Temuan Luka Tubuh pada Dewasa Muda dengan Penyebab Kematian Non Traumatik: Laporan Kasus Autopsi Forensik

Authors

  • Youga Balian Firdaus Universitas Riau
  • Heinz Cen Pujianto Universitas Riau

DOI:

https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v6i8.32949

Keywords:

Autopsi Forensik, Kematian Mendadak, Infark Miokard Akut

Abstract

Kematian mendadak pada dewasa muda sering menimbulkan kecurigaan adanya kekerasan, terutama apabila ditemukan luka pada tubuh korban. Hal ini menyulitkan penentuan penyebab kematian medikolegal karena luka eksternal dapat mengalihkan perhatian dari penyakit alami yang mendasarinya. Laporan kasus ini bertujuan mendeskripsikan temuan autopsi forensik pada seorang laki-laki dewasa muda yang ditemukan meninggal dengan beberapa luka tubuh yang awalnya mengarah pada dugaan kematian akibat trauma, serta membuktikan bahwa kematian disebabkan oleh penyakit alami melalui pendekatan autopsi komprehensif. Pemeriksaan autopsi forensik dilakukan secara menyeluruh meliputi pemeriksaan luar untuk mendokumentasikan dan menilai karakteristik luka, pemeriksaan dalam untuk mengevaluasi organ-organ vital terutama jantung dan pembuluh darah koroner, serta pemeriksaan histopatologi dengan pewarnaan hematoksilin-eosin untuk konfirmasi diagnosis secara mikroskopis. Pemeriksaan luar menemukan beberapa luka terbuka dangkal di regio dada, abdomen, dan ekstremitas bawah dengan karakteristik konsisten trauma tumpul ringan. Pemeriksaan dalam menunjukkan kardiomegali (berat jantung 420 gram) dan penyempitan lumen arteri koroner anterior kiri lebih dari 70% akibat plak aterosklerotik, disertai gambaran makroskopis infark miokard pada dinding ventrikel kiri. Pemeriksaan histopatologi mengkonfirmasi nekrosis sel miokard dengan hilangnya inti sel dan peningkatan eosinofilia sitoplasma, tanpa infiltrasi radang akut bermakna. Penyebab kematian ditetapkan sebagai infark miokard akut akibat penyakit arteri koroner aterosklerotik. Luka superfisial yang ditemukan merupakan temuan insidental yang tidak berhubungan dengan mekanisme kematian. Kasus ini menegaskan bahwa luka eksternal ringan tidak boleh langsung diinterpretasikan sebagai penyebab kematian tanpa evaluasi autopsi menyeluruh. Autopsi forensik komprehensif yang mengintegrasikan pemeriksaan luar, dalam, dan histopatologi penting untuk mencegah kesalahan klasifikasi penyebab kematian yang berimplikasi pada proses hukum dan investigasi kriminal.

References

Akeret K, Hendrik C, Van Niftrik B, Sebök M, Muscas G, Visser T, et al. Topographic volume-standardization atlas of the human brain. Brain Struct Funct. 2021;226(6):1699–1711. https://doi.org/10.1007/s00429-021-02280-1

Española R, Legal DM, Pujol-Robinat A, Salas-Guerrero M. Spanish Journal of Legal Medicine. 2018;44(1):38–45.

Evain F, Roffi M, Chatelain Q, Gerth M, Sara S. Forensic diagnosis of sudden cardiac death due to thrombosis secondary to coronary artery ectasia: A description of two cases case presentation. 2026;18(1):1–6.

Fregin B, Biedenweg D, Otto O. Interpretation of cell mechanical experiments in microfluidic systems depend on the choice of cellular shape descriptors. 2022;024109:1–15.

Greene ED, Helke KL, Chen Z, Campbell LH, Weegman B, Davis M, et al. Imaging the distribution of iron oxide nanoparticles in hypothermic perfused tissues. 2021;83(5):1750–1759.

He X, Li L, Zhou D, Yan Z, Liu M, Yun L. Risk factors and genetic insights into coronary artery disease-related sudden cardiac death: A molecular analysis of forensic investigation. 2025.

Id MK, Jasi M, Staromły J, Zembala M, Widenka K, Brykczy M, et al. On-pump vs off-pump coronary artery bypass surgery in atrial fibrillation: Analysis from the Polish National Registry of Cardiac Surgery Procedures (KROK). PLOS ONE. 2020;1–20.

Kim H, Kim JY, Song CL, Jeong JE, Cho YS. Directly induced human Schwann cell precursors as a valuable source of Schwann cells. 2020;1–12.

Kosmachevskaya OV, Nasybullina EI, Shumaev KB, Novikova NN, Topunov AF. Protective effect of dinitrosyl iron complexes bound with hemoglobin on oxidative modification by peroxynitrite. 2021.

Markwerth P. (2021) Sudden cardiac death—update. 2021:483–495.

Wihastuti, T. A., Andarini, S., & Heriansyah, T. (2016). Patofisiologi Dasar Keperawatan Penyakit Jantung Koroner: Inflamasi Vaskular. Universitas Brawijaya Press.

Page NS, Khoiri M. Forensic investigation of sudden death in public places: Implications for public health policy. 2025;5(3):377–383.

Peranantham S, Shanmugam K, Tamilselvi V. Forensic pathological context of sudden cardiac death. 2024;10(06):6582–6586.

Sacco MA, Mastrangelo H, Neri G. Post-mortem biomarkers in sudden cardiac death: From classical biochemistry to molecular autopsy and multi-omics forensic approaches. 2026:1–25.

Salazar CR, Laniado N, Mossavar-Rahmani Y, Borrell LN, Badner V, Lamster IB. HHS public access. 2019;45(7):780–790.

Salzillo C, Sansone V, Napolitano F. Sudden cardiac death in the young: State-of-the-art review in molecular autopsy. 2024;2008(Figure 1):3313–3327.

Tijhuis FB, Broeders TAA, Santos FAN, Schoonheim MM, Killestein J, Leurs CE, et al. Dynamic functional connectivity as a neural correlate of fatigue in multiple sclerosis. NeuroImage Clin. 2021;29:102556. https://doi.org/10.1016/j.nicl.2020.102556

Downloads

Published

2026-08-13

How to Cite

Firdaus, Y. B., & Pujianto, H. C. (2026). Temuan Luka Tubuh pada Dewasa Muda dengan Penyebab Kematian Non Traumatik: Laporan Kasus Autopsi Forensik . Jurnal Sosial Teknologi, 6(8), 2698–2711. https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v6i8.32949