Teknologi Tiang Pancang dengan Sepatu Tiang (Broaded Bottom Pile)

Authors

  • Karminto Universitas Tarumanagara
  • Johansen Pardede Universitas Tarumanagara
  • Hotma Harapan Saragih Universitas Tarumanagara

DOI:

https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v6i7.32923

Keywords:

Tanah lunak, Sepatu Tiang Pancang, konstruksi, Vulkanik, Sedimen

Abstract

Indonesia merupakan negara dengan kondisi geologi vulkanik dan sedimen, sehingga pada banyak wilayah dijumpai lapisan tanah lunak seperti lempung lunak, lanau lunak, dan gambut. Kondisi ini menjadi kendala utama dalam pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, dan perumahan karena daya dukung tanah yang rendah dan potensi penurunan (settlement) yang besar. Berbagai metode perbaikan tanah lunak telah dikembangkan, namun masih terkendala biaya tinggi dan waktu pelaksanaan yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan teknologi Broaded Bottom Pile (tiang pancang dengan sepatu) sebagai alternatif solusi perbaikan tanah lunak yang lebih efisien. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis perhitungan daya dukung berdasarkan data penyelidikan tanah BH-2 menggunakan metode α (faktor adhesi) untuk menghitung kapasitas dukung selimut (skin friction) dan kapasitas dukung ujung (end bearing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi Broaded Bottom Pile mampu mencapai end bearing pada nilai N-SPT sekitar 30, lebih rendah dibandingkan tiang pancang konvensional yang memerlukan N-SPT 50-60, sehingga kedalaman pemancangan dapat dipersingkat dari 20 m menjadi sekitar 10 m. Kapasitas dukung ultimit (Qult) tiang pancang 35/35 cm pada kedalaman 10 m mencapai 120,80 ton dengan kapasitas dukung izin (Qall) 60,40 ton. Penggunaan teknologi ini memberikan penghematan biaya konstruksi hingga 30-50% serta efisiensi waktu pelaksanaan yang signifikan, namun terbatas pada tiang tunggal (single pile) dengan panjang maksimum 20 m. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Broaded Bottom Pile merupakan solusi perbaikan tanah lunak yang lebih ekonomis dan efisien dibandingkan metode konvensional, dengan potensi penerapan yang luas pada berbagai proyek konstruksi di Indonesia.

References

AASHTO LRFD Bridge Design Specifications, Section 5: Concrete Structures, (2020).

Al Kautsar, R., Saputro, I., & Samaila, M. (2024). Analisis Perbandingan Perhitungan Struktur Beton pada Bangunan Gedung Aston Sorong City Hotel Berdasarkan Standar SNI dengan Eurocode. Jurnal Karkasa, 10(2), 16–28. https://doi.org/10.32531/jkar.v10i2.895

Anandita, D., Nurdiana, A., & Setiabudi, B. (2023). Perancanaan Jembatan Beton Prategang RSUD Temanggung dengan Berbasis Building Information Modeling (BIM) 3D, 4D, dan 5D. Jurnal Sipil Dan Arsitektur, 1(3), 60–75. https://doi.org/10.14710/pilars.1.3.2023.60-75

Apriani, W., & Rahmat, H. (2020). Review Design Struktur Beton Bertulang terhadap Struktur Baja pada Struktur Gedung diatas Tanah Lunak. Teras Jurnal: Jurnal Teknik Sipil, 10(1), 8–16. https://doi.org/10.29103/tj.v10i1.254

Darojatun, B. K., & Nuranita, B. (2024). Kajian Analisis Struktur PC-I Girder Prestressed pada Jembatan Bentang 35,8 meter. RekaRacana: Jurnal Teknik Sipil, 10(1), 1–10. https://doi.org/10.26760/rekaracana.v10i1.1

Das, B. M. (2010). Principles of Geotechnical Engineering (6th ed.). Pws-Kent Publishing Company.

Das, B. M. (2011). Principles of Foundation Engineering (7th ed.). Pws-Kent Publishing Company.

Farauk, M. M. (2013). Foundation Engineering Design and Analysis of Retaining Walls. Course Dynamics, Mugla Sitki Kocman Universitesi.

Gultom, A., Ginting, R., & Lubis, Y. A. (2024). SNI 2847:2013 sebagai Acuan Uji Kekuatan Struktur Kolom Gedung Beton Bertulang pada Bangunan Bertingkat. Jurnal UDA, 32(5), 458–471. https://doi.org/10.46930/ojsuda.v32i5.4873

Herbudiman, B., Nuranita, B., & Putra, S. M. I. (2025). Studi Efisiensi Desain Jembatan Beton Prategang dengan Variasi Tipe I-Girder. Media Komunikasi Teknik Sipil, 31(1), 114–122. https://doi.org/10.14710/mkts.v31i1.70897

ACI 318-19: Building Code Requirements for Structural Concrete, (2019).

Kong, S. M., Oh, D. W., & Lee, S. Y. (2021). Analysis of reinforced retaining wall failure based on reinforcement length. International Journal of Geo-Engineering, 12, 13. https://doi.org/10.1186/s40703-021-00143-6

Kristyanto, H., Purwoko, F., & Wijayanti, L. (2022). Perbandingan Daya Dukung dan Penurunan Tanah pada Pondasi Dangkal Berdasarkan Data SPT dan CPT. CivETech: Civil Engineering and Technology Journal, 4(2), 17–30. https://doi.org/10.47200/civetech.v4i2.1300

Li, J., Li, X., Jing, M., & Pang, R. (2022). Numerical Limit Analysis of the Stability of Reinforced Retaining Walls with the Strength Reduction Method. Water, 14(15), 2319. https://doi.org/10.3390/w14152319

Lim, H., Park, J., Kim, J., & Ko, J. (2023). Numerical study on stability and deformation of retaining wall according to groundwater drawdown. Geomechanics and Engineering, 33(2), 195–202. https://doi.org/10.12989/gae.2023.33.2.195

Lin, T. Y., & Burns, N. H. (2000). Desain Struktur Beton Prategang (Edisi Ketiga). Penerbit Erlangga.

Mosley, W. H., Bungey, J. H., & Hulse, R. (1999). Reinforced Concrete Design. Palgrave Macmillan.

Nawy, E. G. (2001). Beton Bertulang: Suatu Pendekatan Mendasar. Penerbit Refika Aditama.

Schweiger, H. F., & Tschuchnigg, F. (2021). A numerical study on undrained passive earth pressure. Computers and Geotechnics, 140, 104441. https://doi.org/10.1016/j.compgeo.2021.104441

Xu, M., & Jin, D. (2024). Prediction of the long-term deformation of high rockfill geostructures using a hybrid back-analysis method. Geomechanics and Engineering, 36(1), 83–97. https://doi.org/10.12989/gae.2024.36.1.083

Downloads

Published

2026-07-25

How to Cite

Karminto, Pardede, J., & Harapan Saragih, H. (2026). Teknologi Tiang Pancang dengan Sepatu Tiang (Broaded Bottom Pile). Jurnal Sosial Teknologi, 6(7), 2601–2610. https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v6i7.32923