Analisis Kinerja Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia atas Implementasi Sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO)

Authors

  • Alif Rahmat Khadafy Universitas Tarumanagara
  • Hendro Lukman Universitas Tarumanagara

DOI:

https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v6i6.32905

Keywords:

Authorized Economic Operator (AEO), Profitabilitas, Net Profit Margin, Studi Peristiwa, Bursa Efek Indonesia

Abstract

Tren adopsi sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO) di Indonesia terus meningkat pesat, dari 46 perusahaan pada tahun 2017 menjadi 203 perusahaan per Desember 2025. Namun, peningkatan tersebut memunculkan paradoks empiris karena penelitian terdahulu menemukan bahwa implementasi AEO tidak berpengaruh signifikan terhadap efisiensi biaya logistik dan dwelling time. Penelitian ini bertujuan menguji secara empiris apakah terdapat perbedaan yang signifikan pada profitabilitas perusahaan, yang diproksikan dengan Net Profit Margin (NPM), antara periode sebelum dan sesudah perolehan sertifikasi AEO. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif komparatif dengan desain studi peristiwa (event study) terhadap 10 perusahaan publik lintas sektor di Bursa Efek Indonesia yang dipilih melalui purposive sampling. Variabel NPM dibandingkan pada jendela tiga tahun sebelum (t-3 s.d. t-1) dan tiga tahun sesudah (t+1 s.d. t+3) sertifikasi menggunakan Wilcoxon Signed-Rank Test, dengan analisis pendalaman fundamental pada Rasio Harga Pokok Penjualan (HPP) dan Inventory Turnover (ITO) selama jendela sebelas tahun (t-5 s.d. t+5). Hasil pengujian menunjukkan nilai z sebesar 0,968 dengan probabilitas 0,3329 (> 0,05), sehingga hipotesis nol diterima dan disimpulkan tidak terdapat perbedaan NPM yang signifikan secara agregat. Pendalaman fundamental mengungkap bahwa dampak AEO bersifat asimetris antar-sektor: berhasil mendorong margin pada sektor kertas dan alat berat, tetapi gagal pada sektor tekstil dan logam akibat tekanan makroekonomi, serta terhambat regulasi lintas sektoral pada farmasi. Temuan ini membuktikan bahwa AEO bukanlah penjamin absolut profitabilitas tanpa ketahanan fundamental emiten.

References

Arnika, D., Putri, R. A., & Sulistiyo, H. (2022). Analisis kinerja keuangan perusahaan pada masa pandemi Covid-19. Jurnal Akuntansi dan Keuangan.

Ballestero, R. (2023). A study of impact of the AEO program in Brazilian customs. World Customs Journal.

Bodie, Z., Kane, A., & Marcus, A. J. (2017). Investments (11th ed.). New York: McGraw-Hill Education.

Campos, R., et al. (2018). A conceptual model for the Authorized Economic Operator (AEO) as a public-private partnership. International Journal of Logistics Management.

Hadi Pratama, A., & Everett, S. (2017). Authorized Economic Operator implementation in Indonesia: Balancing security and trade facilitation. World Customs Journal.

Ikhsanul, M. (2024). Analyzing the impact of the Authorized Economic Operator (AEO) program in Indonesia. Jurnal Perdagangan Internasional.

Jensen, M. C., & Meckling, W. H. (1976). Theory of the firm: Managerial behavior, agency costs and ownership structure. Journal of Financial Economics, 3(4), 305–360.

Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2023). Peraturan Menteri Keuangan Nomor 137 Tahun 2023 tentang Authorized Economic Operator. Jakarta: Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Kim, S., Chung, S., & Joo, S. (2019). Effects of AEO-MRA on the performance of exporters and importers in Korea. The Asian Journal of Shipping and Logistics.

Mankiw, N. G. (2024). Principles of economics (10th ed.). Boston: Cengage Learning.

Nurhaedah, N. (2022). Tanggung Jawab Sosial Badan Usaha Milik Negara Melalui Program Kemitraan Pada Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah= The Sosial Responsibility Of State Owned Enterprises Trough Partnerships With Micro, Small And Middle Class Enterprises. Universitas Hasanuddin.

PT Eratex Djaja Tbk. (2022). Laporan tahunan 2022. Jakarta: PT Eratex Djaja Tbk.

PT Indal Aluminium Industry Tbk. (2024). Laporan tahunan 2024. Jakarta: PT Indal Aluminium Industry Tbk.

PT Merck Tbk. (2024). Laporan tahunan 2024. Jakarta: PT Merck Tbk.

PT Selamat Sempurna Tbk. (2024). Laporan tahunan 2024. Jakarta: PT Selamat Sempurna Tbk.

Putera, A., & Heikal, M. (2021). Analisis efisiensi rantai pasok dan kinerja keuangan perusahaan manufaktur. Jurnal Manajemen dan Bisnis.

Santosa, B., & Halim, A. (2019). Pengaruh penetapan Authorized Economic Operator (AEO) terhadap biaya logistik dan dwelling time di Indonesia. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Titman, S., Keown, A. J., & Martin, J. D. (2018). Financial management: Principles and applications (13th ed.). Harlow: Pearson Education.

World Customs Organization. (2021). SAFE framework of standards to secure and facilitate global trade. Brussels: World Customs Organization.

Downloads

Published

2025-06-30

How to Cite

Khadafy, A. R., & Lukman, H. (2025). Analisis Kinerja Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia atas Implementasi Sertifikasi Authorized Economic Operator (AEO). Jurnal Sosial Teknologi, 6(6), 2350–2364. https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v6i6.32905