengidentifikasi diri, dan mengingat masa lalu. Pada masa Dinasti Umayyah, tradisi tersebut tidak dihapus, melainkan diolah melalui kebijakan Arabisasi, penguatan kuttab, dan pengembangan halaqah sebagai ruang pendidikan yang lebih formal. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menunjukkan hubungan antara kebijakan pendidikan Umayyah dan tradisi lisan pra-Islam, serta menunjukkan relevansinya untuk literasi digital di era Society 5.0. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode library research dan analisis isi-historis terhadap sumber primer dan sekunder, termasuk Al-Qur'an, hadis sahih, kitab klasik, buku sejarah, dan artikel ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi Jahiliyah berperan sebagai sarana pembentukan dan transmisi pengetahuan yang bertumpu pada ritme, pengulangan, dan narasi. Tradisi oral tersebut kemudian dilembagakan oleh Dinasti Umayyah melalui pendidikan bahasa Arab dan pembelajaran hafalan Al-Qur’an. Nilai-nilai pedagogis yang lahir dari tradisi tersebut juga masih memiliki relevansi bagi penguatan literasi digital yang menempatkan manusia sebagai pusatnya. Temuan ini menunjukkan bahwa warisan pendidikan Islam klasik tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga dapat menjadi sumber inspirasi dalam merancang strategi pembelajaran yang adaptif, kontekstual, dan berorientasi pada penguatan literasi di era digital.

References

Ahmad Jamrah, S. (2014). Ikhtilaf dan Etika Perbedaan dalam Islam. TOLERANSI: Media Ilmiah Komunikasi Umat Beragama, 6(2), 223–240.

Ahmad Amin. (1975). Fajr al-Islam. Kairo: Maktabah al-Nahdah al-Mishriyyah.

Alfian, & Fenny. (2025). Peranan Literasi Digital dalam Membangun Pola Berpikir Kritis Mahasiswa pada Bidang Statistik. Edu Society: Jurnal Pendidikan, Ilmu Sosial, dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 5 (3), 1985-1992.

Al-Jahiz. (1998). Kitab al-Bayān wa al-Tabyīn (A. S. Harun, Ed.). Kairo: Maktabah al-Khanji.

Assmann, Jan. (2011). Cultural Memory and Early Civilization: Writing, Remembrance, and Political Imagination. Cambridge: Cambridge University Press.

Best, S. (2020). Walter J. Ong, Orality and Literacy (1982). Public Culture, 32 (2), 431-439.

Chamdar Nur & Abdul Hamzah. (2025). Pra-Islam dan Bahasa Arab: Bahasa dan Sastra Sebelum Munculnya Islam. Al-Qiblah: Jurnal Studi Islam dan Bahasa Arab, 4 (2), 107-114.

Fadhilah. (2025). Konsep Tasybih dalam Ilmu Balaghah dan Analisis Tasybih Al-Jahiz dalam Kitab Al-Bayan Wa At-Tabyin. Jurnal Teologi Islam, 1 (2), 177-187.

Firdaus. (2020, Juli 6). Mengenal Society 5.0 “Sebuah Upaya Jepang untuk Keamanan dan Kesejahteraan Manusia”. Retrieved from Department of Electrical Engineering: https://ee.uii.ac.id/mengenal-society-5-0-sebuah-upaya-jepang-untuk-keamanan-dan-kesejahteraan-manusia/

Firdaus, Royan, & Zahrina. (2025). Arabization During the Umayyad Dynasty. ICONITIES (pp. 1165-1175). Surabaya: UIN Sunan Ampel.

Hamidulloh & Wijayanti. (2023). Sejarah, Kurikulum dan Pembelajaran Pada Kuttab: Kajian Literatur Sistematis Tahun 2013-2023 . ZAHRA: Research and Tought Elementary School of Islamic Journal, 4 (1), 1-24.

Hasan Asari. (2008). Menyingkap Zaman Keemasan Islam. Bandung: Mizan.

Hendiana, A. (2017, Maret 14). Tradisi Tulisan dan Tradisi Lisan. Retrieved from Scribd: https://www.scribd.com/document/341826670/Tradisi-Tulisan-Dan-Tradisi-Lisan

Heriyanto. (2025, April 3). Literasi Informasi di Era Digital: Kunci Menangkal Hoaks dan Disinformasi. Retrieved from FIB UNDIP: https://fib.undip.ac.id/2025/04/literasi-informasi-di-era-digital-kunci-menangkal-hoaks-dan-disinformasi/

Ibnu Khaldun. (2011). Mukaddimah Ibnu Khaldun (Terj. Masturi, Malik, Abidun). Jakarta: Pustaka Al Kautsar.

Indah, K., & Sarwadi. (2025). Landasan Teologis Pendidikan Islam dalam Al-Qur’an dan Hadits: Kajian atas QS. Al-Alaq [96]: 1-5. MESADA: Journal of Innovative Research ,2 (2), 1119-1121.

Khalidi, Tarif. (2025, September 27). ʿAbd al-Malik. Retrieved from Britannica: https://www.britannica.com/biography/Abd-al-Malik-Umayyad-caliph

Nasr, Seyyed Hossein. (2006). Islamic Philosophy from Its Origin to the Present: Philosophy in the Land of Prophecy. New York: SUNY Press.

Saga Putra. (2022). Oralitas Sekunder dan Literasi Digital Masyarakat Indonesia. GANDIWA: Jurnal Komunikasi, 2 (2), 24-33.

Salwa, & Muid. (2024). Situasi Sosial dan Pendidikan Masyarakat Arab Sebelum Islam. JIPPI: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Islam, 13 (13), 52-62.

Syukron Darsyah. (2022). Perkembangan Pendidikan Islam pada masa Dinasti Umayyah. At-Thullab: Jurnal Of Islamic Studies, 3 (2), 61-69.

Wargadinata, W., & Fitriani, L. (2018). Sastra Arab Masa Jahiliyah dan Islam. Malang: UIN Maliki Press.

Yundianto, Khatami, Fathony, & Anna. (2023). Memorizing the Quran: Exploring Academic Hardiness, Self-Efficacy, and Perceived Social Support in Islamic Schools. International Journal of Islamic Educational Psychology, 4 (2), 225-242.

Yuniarto & Yudha. (2021). Literasi Digital sebagai Penguatan Pendidikan Karakter Menuju Era Society 5.0. EDUEKSOS: Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi, 10 (2), 176-194.

Downloads

Published

2026-06-29

How to Cite

Azkiya, K. K., & Kawakip, A. N. (2026). Dari Hafalan ke Arabisasi: Tradisi Puisi Pra-Islam dalam Kebijakan Pendidikan Umayyah dan Relevansinya bagi Literasi Digital Era 5.0. Jurnal Sosial Teknologi, 6(6), 2272–2280. https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v6i6.32901