Pengaruh Pijat Oksitosin pada Ibu Nifas untuk Meningkatkan Produksi Asi di Puskesmas Sandai
DOI:
https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v6i7.32946Keywords:
Pijat oksitosin, produksi ASI, ibu nifasAbstract
Masa nifas merupakan periode kritis yang memengaruhi keberhasilan menyusui, terutama dalam pencapaian produksi Air Susu Ibu (ASI) yang optimal. Keberhasilan pemberian ASI eksklusif sangat ditentukan oleh kelancaran produksi ASI, sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkannya, salah satunya melalui pijat oksitosin. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifas di Puskesmas Sandai. Penelitian ini menggunakan desain quasi experiment dengan pendekatan post-test only control group design pada 24 ibu nifas yang dipilih secara purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi (ibu nifas hari ke-1 hingga ke-10, tidak memiliki kontraindikasi menyusui, dan bersedia menjadi responden) selama Maret hingga Juni 2026. Data produksi ASI diperoleh melalui observasi frekuensi menyusui, lama menyusui, dan pengeluaran ASI setelah pijat oksitosin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 24 responden, sebanyak 20 orang (83,33%) mengalami peningkatan produksi ASI setelah diberikan pijat oksitosin. Hasil analisis statistik menggunakan uji Mann-Whitney menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan dalam peningkatan produksi ASI pada ibu nifas. Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat teoretis bagi pengembangan ilmu kebidanan, khususnya mengenai intervensi non-farmakologis dalam meningkatkan produksi ASI, serta manfaat praktis sebagai masukan bagi tenaga kesehatan di Puskesmas untuk menerapkan pijat oksitosin sebagai intervensi rutin dalam pelayanan kebidanan.
References
Astutik, R. Y. (2014). Payudara dan laktasi. Salemba Medika.
Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat. (2023). Profil kesehatan Provinsi Kalimantan Barat tahun 2023. Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat.
Erika Fariningsih, S. S. T., Husnah, R., Hinisa, F. N., Isviyanti, S., Anisa, F. N., Fauriyah, S. K., & Diani Octaviyanti Handajani, S. S. T. (2025). Asuhan kebidanan nifas dan menyusui: Pendekatan holistik untuk ibu dan bayi. PT Bukuloka Literasi Bangsa.
Fahrijatun Rizkia, A. (2025). Analisis teknik pijat oksitosin terhadap peningkatan produksi air susu ibu (ASI) dalam asuhan keperawatan pada Ny. T P3A0 postpartum spontan di Ruangan Nifas UPTD Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung [Skripsi, Universitas Bhakti Kencana].
Fara, Y. D., Sagita, Y. D., & Safitry, E. (2022). Penerapan pijat oksitosin dalam peningkatan produksi ASI. Jurnal Maternitas Aisyah, 3(1), 20–26.
Feriyal. (2022). Analisis target capaian ASI eksklusif global dan faktor penghambatnya. World Health Organization Indonesia Data.
Fitria, R., & Retmiyanti, N. (2021). Pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu post partum. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 21(1), 275–276.
Hidayanti, A. N. (2022). Hubungan pijat oksitosin terhadap penurunan tinggi fundus uteri pada ibu nifas. WOMB Midwifery Journal, 1(2), 18–25.
Indonesia's Nutrition Monitor. (2021). Indonesia's Nutrition Monitor 2021: World Breastfeeding Week report. Nutrition Monitor Publication.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Laporan nasional Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan.
Litasari, R., Mahwati, Y., & Rasyad, A. S. (2020). Pengaruh pijat oksitosin terhadap pengeluaran dan produksi ASI pada ibu nifas. Jurnal Kesehatan STIKes Muhammadiyah Ciamis, 5(2), 61–70. https://doi.org/10.52221/jurkes.v5i2.37
Marmi. (2017). Asuhan kebidanan pada masa nifas (Puerperium). Pustaka Pelajar.
Maryati, M., Anggriani, Y., Wasirah, S., & Ariani, L. (2023). Pijat oksitosin pada ibu nifas untuk peningkatan produksi ASI. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal, 13(4), 1503–1510. https://doi.org/10.32583/pskm.v13i4.1270
Putri Rizkiyah Salam, S., Janur Putri Wayanshakty, M. K. M., Siti Nur Hanifah, S., Revina Fiandany Erynda, S., & Noni Fidya Ayu Anandasari, S. T. (2025). Nifas: Perawatan pasca melahirkan. PT Bukuloka Literasi Bangsa.
Roesli, U. (2018). Inisiasi menyusu dini dan ASI eksklusif. Pustaka Bunda.
Rukmawati, S. (2024). Metode SPEOS untuk kelancaran ASI dan involusio uteri pada ibu post partum. Bookchapter Maternitas.
Siregar, M., & Panggabean, H. W. A. (2024). Hypnobreastfeeding terhadap produksi ASI pada ibu nifas. Selat Media.
Sukma, F., Hidayati, E., & Jamil, S. N. (2017). Asuhan kebidanan pada masa nifas. Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Sungkar, A., & Gati, N. W. (2023). Efektivitas pijat oksitosin terhadap percepatan involusi uterus dan pengeluaran ASI pada ibu postpartum. Jurnal Ilmiah Kebidanan dan Keperawatan, 11(2), 145–152.
Triveni, T., Fitri, S. R., & Rahayu, Z. A. (2024). Pijat oksitosin terhadap produksi ASI pada ibu nifas 2–7 hari. Jurnal Kesehatan Perintis (Perintis's Health Journal), 11(1), 60–66. https://doi.org/10.33653/jkp.v11i1.1071
Walyani, E. S., & Purwoastuti, E. (2021). Asuhan kebidanan masa nifas dan menyusui. Pustaka Baru Press.
Widyastutik, O., & Putri, Z. A. (2021). Dhuafa empowerment through oxytocin massage in the PCM area of East Pontianak. Community Empowerment, 6(5), 775–782. https://doi.org/10.31603/ce.4508
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Wanda Safitri, Rosyidah Alfiti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International (CC-BY-SA). that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.



